Not Perfect Wedding

Not Perfect Wedding
Part 41 - Ternyata



Kesal dengan sikap Darius yang tidak mau mengakui kebusukannya. Jonathan berangkat untuk menemui Dinniar. Dia akan mengungkapkannya apapun yang terjadi. Dia akan membuat Darius mengerti bagaimana sakitnya ditinggalkan oleh orang yang begitu dicintainya.


Jonathan memarkir mobilnya di dalam parkiran sekolah. dia menunggu Dinniar selesai dengan pekerjaannya.


Selama menunggu Dinniar. Jonathan meminta kepada Rendy untuk mengirimkan bukti-bukti perselingkuhan Darius.


Jonathan juga meminta Rendy mengirimkan bukti pernikahan siri yang di lakukan Darius dengan Cornelia saat di Bali.


Hatinya benar-benar dalam keadaan sangat menggebu-gebu. Kemarahan Jonatan sudah melebihi puncaknya.


"Kamu bisa mendapatkan suami yang lebih baik dari pada pria brengsek itu. Aku tidak akan membiarkan dia menerima maaf dari mu. Aku akan pastikan kalian bercerai." Jonathan bergumam.


Jonathan tahu kalau Dinniar sudah memiliki seorang putri. Dia juga tahu kalau keputusannya ingin Dinniar pisah adalah salah. Namun, dia percaya pria yang sudah pernah berkhianat tidak akan pernah bisa benar-benar bertaubat. Pasti akan terulang lagi dan lagi.


"Bagus Rendy. kamu sudah mengirimkan semua bukti-buktinya. Dinniar kamu harus mengetahui kebusukan si suami kurang ajar itu." Jonathan yang merasa kesal mengepalkan kedua tangannya.


.


.


Di satu sisi pria yang di ancam oleh Jonathan sedang asik bersama istri keduanya. Mereka melepas kerinduan yang cukup mendalam.


Darius bahkan langsung melupakan ancaman dari Jonathan. dia tidak perduli dengan apa yang di bicarakan oleh pria yang menjabat sebagai CEO di stasiun televisi swasta.


Darius sibuk dengan aktivitas di atas ranjang bersama dengan Cornelia. Manusia tidak tahu diri itu berdua seperti tidak punya pikiran saja.


Darius benar-benar tidak lagi seperti orang yang memiliki rasa takut jika hubungannya dengan Cornelia terbongkar.


******* terdengar merdu dari bibir Cornelia dan Darius. ******* itu saling bersahutan menandakan permainan mereka begitu menyenangkan.


"Permainan yang sangat bagus." Darius berbisik ditelinga Cornelia.


Membuat empunya telinga tersenyum kesenangan. Cornelia mempercepat permainannya sebelum mereka berdua sama-sama mencapai puncaknya.


Lenguhan panjang mereka keluar bersamaan. Cornelia turun dari tubuh Darius dan berbaring di samping suaminya itu.


Cornelia bersama Darius saling melempar senyuman. Darius begitu puas setelah beberapa hari tidak mendapatkan sentuhan dari kedua istrinya.


Punya dua istri membuatnya sangat kesulitan karena ternyata punya dua istri tidak bisa selalu mendapatkan sentuhan dan kepuasan batin.


"Kamu memang yang terbaik sayang." Darius mengecup kening Cornelia.


Cornelia tersenyum lebar dia sangat senang sekali ketika Darius selalu mengucapkan kata kepuasan. Dia senang jika dirinya bisa memuaskan suaminya.


"Jangan pernah tinggalkan aku." Cornelia memeluk tangan Darius yang terletak di sampingnya.


"Tidak akan datang. Kamu adalah yang terbaik untukku." Darius juga memeluk istri keduanya itu.


.


.


Dinniar keluar dari dalam ruangan kepala sekolah. Dinniar hendak menghampiri kendaraan roda duanya, tapi seseorang menahan dirinya dengan meraih tangannya.


Melihat Jonathan, Dinniar langsung melepaskan pegangan tangannya.


"Ada yang bisa saya bantu?" tanya Dinniar setelah rasa terkejutnya hilang.


"Bisa kita bicara sebentar?" tanya Jonathan.


"Boleh, silahkan ke ruangan kepala sekolah saja." Ajak Dinniar.


"Ini bukan masalah sekolah atau murid ataupun wali murid. Ini masalah rumah tanggamu dengan pria tidak punya hati itu!" Jonathan bicara dengan hati yang menggebu.


"Maksudnya?" tanya Dinniar tidak mengerti. Sebab tidak mungkin kalau Jonathan 6ang sebagai wali salah satu murid sekolah. Mengetahui tentang perselingkuhan suaminya Darius.


"Kita bicara di luar sekolah saja. Mari ikut saya." Jonathan meminta Dinniar naik ke mobilnya.


Jonathan yang melihat penolakan dari Dinniar mengerti sekali maksudnya dan dia masuk ke dalam mobilnya seorang diri.


Jonathan melajukan mobilnya dan Dinniar ikut bersamanya dengan menaiki motor dan berada di belakang mobil sang wali murid.


"Ada apa sebenarnya. apa dia mengetahui tentang Mas Darius? kalau iya, dari mana dia mendapatkan beritanya?" Dinniar mulai mengajukan pertanyaan kepada dirinya sendiri.


"kalau memang dia mengetahuinya. apa yang dia ketahui tentang mas Darius? dan kenapa dia ingin ikut campur masalahku dengan mas Darius?" tanya Dinniar penasaran.


tidak jauh dari sekolah Harapan Jonathan memarkir mobilnya di sebuah cafe. sebuah cafe yang menyediakan kopi dan minuman lainnya.


Jonathan keluar dari dalam mobil dan ia memasuki cafe di sana ia menunggu diniar yang sedang memarkir motornya tidak jauh dari parkiran mobil.


"silakan duduk," kata Jonathan kepada Dinniar.


Jonathan dan dinier saling duduk di bangku mereka masing-masing bangku yang telah disediakan oleh pemilik cafe.


seorang pelayan menghampiri mereka dan menawarkan beberapa menu minuman serta makanan.


"silakan kamu pesan mau minum apa atau kamu ingin makan?" tanya Jonathan.


"tidak perlu Pak, langsung saja pada inti pembicaraan Bapak tadi, Kenapa Bapak ingin bertemu dengan saya dan ingin bicara dengan saya mengenai suami saya?" tanya Dinniar.


Jonathan menarik nafas dalam-dalam, dia mempersiapkan diri untuk bicara segemblang-gamblangnya kepada Dinniar mengenai apa yang dia ketahui tentang dari suami dari Dinniar.


"Maaf Bu Dinniar, sebelumnya mungkin ini adalah perkataan saya yang cukup lancang. dan mungkin Ini pertanyaan saya yang cukup tidak mengenakan di hati Bu Dinniar, tapi saya harus menanyakannya." Jonathan meminta maaf terlebih dahulu sebelum mengatakan semuanya.


"silakan Pak Jonathan saya tidak keberatan. jika memang Pak Jonathan bisa memberitahukan saya alasannya Kenapa Anda ingin membahas tentang saya dan suami saya. terlebih lagi ini menyangkut rumah tangga saya." Dinniar merespon dengan sopan.


"karena saya dan suami Anda bekerja sama di sebuah stasiun televisi yang saya miliki. Dan kebetulan wanita itu juga bekerja dengan kami," ujar Jonathan


dinier sangat terkejut ternyata suaminya menjalin kerjasama dengan Jonathan wali murid dari salah satu muridnya.


"Bu Dinniar, apakah anda mengetahui tentang perselingkuhan suami Anda?" tanya Jonathan penasaran.


"maksud anda?" tanya Dinniar.


"baiklah kalau begitu. kalau memang Anda tidak mengetahuinya saya akan memberitahukannya sekarang. suami anda telah berselingkuh dengan seorang model bernama Cornelia saya mengetahuinya karena saya pernah melihat mereka berdua bermesraan di kantin kantor saya." Jonathan bicara langsung.


"Mas, jadi kamu mempertontonkan kemesraan kalian berdua di luar sana? sungguh kalian berdua tidak tahu malu." batin Dinniar.


"sebenarnya memang bukan hak saya untuk mencampuri urusan rumah tangga kalian, tapi saya hanya kasihan kepada anda saya mengingat tentang kejadian di masa lalu yang terjadi terhadap sahabat saya dan membuat saya ingin membantu anda." lanjut Jonathan.


"saya akan memberikan beberapa foto ini, silahkan anda lihat dan anda cermati gambar-gambar di sana."


Jonathan memberikan ponselnya yang di dalamnya terdapat beberapa foto-foto Darius dan Cornelia.


diniar melihat foto-foto suaminya dengan model yang pernah ia lihat sebelumnya yang bersama suaminya di Bandung. kini dia mendapati foto suaminya bersama model itu berada di Bali mengenakan pakaian adat Bali dan sedang menjalani prosesi seperti orang yang akan menikah.


"Apa maksud dari semua ini?" tanya Dinniar kepada Jonathan.


"itu adalah foto-foto di mana saya mengumpulkannya sebagai bukti agar anda percaya. suami Anda sudah menikah dengan model itu di Bali beberapa minggu lalu. tentu anda tahu kapan tepatnya dia pergi ke Bali."


bagaikan tersambar petir di siang bolong. hati diniat benar-benar hancur sehancur hancurnya bahkan dia tidak lagi dapat berpikir dan tidak menyangka kalau suaminya bisa melangkah dan bertindak sejauh itu.


diniat meletakkan ponsel Jonathan di atas meja dengan tatapan kosongnya.


"saya tidak bermaksud ingin merusak rumah tangga kalian, tapi saya rasa tidak benar jika dia terus membohongimu."


"terima kasih atas informasi yang telah anda berikan. saya harap cukup sampai di sini anda ikut campur dalam rumah tangga kami. biarkan sisanya ada serahkan kepada saya dan saya tidak menganggap kalau anda ingin menghancurkan rumah tangga saya." Dinniar meraih tasnya dan kunci motornya.


"saya pamit dulu." Dinniar meninggalkan Jonathan.


Jonathan rasanya lega telah memberitahukan semua kebenaran itu kepada Dinniar. dia mengikuti apa yang diperintahkan oleh Dinniar untuk tidak ikut campur lagi dan membiarkan Dinniar menyelesaikan permasalahan rumah tangganya sendiri.