
Darius membawa pulang Cornelia ke rumah. Di sana Cornelia berpapasan dengan ibu Susi yang kebetulan sedang menunggu Darius pulang.
"Kamu membebaskan dia?" tanya ibu Susi kepada anaknya Darius.
"Ya, aku memutuskan untuk membebaskannya. Aku mau hidup rukun dengannya dan juga calon anak ku." Darius menggandeng Cornelia masuk ke dalam kamar.
Ibu Susi antara senang dan tidak melihat kepulangan Cornelia ke rumah putranya. bagi Ibu Susi memang lebih baik mereka tetap bersama agar Darius tidak lagi mengganggu kehidupan pribadi Dinniar.
"Ibu harap kalian bisa akur dan selalu menjaga cinta suci itu. Jangan ada lagi pengkhianatan diantara kalian." Harapnya saat melihat anak dan menantunya bergandengan tangan.
Seorang ibu selalu ingin yang terbaik untuk anaknya. meski anak pernah melakukan kesalahan, tapi kekasih sayang mereka tidak akan pernah luntur. Kasih sayang seorang ibu selalu ada dan takkan pernah berubah. Orang tua bersikap tegas kepada anak yang melakukan kesalahan bukan berarti tak sayang. Justru karena dia sayang, dia memberikan pandangan kepada sang anak. meski kerap kali terlibat seperti orang marah. Namun, ketahuilah marahnya adalah wujud cintanya kepada sang anak. Kita sebagai seorang anak baru bisa mengetahui apa maksud dan kenapa dia marah yang katanya sayang kepada kita. Saat nanti kita sudah merasakan menjadi orang tua. kita akan paham semua perasaannya dan bagaimana wujud kasih sayang yang di sampaikan lewat Omelan.
Darius dan Cornelia sudah berada di dalam kamar mereka. Sebagai seorang istri yang sudah lama sekali tidak menjamah tubuh suaminya dan tidak di jamah tubuhnya oleh suaminya. Membuat Cornelia ingin sekali melepaskan rasa rindu disentuh dan menyentuh.
Cornelia langsung memeluk Darius dari samping saat mereka duduk saling berdampingan. Namun, tak di sangka Darius malah menepis tangan Cornelia yang sedang memeluknya dan mendorong sedikit tubuh Cornelia hingga pelukannya terlepas.
Melihat sikap suaminya yang acuh. Cornelia mencebikkan bibirnya. Dia berharap Darius bisa seperti dulu lagi. penuh gairah, sangat perhatian dan memprioritaskan dirinya sebagai seorang wanita.
"Sayang, jangan pernah mengabaikan aku. Aku sudah banyak berkorban untukmu." Cornelia mengusap dada suaminya dengan penuh kelembutan.
Darius yang sama-sama sudah lama tidak merasakan kehangatan wanita. menjadi terbuai dalam sentuhan yang diberikan oleh Cornelia ke seluruh jengkal tubuhnya.
"Jangan menahan hasrat mu, Mas. kita sama-sama tahu kapasitas kita menahan gairah. Aku yakin selama tidak ada aku. kamu bermain dengan beberapa tiruan milikku." Cornelia melihat ke meja rias ada tiruan kewanitaan terletak di sana.
Darius pasti lupa merapihkan setelah semalam dia bermain seorang diri. Darius beberapa bulan ini hanya bisa bermain dengan barang tiruan saja.
"Kamu tahu sayang, aku juga begitu merindukanmu. Aku yakin kamu juga merindukanku."
Cornelia benar-benar membangkitkan ke lelakian suaminya. Darius yang haus akan belaian selama beberapa bulan. Tidak bisa menolaknya. Darius dengan cepat mencumbu wanita yang masih sah menjadi istrinya.
"Terus sayang. Kamu memang sangat jago dalam hal ini. Ayo kita buat malam ini lebih panas dari malam-malam kita sebelumnya."
Cornelia terus berusaha memancing hasrat suaminya yang sudah panas. Namun, sayang Darius hanya merespon dengan sentuhan tanpa sepatah katapun membalas perkataan Cornelia.
Cornelia bisa melihat jelas masih ada kemarahan tersimpan di hati Darius untuknya. Dari cara Darius menyentuhnya cukup berbeda dari sebelumnya, tapi tetap itu membuat dirinya merasa senang. Semakin liar permainan semakin bisa memuaskan hasratnya untuk bercinta.
Dinniar mendapatkan kabar berita tentang pembebasan Cornelia oleh Darius. Ada rasa kesal di hatinya. Sebab awalnya Darius bersikeras ingin memberikan hukuman untuk wanita itu, tapi nyatanya akhirnya dia yang membebaskannya juga
"Ucapannya memang tidak bisa dipercaya. aku tidak percaya dia bisa sangat labil begini. Dia dulu bahkan bukan pria yang bisa dengan mudah di pengaruhi. entah apa yang membuatnya berubah seperti ini, atau ini memang tabiat aslinya yang tidak pernah aku tahu." Dinniar meremas tisu yang di pegangnya sambil menatap dirinya di cermin yang terpasang di dinding kamar mandi.
Dinniar sedang berada di dalam kamar mandi. Dia tidak ingin air matanya dilihat oleh suaminya. Dia tidak mau membuat Jonathan khawatir.
Sudah banyak yang dilakukan oleh Jonathan untuknya dan juga Tasya. dia tidak mau semakin membebani suaminya itu. Dia merasa tidak enak meskipun sekarang Jonathan sudah menjadi suami sahnya.
Ceklek suara pintu kamar mandi terbuka. dengan cepat Dinniar menghapus jejak air matanya. Jonathan melihat semua itu. bahkan tanpa dia lihat'pun. Dia sudah tahu seperti apa perasaan istrinya saat ini. Jonathan suami yang sangat pengertian. dia juga tetap memberikan pemantauan kepada Darius dan Cornelia. ada banyak pasang mata dan telinga yang bisa memberikannya informasi dengan senang hati.
"Sayang, kamu tahu. Kebahagiaanmu adalah kebahagiaan ku. Aku tidak akan bertanya apapun atau memberitahu apapun kepadamu. aku yakin kamu sudah tahu. Jadi jangan sembunyikan perasaanmu dariku. aku mencintaimu." Jonathan memeluk Dinniar dari belakang.
Dinniar menjadi banjir air mata hanya karena perkataan suaminya. dia tidak menyangka kalau Jonathan begitu peka.
Dinniar memutar tubuhnya hingga kini mereka bisa saling memandang.
"Jangan menangis lagi." Jonathan mengusap dan menghapus air mata yang meleleh di pipi istrinya.
"Maafkan aku yang menyembunyikan semuanya." Dinniar malah menjadi semakin tidak enak hati karena menyembunyikan hal yang ternyata tak bisa dia sembunyikan dari suaminya.
Jonathan terlalu peka dan dua langkah di depannya dalam bertindak. Dinniar tidak sadar akan hal itu. dia tidak sadar kalau ternyata Jonathan masih mengawasi Darius dan juga Cornelia selama ini.
"Maaf, aku tidak bermaksud menyembunyikan semua ini. aku hanya merasa tidak mau membebani dirimu." kata Dinniar sambil menatap mata suaminya.
"aku tahu sayang. makanya aku tidak ingin bertanya. namun, aku ingin mengiburmu. Apa kamu bersedia di hibur oleh pria tampan ini?" tanya Jonathan dengan memasang wajah yang membuat istrinya terkekeh kecil.
"Aku mau. aku yakin pria tampan akan memberikan penghiburan yang terbaik untukku." Dinniar tersenyum simpul.
"Jangan pernah menyembunyikan apapun. jika perlu bicara maka bicaralah kepadaku. aku akan selalu melakukan yang terbaik untukmu." Kata Jonathan sebelum mereka keluar dari kamar mandi.
Dinniar dan Jonathan keluar dari kamar mandi dengan bergandengan tangan. mereka menuju ke dalam kamar tidur dan di sana Jonathan memberikan penghiburan yang terbaik untuk istrinya. Mereka benar-benar sepasang suami istri yang saling menjaga satu sama lain. saling tidak ingin menyakiti dan menjaga perasaan satu sama lain. tak banyak pasangan suami istri yang seperti itu. terlebih Dinniar yang sudah pernah gagal satu kali dalam pernikahannya. dia sangat ingin menjaga pernikahan keduanya hingga maut memisahkan atas kehendak tuhan dikala mereka sudah sama-sama menua.