Not Perfect Wedding

Not Perfect Wedding
Part 183 - berubah, tapi tak bisa mengubah apapun.



Darius bersiap untuk pergi bekerja. Dia keluar dari dalam kamarnya dan dia lihat ibunya sedang menyiapkan beberapa menu sarapan.


"Wah, sepertinya sarapan hari ini sangat spesial. Aku rasa ibu membuat hariku menjadi lebih bersemangat lagi." Darius duduk di kursi dan siap menyantap sarapan pagi buatan ibu tercintanya.


"Ini, ibu bawakan makanan spesial untuk Tasya. kamu hari ini akan bertemu dengannya di kantor jonathan bukan?" tanya ibu Susi.


"Aku akan pastikan Tasya makan masakan ibu dengan sangat lahap. ini adalah menu kesukaannya. opor ayam buatan neneknya tercinta." Darius begitu senang setiap kali dia akan pergi ke kantor Jonathan dan bertemu dengan putrinya.


Jonathan bukan tidak mengizinkan Darius untuk singgah ke rumahnya. hanya saja. emosi Dinniar yang sering naik turun karena kehamilannya membuat Jonathan takut kalau Dinniar berpikir Darius akan merebut Tasya darinya.


"Sampai kapan kalian akan terus bertemu di belakang Dinniar seperti ini? apa tidak takut kalau nanti Dinniar mengetahuinya?" tanya ibu Susi sambil menyiapkan air putih untuk Darius.


"Sebenarnya Dinniar tahu Bu. Hanya saja dia tidak mau kalau aku menemui Tasya di hadapannya. Ibu seperti tidak ingat saja bagaimana Dinniar jika sedang hamil. dia akan sangat sensitif. makanya sekarang aku dan Tasya hanya boleh bertemu di kantor jonathan jika aku ada urusan pekerjaan saja ke sananya." Tutur Darius sambil terus menikmati sarapannya yang lezat.


"Ketika dulu kamu memutuskan untuk bercerai. apa tidak ada sedikitpun terbesit di hatimu sebuah penyesalan?" tanya ibu Susi tiba-tiba.


"Ada, Bu. hanya saja setan itu lebih kuat bujuk rayunya dibandingkan malaikat. mungkin karena aku lemah iman jadi setan lebih mampu untuk menghasut aku." Darius sedikit terkekeh.


Darius memang sempat menolak perceraian yang diajukan oleh Dinniar sebagai solusi dari hubungan mereka berdua. Darius sempat memohon kepada Dinniar agar mau memberikannya satu kesempatan. Namun, sayangnya Dinniar tidak cukup besar hati untuk memaafkannya dan memberikan kesempatan itu. Dinniar sudah sangat kecewa dan hancur hatinya karena pengkhianatan yang dilakukan oleh suaminya.


"Bu, aku pergi dulu. ibu jangan lupa kunci pintu dan baik-baik di rumah. jika mau keluar rumah, hubungi saja supir. dia akan menjemput ibu dan mengantar kemanapun ibu mau pergi. jangan pergi sendirian." pesan Darius.


Saat dia mengetahui liciknya Cornelia. Darius menjadi lebih ekstra ketat menjaga ibu dan putrinya. dia tidak mau ada hal buruk lagi yang terjadi. Darius masuk ke dalam mobilnya dan mengendarainya agar bisa sampai tepat waktu di kantor Jonathan.


Darius menyetel radio dan mendengarkan beberapa musik yang diputar oleh penyiar radio. Tanpa sengaja ada lagu nostalgia antara dia dengan Dinniar. Darius menaikan volume suara dan mendengarkannya. dia sangat khidmat mendengarkannya hingga terbawa suasana. Dia mengingat semua kenangan manis bersama dengan Dinniar dan Tasya.


Dia dan Dinniar sangat serasi dan sangatlah bahagia. Dia yang setiap pulang disambut oleh istrinya dan urusan ranjang pun mereka tidak pernah lupa untuk melakukannya. Kata cinta dan sayang saja selalu terselip setiap kali mereka berkomunikasi. Hal itu membuat Darius merasa buruk terhadap Dinniar. Cinta yang dia rasa tidak akan pernah berubah ternyata berubah karena kebodohannya sendiri. Darius merasa menyesal dan menangisi dirinya sendiri.


Di saat dia sudah mulai menata dirinya sendiri. Dia sudah kehilangan jauh orang-orang yang sangat menyayangi dan juga sangat tulus kepadanya.


"Semua ini mungkin tidak akan pernah bisa mengubah takdir kita. Namun, setidaknya bisa mengubahku dan takdirku di jalan yang lebih baik dan mulus." Darius terdengar begitu berusaha mengiklaskan apa yang sudah dia sia-siakan dulu.


Mungkin jika dia tidak bermain api. mereka masih hidup bahagia dan mereka masih hidup bersama dengan saling menyayangi.


Darius sampai di kantor Jonathan. dia pergi menaiki lift menuju ruangan dimana dia bisa bertemu putrinya dulu sebelum membahas pekerjaan dengan jonathan, papa sambung putrinya.


"Tasya."


"papi." Tasya berlari dan memeluk Darius.


"apa itu papi?" tanya Tasya.


"Makanan kesukaan Tasya. nenek yang membuatnya." kata darius sambil mengajak putrinya duduk di sofa.


Darius meletakkan rantang makanan dan membukanya perlahan. Saat itu Tasya sangat bersorak kegirangan. opor ayam dan tahu coklat adalah menu kesukaannya. Dia langsung mencobanya. saat masuk satu sendok ke dalam mulutnya. Sensi dari rempah-rempah begitu terasa di mulutnya.


"Terima kasih nenek aku suka."


Tasya langsung berteriak di kamera ponsel Darius yang sedang merekamnya makan makanan yang di bawakan oleh neneknya.


Darius sengaja mengabadikan momen itu untuk dia kirimkan kepada ibunya. dia juga ingin ibunya merasakan kebahagiaan lagi meski tak bisa membawa Dinniar sebagai nyoba rumah.


Darius yang sedang menemani anaknya makan. mulai membacakan cerita untuk Tasya.


Teman baru di Pantai Kuta


Suatu sore di Pantai Kuta Ayu biasa dia dipanggil oleh keluarganya dan juga teman-temannya Ayo Tengah meronce bunga kamboja besok pagi acara Melasti dimulai Ayu dan keluarganya akan pergi ke pura bersama-sama tugas Ayu adalah untuk meronce bunga untuk hiasan sanggul.


ibunya ayu sedang menyiapkan sate lilit dan jukut undis untuk kelengkapan sesajen Kak Ali dan bapaknya sudah menyiapkan hiasan janur untuk tempat sesajen mereka


Ayu semakin asyik merangkai Kamboja sampai tak sadar ada seseorang di depannya seorang anak perempuan kece berambut bule berdiri sendiri sambil tersenyum kepadanya padahal hari menjelang senja dan sudah tidak banyak wisatawan yang berada di pantai anak kecil itu memegang sebuah karton biru bertuliskan Nicole dia tersenyum memperlihatkan gigi putihnya


Ayu paham nama anak itu adalah Nico dan dia adalah seorang gadis tuna wicara ketika Ayu menanyakan beberapa pertanyaan


Di call hanya menggeleng dan mata sendunya menceritakan bahwa anak itu sedang tersesat atau terpisah dari orang tuanya


Tak pelak lagi ayu terenyuh melihatnya digandengnya dengan tangan mungil berkulit pucat itu dan dibawanya Nicole menemui bapak di rumah akhirnya malam itu mereka sibuk mencari orang tua di kol mulai dari melaporkan ke polisi sampai menyusuri jalan sepanjang pantai Kuta Mereka bertanya kepada para petugas hotel tempat parawisatawan asing menginap tapi semuanya menggeleng tulisan tangan Nicole yang berusia sekitar 6 tahun itu pun hampir tak terbaca.


namun akhirnya ayu mengerti tulisannya Nicole menulis nama mama dan papanya yaitu nancy dan Brandon malam itu akhirnya Nicole menginap di rumah ayu sebentar Dia terisak sebentar kemudian tertawa karena cara bicara Kak Ali yang dianggapnya lucu


ayu bingung menghibur teman barunya itu dia tak pernah berkomunikasi dengan anak-anak tuna wicara namun Niko sangat senang melihat album foto keluarga ayu ada berbagai acara keagamaan dan adat di sana Nicole bahkan menunjuk-nunjuk kemben dan sanggul yang dipakai oleh ayu Ibu paham bahwa Niko ingin juga memakainya Niko yang terlihat takjub melihat Bapak dan Kak Ali berlatih tari kecak.


keesokan hari kerja diadakan acara Melasti di pura kota Denpasar Bapak dan Ibu ayu berharap orang tua di call melihat mereka di sana nikol didandani memakai kemben dan sanggul Dia terlihat lucu dan menggemaskan


Bapak menggendong nikel di tengah kerumunan Mbak wisatawan asing namun kemudian ada seorang perempuan yang memanggil Nicole ternyata itu adalah mamanya Nicole dipeluknya Nico erat-erat Dia sangat berterima kasih kepada keluarga ayu untuk saja keramahan warga Bali pembantunya menemukan kembali anak satu-satunya yang tuna wicara.