
9 bulan sudah dinniar mengandung dan pada akhirnya dia melahirkan seorang bayi mungil berjenis kelamin laki-laki. Jonathan begitu senang ketika dia mengetahui anak pertamanya berjenis kelamin laki-laki. semua orang mengucapkan selamat kepadanya karena berhasil menjadi seorang ayah yang sesungguhnya.
" selamat Jonathan akhirnya kamu benar-benar menjadi seorang ayah dan lihat bayi ini benar-benar mirip denganmu saat kamu masih kecil." Mama Jonathan menepuk pundak putranya.
semua orang sangat bahagia menyambut kelahiran bayi laki-laki mungil. Bahkan mereka berdua sudah banyak dibanjiri hadiah sebelum Putra mereka lahir ke dunia. Mama Jonathan dan mama diniar menyiapkan sebuah hadiah besar. tidak lupa Ibu mertuanya juga menyiapkan sebuah hadiah besar yang dititipkan kepada Darius karena dia sedang berada di luar kota saat ini dan tidak bisa menemui dinniar.
" lihat hidungnya sangat mancung persis sepertimu Jonathan." lagi-lagi Mama Jonathan terus menyama-nyamakan cucunya dengan sang anak.
" tapi coba kamu perhatikan mata bayi ini mirip sekali dengan dinniar. mata yang bulat dan bersinar serta ujungnya runcing sangat sempurna seperti mamanya." ujar juwita mamanya dinniar.
Kini kehidupan dinniar menjadi lebih sempurna dengan kehadiran buah hati pertamanya dari Jonathan, meskipun bagi dirinya itu adalah anak kedua. semua orang hari ini bahagia untuk dinniar dan juga Jonathan.
"Sayang nanti sore kakak mu akan datang. dua kakak yang sangat cantik dan pastinya akan sangat menyayangimu." ujar mama dari Jonathan.
pemandangan yang sangat indah dan sangatlah menyebutkan mata. mereka saling tertawa dan saling membalas senyuman. Dinniar bahkan tidak terlihat seperti seorang wanita yang habis melahirkan karena dia memiliki seluruh energi di dirinya.
Jonathan terus menatap wajah istrinya yang begitu bersinar di matanya. Dia memeluk istrinya. "Terima kasih sudah berjuang. aku tidak akan pernah mengabaikan dirimu. kamu adalah wanita hebat setelah ibuku. kamu mampu menahan rasa sakit itu demi anak kita." Jonathan terus mengucapkan syukur dan terima kasih untuk istrinya yang sudah memberikannya seorang Putra yang tampan dan memiliki kulit seputih mutiara.
"aku juga terima kasih kamu sudah menjadi suami siaga. kamu memang papa yang sangat hebat, sayang." dinniar membalas semua pujian yang diberikan suaminya.
Mereka berhasil melengkapi puzzle kebahagiaan. Mereka berhasil membuat semua orang semakin bangga kepada mereka berdua.
"Mami." suara teriakan terdengar ketika pintu ruangan perawatan vvip terbuka.
tasya dan alesya ternyata datang lebih awal dari dugaan mereka. kedua kakak itu pasti sudah tidak sabar ingin bertemu dengan adik bayi mereka yang baru lahir ke dunia.
"adik bayinya laki-laki ya Mami?" tanya tasya ketika melihat wajah adik bayinya dari dekat.
"sangat tampan. apa dia sudah punya nama?"tanya twsya kembali.
"sudah, lihat di papan sebelah sana. ada nama adik bayinya." Jonathan menunjuk ke arah papan identitas bayinya.
"Devano Alexander, nama yang bagus." twsya kembali memuji.
Alesya ikut melihat adik tampaknya. dia ikut senang dengan kelahiran anak dinniar yang akan dia anggap sebagai adik kandungnga sama seperti tasya. mereka kini me jadi tiga bersaudara dengan hadirnya devano diantara mereka.
"Tasya, kenapa kamu meninggalkan papi nak." Terlihat darius muncul dari balik pintu dengan nafas terengah-engah.
"darius? apa kamu di sini juga?" tanya Jonathan.
"kami berdua datang kemari bersama dengan om darius, papa." ujar alesya
"papa kira kalian kemari diantar pak rendah." Jonathan sedikit terkejut.
"sudah tidak apa, diantar siapapun yang penting mereka selamat sampai di sini." kata mama juwita.
Dinniar melihat kecemasan di mata suaminya. pasti dia masih menyimpan rasa ragu dihatinyankepada darius. dinniar membawa tangan suaminya ke dalam genggamannya. Jonathan mengetahui kalau istrinya menyadari perasaannya saat ini.
"tadi kami ingin menghubungi pak rendah, tapi takut mengganggu pekerjaannya. saat kami ingin meminta pak supir mengantar, om darius tiba di rumah. tasya meminta diantar kemari dan aku mengikutinya." beber alesya.
Semua orang yang ada di sana menyadari bahwa ikatan twsya dengan darius sudah mulai kembali terjalin dengan erat. orang bilang darah lebih kental dari pada air. itulah mengapa kita tidak mudah memutuskan ikatan kekeluargaan.