Not Perfect Wedding

Not Perfect Wedding
Part 162 - Bukan tikus biasa



Jonathan membicarakan banyak hal dengan Rendy. dia kemudian memerintahkan Rendy untuk lebih berhati-hati dalam bertindak kali ini. karena tikus yang mereka cari adalah tikus siluman yang tidak bisa dia langsung tangkap dengan cara yang gegabah.


Mereka berdua menyusun strategi untuk menemukan si tikus dan membicarakan bagaimana caranya agar bisa menemukan semua kamera CCTV yang tersembunyi itu.


"Saya mau kamu bertindak dengan cepat, Ren. karena saya tidak mau Tasya terluka lebih dalam karena sikap Alesya saat ini."


"Baik pak. saya akan memastikan kalau saya bisa menyelesaikan semuanya. secepat mungkin." Rendy meyakinkan bosnya kalau dia bisa melakukannya dengan cepat dan tepat.


"Ren, ingat jangan gegabah dan lakukan dengan sangat cermat. mereka bukan tikus biasa."


Selesai berbicara dengan Rendy panjang lebar. akhirnya mereka berpisah. Jonathan langsung pergi ke ruangannya sedangkan Rendy pergi ke suatu tempat untuk menjalankan misinya menemukan tikus siluman.


Bagi Rendy keutuhan rumah tangga dan keselamatan keluarga bosnya adalah hal yang sangat utama. dia yang sudah mengabdikan dirinya bertahun-tahun lamanya kepada keluarga Jonathan membuat dirinya semakin loyal akan waktu, tenaga dan pikiran. karena apa yang dia kerjakan juga sebanding dengan pendapatan yang diberikan perusahaan kepadanya.


Rendy seorang asisten pribadi yang sangat sejahtera. dia memiliki mobil jenis sedan yang cukup mewah. dan dia juga memiliki sebuah apartemen yang cukup besar dengan tiga kamar di dalamnya, dapur yang cukup luas dan juga perabotan rumah yang sudah cukup canggih.


"Kalian segera berkumpul. saya punya tugas untuk kalian semua. ingat pergerakan kita sedang diawasi. jadi jangan pergi secara bersamaan."pesan Rendy kepada beberapa anak buahnya.


Rendy tidak mau rencananya gagal. dia mau rencana segera terlaksana agar keluarga Jonathan kembali ke keadaan seperti semula.


Rendy mengendarai mobilnya menuju apartemen. dia akan membicarakan setiap rencananya yang sudah tersusun rapih dan sudah di setujui oleh Jonathan tadi saat mereka berbincang-bincang.


...****************...


Dinniar, Tasya dan Alesya yang sudah pulang ke rumah setelah sekolah langsung masuk ke dalam kamar masing-masing. Dinniar melihat sikap Alesya yang masih jutek kepada Tasya. dan dia juga melihat Tasya yang sangat terpukul dengan sikap kakaknya membuat anak itu harus terus cemberut seharian.


"aku harap semua ini akan segera berakhir. aku tidak mau semua ini terjadi berlarut-larut. kasihan mereka berdua. yang biasanya sangat ceria kini harus saling bersedih."


Orang tua mana yang bersikap biasa saja ketika melihat kedua anaknya saling tidak menegur sapa dan seperti sedang bermusuhan. Dinniar memperhatikan Tasya dan dia akhirnya mengambil keputusan untuk menemui putrinya dan menghiburnya sampai Alesya bisa kembali bebas.


"Sayang. kamu kenapa sih kok cemberut begitu. mami lihat kamu tuh cemberut terus sejak pulang sekolah tadi." tanya Dinniar yang sebenarnya Sudak tahu maksud dari Tasya.


"Aku mau main sama kakak Alesya, Mamih. kenapa kakak Alesya enggak mau ngomong sama aku. biasanya kalau kita ketemu kakak pasti ngobrol sama aku. mih, aku kangen kakak Alesya." lirihnya dengan raut wajah penuh dengan sejuta kesedihan.


"Sayang, kamu harus sabar ya. kakak itu dia lagi sibuk. makanya kakak lagi tidak suka bicara dan bermain." jelas Dinniar dengan memperhatikan setiap katanya.


Dia tidak mau kata-katanya menyakiti Tasya. dia juga tidak mau kalau sampai rencananya gagal karena salah bicara.


Dinniar menyisir rambut putrinya dengan jari-jarinya. dia berharap Tasya bisa menahan rasa sedihnya.


"Sayang. nanti kalau kakak sudah tidak sibuk. pasti dia mau bermain denganmu."kata Dinniar


Tasya hanya menganggukkan kepalanya tanda mengerti apa yang dimaksud oleh Dinniar.


"Aku akan tunggu kakak sampai tidak sibuk lagi. aku enggak akan ganggu kakak Alesya yang sedang sibuk menyiapkan ujian."


Alesya mendengarkan apa yang diucapkan oleh Mamih dan adiknya. tidak terasa butiran air mata lolos dan membasahi pipinya. dia tidak berhasil menahan rasa harunya. dia Ngan senang adiknya mau menunggunya.


Alesya langsung menghapus air matanya dan dia langsung menutup pintu kamar yang menjadi penyambung kamar mereka berdua.


Alesya semakin bertekad akan menemukan wanita misterius itu. dia tidak akan pernah membiarkan wanita itu lolos lagi. sayangnya sejak dia di culik wanita itu tidak pernah menunjukkan batang hidungnya sedikitpun. Alesya jadi tidak bisa mencari tahu tentang wanita itu.


" Apa yang harus aku lakukan lagi untuk membantu papa dan mamih untuk mendapatkan wanita misterius itu. kita semua harus menangkapnya dan menyerahkannya ke kantor polisi." Alesya terus berbicara di dalam hatinya agar tidak ada pembicaraannya yang terekam.


Jaman yang sudah serba canggih dan manusia yang semakin tanggap dengan elekronik membuat semua orang sangat mudah untuk melihat dunia dan mengembangkan potensi diri mereka. mencari pekerjaan saja mereka tidak perlu sibuk seperti zaman dulu yang harus pergi langsung ke kantor. Sekarang karena kecanggihan teknologi semua orang bisa mengirim lamaran pekerjaan melalui internet dan juga bisa interview melalui tatap muka tanpa bertemu langsung.


...****************...


Cornelia dan Darius selesai makan malam berdua. Cornelia tidak lagi merasakan perutnya keram dan tidak juga merasakan perutnya melilit seperti tadi.


Dia dengan sangat nyaman makan malam dengan suaminya. bahkan dia tidak juga merasakan mual dengan makanan yang ada di dihadapannya.


"Sayang, apa besok aku boleh keluar rumah?" tanya Cornelia.


"Bukan kah hari ini juga kamu pergi? jadi untuk apa kamu meminta izinku agar bisa keluar rumah besok?" tanya Darius dengan tatapan sinisnya.


Cornelia begitu terkejut karena Darius mengetahui kalau hari ini dia pergi keluar rumah.


"aku tadi keluar rumah hanya untuk kembali makanan ini saja. karena tadi seharian aku merasa lemas. jadi aku tidak sempat membuat masakan untuk kita makan malam." Cornelia berbohong lagi kepada Darius.


banyak sekali kebohongan yang sudah dia katakan kepada suaminya sendiri. Dia tidak menyadari kalau kebohongannya semakin akan mempersulit dirinya.


"Ya, pergilah kemanapun kamu suka. aku yakin kamu tidak perlu izinku untuk kemanapun kau ingin pergi." Darius meletakkan sendok dan langsung beranjak dari tempat duduknya. dia merasa tidak nyaman lagi bersama dengan Cornelia yang selalu membohonginya.


Cornelia terlalu meremehkan Darius. dia tidak tahu kalau Darius menyadari kalau dirinya setiap hari pergi ke suatu tempat yang tidak Darius ketahui dimana itu.


Cornelia memutar kedua bola matanya. dia jengah dengan sikap dingin Darius itu. namun, dia tidak bisa menyerah dengan keputusan yang sudah dia buat untuk menikah dengan Darius.


...****************...


Di rumah besar Dinniar dan Jonathan sedang sibuk di kamar mereka masing-masing. tak lama lampu di rumah besar itu mati seketika.


Alesya, Dinniar, Jonathan, tasya dan juga orang-orang yang ada di dalam tidak ada yang keluar kamar mereka. Di ruang bawah hanya ada BI Imah dan si mbok.


Sedangkan di luar rumah banyak sekali penjaga yang bertugas menjaga rumah. Jonathan memberikan perintah untuk semua berjaga tanpa masuk ke dalam rumah.


Tasya yang berada di dalam kamar bersama dengan baby sitternya. sedang asik bercerita tanpa penerangan sedikitpun. semua lampu padam dan Surti juga tidak menyalakan sinar lampu dari ponsel miliknya.


"Mba, kenapa mami dan papa tidak ke kamar kita?" tanya Tasya.


"Sepertinya Mami dan papa sudah tidur sayang. kita juga sebaiknya tidur. mba akan temani Tasya tidur." Surti menyandarkan kepala Tasya tepat di bahunya. dia tahu kalau Tasya takut akan kegelapan. karena selama imi dia tidur dengan lampu kecil yang memberikan sedikit penerangan di dalam gelap.


Surti memastikan Tasya bisa tertidur lelap dan tidak merasa takut.