
Dinniar dan Jonathan sampai di rumah. mereka langsung masuk ke dalam kamar dan hal tak terduga terjadi. Jonathan mengajak istrinya bercinta. Dinniar merasa ada hal yang berbeda dari suaminya.
Selama mereka bercinta. pikiran Dinniar melayang jauh seakan sedang ada yang dipikirkannya.
"Sayang. Terima kasih sudah bersamaku selama ini. Aku tidak mau kehilanganmu." bisik Jonathan sebelum mereka selesai bercinta.
Dinniar memeluk suaminya erat dan mengecupi seluruh wajah Jonathan dengan sangat mesra.
"Aku juga mencintaimu. Aku tidak akan pergi dan akan selalu bersamamu. Kamu adalah belahan jiwaku." Dinniar mengusap wajah gampang sang suami penuh kasih sayang. Membuat Jonathan menjadi lebih tenang.
Jonathan memiliki kebiasaan bercinta dengan agresif ketika hatinya gelisah. Dengan begitu dia menjadi lebih tenang dan akan tertidur lelap di dalam dekapan sang istri. setelah itu dia akan mulai bercerita di pagi harinya tentang masalah yang sedang dia hadapi. Kebiasaan saling terbuka satu sama lain membuat mereka tidak nyaman untuk menyembunyikan hal apapun dari pasangan.
.
.
.
Melinda membuat janji temu lagi dengan Evelin melalui manager artis. Melinda sudah memiliki rencana yang bagus kali ini untuk Jonathan dan evelin yang bisa menguntungkan dirinya.
Melinda bersiap pergi ke kantor karena hari sudah mulai terang. pagi datang begitu cepat. Melinda yang sudah menunggu hari ini semakin bersemangat untuk bekerja.
Dengan memakai pakaian yang cukup ketat membuat lekukan tubuh Melinda terlihat dari sisi manapun. Papanya yang melihat anak perempuannya sudah siap dengan pakaian kerja berwarna merah muda juga ikut semangat. Dia yang begitu mendukung Melinda selalu berusaha untuk melindungi anaknya.
"tentu dong, pah. Aku sudah punya ide cemerlang agar mereka bisa bertemu dan saling bicara. Aku sudah mengaturnya dengan manager Evelin." terangnya dengan wajah sumringah.
Syam begitu menanti kehancuran Jonathan. Dia ingin keponakannya itu terpuruk dan akhirnya jabatan direktur akan ada di tangannya.
"papa menunggu hasilnya. Jangan terlalu lama. Kita harus segera merebut hotel. Karena hotel seharusnya menjadi milik papa." ambisi yang ada di hati Syam semakin membara.
Bagi Syam satu alasan saja sudah cukup untuk membuatnya memiliki ambisi yang kuat. Hotel yang seharusnya jatuh ke tangannya malah jatuh ke adik perempuannya. Ditambah sekarang keponakannya menikah dengan seorang wanita dari keluarga kaya yang bisa memperkuat posisi jonathan. Itulah mengapa dia mengerahkan Melinda untuk merusak rumah tangga anak dari adiknya. Dia ingin mereka terpecah belah dan pada akhirnya membuat Jonathan kembali terpuruk. Dulu saat Jonathan terpuruk masih ada kakaknya yang mengelola perusahaan. Namun, kini tidak akan ada yang mengelolanya jika hal buruk terjadi kepada keponakan laki-lakinya itu. Sudah pasti dia yang akan memegang kendali.
Melinda selesai sarapan dan berpamitan kepada kedua orang tua angkatnya. Dia pergi menggunakan mobil pribadinya sendiri. Dan saat dia keluar dari pintu rumah. Melinda berpapasan dengan kakak tertuanya.
"Sudah kau jalan kerja?" tanyanya.
"Sudah dong kak. Aku jalan dulu ya. Mama dan papa udah nunggu kakak tuh di dalam." ujar melinda sambil menuruni tangga teras rumahnya.
"Kerja yang bener. Jangan nyusahin orang." teriak pria dengan tubuh tegap dan sangat atletis itu.
"tenang ajah, kak. Aku selalu kerja yang bener kok." Melinda masuk ke dalam mobil.
Melinda begitu disayangi oleh kedua kakak angkatnya. Namun, sayangnya kedua kakak angkatnya tidak pernah tahu apa rencana adiknya dengan papanya selama ini.