Not Perfect Wedding

Not Perfect Wedding
Part 125 - Besan yang akur



Malam kembali menjelang. kedua besan yang sudah akrab sebelum mereka dipersatukan oleh tali kekeluargaan. kembali menikmati film kesukaan mereka berdua.


"kita nonton film lagi yuk. mumpung anak-anak sudah tidur." ajak mama Juwita


"Bu. Imah boleh ikut nonton juga enggak?"tanya Bi Imah.


"boleh dong Imah masa Iyah saya melarang kamu untuk menonton film." tutur mama Juwita.


akhirnya mereka menonton film itu bertiga. ternyata bi Imah juga menyukai film yang sama dengan mereka berdua.


adegan film lanjutan.


"Celline dari mana saja kamu?" Tanya ibunya saat Celline sampai di sebuah ruko yang menjadi kantor Agencynya.


"Dari studio Luis"


"Tadi ibu menelepon Luis, katanya kamu sudah pulang sejak tiga puluh menit yang lalu, tapi baru sekarang kamu sampai, padahal jarak nya hanya dua puluh menit dari sana kemari" gerutu ibunya Celline.


"Ibu sudah lah, yang penting aku sudah sampai kan"


Celline berjalan menuju ruang kerjanya.


"Tadi ada pria yang mencari mu" kata ibu Celline.


Sontak Celline langsung menghentikan langkahnya dan kembali membalikkan badan menghampiri ibunya.


"Pria? Siapa? Mau apa?" Tanya Celline yang merasa tidak ada janji dengan siapapun hari ini.


"Dia bilang ingin menemuinya"


"Hanya itu?"


"Iyah, hanya itu, pria itu memakai jas rapih dan dia terlihat seperti seorang mafia, apa kau terlilit hutang?" Kata ibu Celline asal bicara.


"Ibu! Jangan asal bicara aku tidak akan pernah berhutang kepada siapapun" kata Celline menegaskan bahwa ia tak pernah berhutang


"Lalu siapa pria itu?"tanya ibunya


"Mungkin hanya pelanggan yang mau kucingnya dicarikan jodoh" kata Celline dengan santai.


"Bu, dimana Milly?"tanya Celline sambil melihat sekitar mencari keberadaan kucingnya.


"Ada di kamarnya, kucing itu kenapa sangat rapih sekali kamarnya dan harum, seperti manusia saja" kata ibunya sedikit menyinyir.


"Karena dia kucing istimewa, apa kata pelanggan jika bertemu kucingku dan dia mengeluarkan bau tak sedap? Pelangganku bisa kabur semua" kata Celline dan menghilang dari pandangan ibunya.


******


"Milly, apa kau tau tadi aku hampir menabrak seekor kucing" cerita Celline saat berada dikamar Milly.


"Benarkah?"


Celline mengangguk.


"Benar kucing itu hampir aku tabrak, tapi anehnya aku cari-cari dia tidak ada" kata Celline melanjutkan ceritanya


"Apa ini sudah saatnya?" Gumam Milly dalam hati.


"Haaaah hari ini aku bisa beristirahat, besok kita akan kedatangan beberapa tamu, aku mau ke lantai atas dulu melihat para kucing" Celline bangun dari duduk nya dan keluar dari dalam kamar Milly.


Celline selain menjodohkan para kucing juga merawatnya, beberapa pelanggan memutuskan untuk menitipkan kucingnya agar bisa melahirkan dengan sempurna, ada juga yang memilih untuk merawatnya sendiri, jika pelanggan yang datang membawa kucing jantan maka sebagian dari mereka memutuskan si betina di pelihara olehnya atau tetap bersama pemiliknya, jika nanti melahirkan mereka memutuskan pembagian anak kucing.


"Hai meong, apa kabar?"


"Ooooh ternyata kau sebentar lagi akan melahirkan, semoga anak-anak kalian tumbuh sehat dan memiliki buku yang cantik" Celline berbicara kepada kucing-kucing yang dirawatnya untuk sementara waktu.


********


Ting Tong


Bel berbunyi dan masuklah seorang gadis belia dengan membawa seekor kucing.


"Hai CeMil" sapa setiap pelanggan yang datang ke  kantor Agency.


"Ada yang bisa dibantu?" Tanya seorang kasir.


"Saya ingin membuat janji" kata gadis itu.


"Tunggu sebentar saya akan tanyakan kedalam" Fay kasir Agency melangkah menuju ruang kerja celline.


Bruk bruk bruk


Terdengar suara yang sedang menarik sesuatu dengan kasar.


Gadis yang tadi datang mengambil uang yang ada didalam laci kasir dan membawanya kabur.


"Hei hei tunggu...pencuriiiii" Fay mengejar gadis itu namun naas gadis itu terlalu cepat sehingga tak bisa dikejar.


Celline yang mendengar teriakan Fay dari luar langsung melihat keadaan dan ia terkejut laci kasir yang terbuka dan beberapa uang berserakan.


"Fay" panggil Celline


"Ada pencuri seorang gadis, dia ingin membuat janji jadi aku ingin menanyakannya pada mu tapi ternyata dia seorang pencuri" jelas Fay sambil terus menyambung nafasnya karena habis berlari.


"Pencuri?" Tanya Celline tidak percaya.


Mereka berdua langsung masuk kedalam kantor dan melihat rekaman CCTV.


"Lihat ini" tunjuk Fay kelayar komputer saat gambar menunjukkan wajah gadis kecil itu.


"Dia membawa berapa banyak uang?" Tanya Celline.


"Sekitar...lima ratus ribu rupiah" kata Fay saat selesai menghitung sisa uang yang berserakan sambil merapihkanya.


"Kita harus fikirkan cara agar hak ini tidak terulang lagi"


Sudah dua kali dalam Minggu ini Celline mengalami hal buruk, pertama kemarin yang hampir menabrak kucing, kedua hari ini yang kecurian uang dan baru pertama kali ini kantornya mendapat ketidak beruntungan seperti ini.


"Sudah kita rapihkan semua, tak perlu diperpanjang mungkin gadis itu butuh uang" kata Celline.


Mereka berdua merapihkan beberapa barang yang tercecer.


*****


"Milly dua hari ini sepertinya aku sudah ketiban ketidak beruntungan, tapi sudah lah semoga besok dan hari-hari berikutnya tak ada kemalangan yang menimpaku" ujar Celline.


"Apa kau mengejar gadis itu?"


"Tidak, tak sempat bahkan Fay pun tak bisa mengejarnya, dia berlari terlalu cepat" cerita Celline.


"Baguslah jika kamu tidak mengejarnya, jika kamu mengejarnya pria itu akan menemukan mu" batin Milly.


"Milly, besok kita akan ada beberapa kucing yang melahirkan aku akan mempersiapkan beberapa keperluan melahirkan"


Celline yang merawat beberapa kucing pelanggannya saat akan melahirkan.


Celline dulu bekerja disebuah klinik yang mengurus beberapa kucing, dan saat itu ada salah satu kucing yang melahirkan tiga ekor anak, pemilik kucing tersebut memberikan satu untuk Celline karena melihat Celline begitu tertarik dengan kucing kecil yang baru dilahirkan dan sekarang kucing kecil itu sudah besar, kucing itu adalah Milly.


*****


"Buuu" panggil Celline saat sampai dirumahnya yang berukurang tiga ratus meter, dengan design minimalis karena memang saat itu mereka hanya sanggup membeli rumah yang saat ini ditempatinya.


Ayah Celline meninggal karena sebuah kecelakaan kerja, dan saat itu uang asuransi jiwa dan asuransi kecelakaan dari kantor ayahnya, hanya bisa membeli rumah kecil di sebuah perumahan tak jauh dari ruko yang dijadikan kantor Agency oleh Celline.


"Celline, kau sudah pulang" teriak ibunya dari dapur.


"Sudah Buu, aku lelah sekali hari ini"


"Ibu sudah buatkan rebusan jahe merah dengan gula Jawa, minumlah ada di meja makan" kata ibu Celline.


Ibu Celline adalah wanita yang begitu perhatian, penyayang dan sangat lembut, tak heran jika ayahnya sangat mencintai wanita yang dipanggil ibu olehnya.


"Haaah, rasanya menyegarkan sekali, ibu memang selalu menjadi yang terbaik" puji Celline setelah selesai meneguk segelas air jahe yang dibuat oleh ibunya.


"Bu, aku mandi dulu, setelah itu kita pergi makan malam, aku akan mentraktir ibu" kata Celline.


Setiap malam Minggu Celline memiliki kebiasaan untuk pergi bersama ibunya hanya untuk sekedar menikmati kebersamaan mereka, semenjak ayahnya meninggal dunia, ibu Celline terus menangis dan terpuruk selama tiga bulan dan ia berinisiatif selalu mengajak ibunya keluar rumah walau hanya sekedar menghirup udara segar, setelah ia dewasa ia mengajak ibunya seminggu sekali menikmati makan malam diluar.


*******


"Makan lah Bu, yang banyak agar ibu kuat menghadapi anak ibu yang sedikit keras kepala ini" kata Celline sambil menaruh beberapa lauk di piring ibunya.


"Haaah, kamu memang persis ayahmu, selalu mengutamakan perut ibu"


Celline memang sengaja mengikuti gaya ayahnya agar ibunya tak merasa kehilangan orang yang menyayangi dan memperhatikannya jadi ia berbuat sebaik mungkin agar menjadi pengganti ayahnya untuk menghibur ibunya.


"Celline tambah ya Bu lauknya untuk ibu"


"Sudah, sudah, ibu sudah makan sangat banyak, kamu juga kan bekerja seharian jadi perlu banyak energi jadi makanlah yang banyak"


"Nanti kalau Celline makan banyak jadi gendut Bu"


"Siapa yang berani mengatakan anak ibu gendut?" Tanya ibunya.


"Tetangga sebelah" bisik Celline.


"Beraninya dia! ibu akan memberinya pelajaran!"


Celline dan ibunya tertawa terbahak-bahak dan tak menyadari ada seseorang yang sedang mengawasi mereka dari kejauhan.


...****************...


"Yaah filmnya kembali bersambung Bu." kesal bi Imah yang mendapati film sudah selesai.


"Ya memang sudah selesai Imah. kalau terus berlanjut namanya bukan sinetron." kata mama Juwita.


"Ya sudah Imah kembali ke kamar Bu. terima kasih sudah mengizinkan Imah menonton film ke sukaan. besok boleh ikutan nonton lagi kan Bu?" tanya Bi Imah..


"boleh Imah." sahut mama Juwita sambil mematikan televisi dan mereka kembali ke kamar masing-masing.