
Alessia mengikuti kelas khusus yaitu kelas kepribadian. gurunya menjelaskan berbagai macam hal di depan dan dia tetap fokus mendengarkan dan juga menyimaknya.
"baiklah hari ini ibu akan menjelaskan tentang tujuan hidupmu. setiap orang pasti memiliki tujuan dan juga impian dalam hidupnya sebuah impian dari seseorang mampu menunjukkan siapa sebenarnya jati diri orang tersebut dengan kata lain kepribadian seseorang bisa dilihat dari tujuan yang ingin dia capai. misalnya jika kamu sedang kuliah dan sedang membahas tentang cita-cita dalam hidupmu di hadapan seorang dosen sang dosen tiba-tiba bertanya. selesai kuliah ini kamu ingin menjadi apa?" tanya gurunya.
satu kelas mulai membuat jawaban. dan jawaban itu dikumpulkan ke depan kelas dan akan disaring atau dikelompokkan oleh gurunya.
"baiklah di sini sudah terdapat kertas yang sudah ibu guru kelompokkan. dan di sini terdapat enam jenis pekerjaan menurut ibu. yang pertama adalah ingin menjadi orang yang kaya. ada juga yang ingin menjadi. ada juga yang ingin menjadi aktivis sosial. ada juga yang ingin menjadi ilmuwan wow hebat sekali ya. juga ingin jadi seniman pasti dia adalah seseorang yang sangat suka dengan seni. ada juga yang ingin menjadi rohaniawan atau orang-orang yang suka dengan hal-hal yang berbau keagamaan." jelas gurunya di depan kelas.
"baiklah ibu akan menjelaskan berbagai macam penjelasan tentang hal-hal yang kamu ingin capai dalam kehidupan ini. pertama kita bahas tentang orang yang ingin menjadi kaya. ini sangat menarik sekali ya anak-anak. yang pertama adalah kamu merupakan tipe orang yang memiliki kecenderungan untuk mengumpulkan kekayaan sebanyak-banyaknya apa yang kau pikirkan selalu terhubung dengan harta tidak hanya itu ambisi untuk menumpuk harta kadang membuat kamu pernah penuh dengan perhitungan dalam pengeluaran sehari-hari atau pengeluaran dalam kehidupan. bahkan tidak jarang ada orang yang menganggap kamu sebagai seorang yang pelit kamu juga bukan tipe orang yang suka berbagi Karena kamu hanya akan merasa bahwa kamu akan berkurang." jelas gurunya Dan disambut dengan sorak sorai Mereka yang memilih menjadi sosok orang kaya atau mereka yang memang sudah terlahir menjadi orang kaya.
"yang kedua adalah kamu ingin menjadi politik khusus maka kamu merupakan orang yang memiliki ambisi tinggi untuk bisa berkuasa di sebuah tempat atau suatu bidang kerja biasanya kamu mengincar sebuah partai politik untuk mendapatkan atau mencapai prasyarat masuk dalam lembaga pemerintahan kamu sangat ingin memberikan kontribusi untuk negeri dan berharap bisa memberikan ide cemerlang demi perubahan. untuk mewujudkan impianmu ini kamu berusaha keras agar bisa menjadi seorang pejabat kamu memiliki kemampuan untuk menguasai orang lain dan cenderung mengutamakan kekuasaan dibandingkan kekayaan. jelas ya anak-anak. jadi kalau kamu ingin menjadi seorang politikus jadilah politik yang bijaksana."
kali ini pembahasan tentang politikus disambut dengan gelak tawa para anak-anak yang merasa bahwa politikus banyak sekali yang tidak amanah dan bijaksana.
"kita akan kembali ke pembahasan yang ingin menjadi aktivis sosial ini bagus banget ya. maka kamu adalah orang yang memiliki rasa kasih sayang yang tinggi terhadap sesama hidupmu terasa hampa dan tidak bermakna apabila kamu tidak berbagi dengan masyarakat dalam dirimu terdapat sebuah tanggung jawab yang besar untuk memberikan kontribusi pada lingkungan sekitarmu kamu juga cenderung memiliki rasa sosial dan pengorbanan yang sangat tinggi sebagai seseorang yang akrab dengan masyarakat dan selalu berusaha memperjuangkan hak-hak Kamu sangat pintar menjalin komunikasi serta mudah bergaul dengan orang sekitar." jelas guru Alesya.
"kemudian menjadi seorang ilmuwan maka kamu dapat dikatakan sebagai arti ilmu Kamu orang yang memiliki keinginan besar untuk memberikan kontribusi dalam perkembangan ilmu pengetahuan kamu juga bahkan berusaha untuk menemukan penemuan-penemuan baru agar bisa dinikmati dan dimanfaatkan oleh banyak orang kamu sangat suka membaca memiliki rasa pemasaran yang tinggi dan juga berpikir kreatif."
"seniman maka kamu merupakan orang yang berharap jika hidupmu adalah sebuah keindahan kamu mencintai kebebasan dalam berekspresi. Siapa yang ingin menjadi seniman?" tanya sang guru dan Alesya langsung dengan cepat mengangkat tangannya.
Setelah pembelajaran usai. Alesya melakukan bimbingan karir dengan gurunya. Dia sengaja melakukan itu agar bisa mendapatkan masukan atau pendapat dari orang lain yang tidak memihaknya. karena jika dia hanya mendengarkan pendapat papa dan maminya. Mereka pasti lebih mementingkan kebahagiaan dan kenyamanannya sebagai seorang anak.
"Ada apa Alesya?" tanya sang guru kepada muridnya.
"Aku sangat menyukai seni. Aku suka membaca dan aku bercita-cita menjadi seorang penulis. Namun, aku juga sudah dipersiapkan masa depannya oleh keluargaku. masa depan yang hanya perlu aku duduk manis dan menikmati hasilnya." kata Alesya.
"Jadi kamu ingin bertanya. Apa yang harus kamu lakukan di masa depan untuk menentukan karirmu?" tanya gurunya.
Alesya mengangguk. Dia sangat bingung saat ini. Dia harus bisa menentukan jurusan kuliah apa yang akan diambil nanti untuk pilihan yang dia pilih.
"Ibu rasa. kamu harus melihat sisi baiknya. Kamu harus lihat apakah ketertarikan mu dalam dunia literasi benar-benar seratus persen atau saat ini hanya sebatas kegemaran saja. Kamu juga harus mengetahui apakah kamu bisa menggabungkan seni itu dengan usaha yang digeluti oleh keluargamu yang akan. Diwariskan kepadamu. Menulis bukan harus menjadi penulis. Kamu bisa membuat kata-kata motivasi yang membangun dan menjadikannya sesuatu hal yang bisa bermakna untuk digunakan di usaha keluargamu." jelas sang guru.
Alesya mendapatkan pencerahan dari apa yang gurunya katakan kepada dirinya. Dia lalu izin untuk pulang ke rumah. Alesya pulang ke rumah dengan wajah yang ceria. Di perjalanan pulang dia merenungkan fakultas apa yang akan dia ambil saat nanti dia akan kuliah. dia juga sudah mulai mencari-cari universitas yang bagus untuk jurusan yang akan dia lakoni. Alesya sangat matang dalam menentukan masa depan untuk dirinya. dia tidak mau diremehkan karena sukses berkat jerih payah keluarga. Dia akan membuktikan kalau dirinya memang mampu dalam mengemban amanah dari keluarganya. karena memang perusahaan yang dijalani oleh keluarganya bukan hanya milik kakek dan neneknya yang diturunkan kepada kedua orang tuanya. di sana terdapat investor yang sebagian adalah keluarga dan juga kerabat dekat. Dia ingin membuktikan dia mampu membangun bisnis itu menjadi lebih baik dan lebih besar lagi. Alesya anak yang sangat gigih. Dia tidak mudah menyerah apalagi menyangkut masa depannya.
Alesya sampai di rumah dan dia langsung memeluk Dinniar dengan erat.