Not Perfect Wedding

Not Perfect Wedding
Part 27 - Mencari cara



Dinniar masih menunggu kepulangan suaminya dia berharap hari ini suami yang akan kembali ke rumah kembali bersama keluarga.


Sayangnya lagi-lagi harapan itu pupus karena Darius kembali tidak pulang hari ini iya masih memutuskan untuk menetap di Bali.


"Kamu benar-benar keterlaluan Mas kamu benar-benar sudah mengabaikan aku dan Tasya." Dinniar berusaha menghubungi suaminya.


Tut tut tut


Lagi-lagi ponsel Darius sama sekali tidak bisa dihubungi oleh Dinniar, sungguh pria yang sangat menyebalkan.


"Keterlaluan kamu Mas keterlaluan!" Dinniar terus berteriak dia sudah tidak tahan lagi.


Dinniar akhirnya memutuskan bahwa dia tidak mau lagi harga dirinya diinjak-injak oleh suaminya. Dia akhirnya mengirimkan sebuah pesan kepada suaminya.


"Kamu lihat nanti mas tidak akan pernah ada pernikahan yang sama seperti dulu lagi. Aku tidak akan pernah mau luluh dengan kata-kata manismu lagi. Jika kamu memang menginginkan dia. Maka lepaskan aku." Dinniar bicara kepada dirinya sendiri dengan buliran air mata memenuhi wajahnya.


Memang begitu kejam pria itu pria yang sudah pernah merasakan nikmatnya berselingkuh memang akan dibutakan oleh perselingkuhannya.


Dinniar sudah menyerah dengan pernikahannya. Dia sudah berusaha mempertahankannya sendiri. Dia sudah berusaha meyakinkan dirinya sendiri bahwa suaminya akan kembali kepadanya. Namun, ternyata kenyataan bicara lain. Dia tidak bisa mempertahankan rumah tangganya sebab suaminya lebih memilih selingkuhannya.


Wanita dengan segudang rasa sedih di hatinya, di mana hatinya seperti tercabik-cabik. memandang langit-langit kamarnya, ia membayangkan bagaimana dirinya jika harus menggugat cerai suaminya. karena perselingkuhan itu dan bagaimana nasib putrinya yang harus kecewa terhadap kelakuan ayahnya.


Dinniar tidak bisa lagi meyakinkan hatinya bahwa rumah tangganya akan baik-baik saja ke depan. Diyakini sudah menghapus seluruh harapan tentang rumah tangganya dia juga kini sudah menghapus semua kenangan indah bersama suaminya walaupun itu akan sangat sulit. Dia tahu tidak mungkin diam dengan mudah melupakan suaminya tidak akan mudah melepas begitu saja rumah tangga yang sudah ia bina bertahun-tahun lamanya.


"Aku harus yakin kepada diriku sendiri. Aku harus bisa melawan rasa takutku untuk hidup sendiri tanpa dirimu, Mas."


.


.


Malam di Bali sudah membuat terlelap Cornelia yang tengah lelah dengan aktivitas seharian bersama suaminya yaitu Darius.


Darius yang melihat istri keduanya sudah tertidur lelap ia menyalahkan ponsel. Dia tahu jam segini Dinniar sudah tidur dan tidak mungkin untuk menghubunginya.


"Maafkan aku Dinniar aku tidak bisa menjawab teleponmu sekarang." Darius melihat panggilan tak terjawab begitu banyak di layar ponselnya.


"Pesan." Darius melihat deniar mengirimkan pesan kepadanya.


Darius langsung terburu membuka pesan itu. Untuk beberapa hari Dinniar hanya berusaha untuk menghubunginya saja, tidak ada pesan masuk dari Dinniar untuknya.


Darius membuka kotak pesan yang ada di ponselnya dan begitu dia terkejutnya melihat isi pesan yang dikirimkan oleh istrinya.


"Selamat bersenang-senang Mas Darius. Aku tahu kamu di sana dengannya aku sudah melihat semuanya tentang dirimu dan dia kalian berselingkuh di belakangku. Kalian bahagia di atas tangisanku. Kalian memadu kasih yang sebenarnya tidak pernah diperbolehkan karena kalian bukan pasangan suami istri. Aku melihatmu di sana mas saat Kau pergi aku mengikuti mau ke mana kau pergi dan aku tahu dia adalah selingkuhannya modelmu Cornelia."


"Jika memang kamu memilih dia dan ingin melepasku dengan Tasya aku rela aku akan akhiri pernikahan kita secepatnya."


Membaca pesan dari istrinya sangat membuat guncangan di hati dari. Dia terduduk di tepi kasur. Darius tidak bisa lagi berpikir apa-apa, dia tidak menyangka kalau ternyata istrinya sudah mengetahui perselingkuhannya dengan Cornelia. Dinniar juga mengirimkan beberapa video yang pernah dia ambil saat memergoki dari sedang berselingkuh.


"Kenapa aku sangat ceroboh Kenapa aku tidak menyadari kau ternyata dia mengikutiku waktu itu inilah Kenapa kamu selama ini bersikap aneh padaku dini hari maafkan aku aku tidak menyadari hal itu." Darius menutup ponselnya.


Wajah frustasi Darius sangat terlihat jelas. Dia ingin pulang ke Jakarta, tapi dia tidak bisa meninggalkan istri keduanya yaitu Cornelia. Dia baru saja menikahi Cornelia, walaupun ini bukan malam pertamanya, tetapi dia tidak mau menghancurkan hati istri keduanya dengan meninggalkan dia sendirian di Bali.


Darius ingin membangunkan Cornelia untuk mengajaknya kembali ke Jakarta, tetapi melihat Cornelia yang tengah tertidur pulas sekali membuatnya tidak tega.


Darius memikirkan bagaimana caranya agar dia bisa kembali ke rumah tanpa ada pertengkaran diantaranya dengan Dinniar.


Darius mulai memikirkan cara agar rumah tangganya tetap utuh bersama Dinniar.


Dia tidak mau jika harus berpisah dari istri dan juga putrinya. Dia tidak mau ada perceraian.


Darius segera merapihkan barang-barang dirinya dan juga Cornelia. Dia juga sudah mencari tiket penerbangan pertama besok.


Darius ingin segera sampai di rumahnya dan menenangkan istrinya.


Darius yang sedang sibuk membereskan barang-barangnya. Tidak sadar kalau ternyata Cornelia terbangun dari tidurnya.


"Mas, kamu sedang apa?" tanya Cornelia sambil matanya belum terbuka seluruhnya.


"Besok pagi sekali. Kita harus sudah pulang. Aku sudah memesan tiket penerbangan pertama. Kita akan ke bandara jam empat subuh." Darius bicara tanpa jeda.


Cornelia terkejut sehingga matanya langsung terbuka lebar.


"Kenapa harus pulang sepagi buta itu, Mas?" tanya Cornelia.


"Itu semua karena Dinniar sudah tahu tentang perselingkuhan kita. Dia mengirimkan video saat kita kemarin di Bandung. Ternyata Dinniar memergoki kita." Darius bercerita dengan perasaan yang sangat gugup.


Telapak tangannya sudah dingin dan mengeluarkan keringat. Tubuhnya gemetaran dan hatinya sudah tidak karuan.


"Mas, bukan kah itu bagus? Jadi kita tidak perlu sembunyikan hubungan kita ini." Cornelia bicara seakan berharap semua itu memang terjadi.


"Cornelia. Aku tidak siap kehilangan keluargaku. Aku tidak mau berpisah dari istriku." Darius bicara dengan nada tinggi.


"Oh, jadi selama ini kamu memang tidak berniat untuk meninggalkannya?" tanya Cornelia.


"Bukan itu. Kamu jelas tahu kalau aku tidak akan menceraikannya. Aku tidak mau kehilangan kalian berdua. Aku sekarang sudah menjadi suamimu yang sah dimata agama. Jadi jangan pernah meragukan cintaku lagi." Gertak Darius.


Cornelia sadar. Kalau pria yang kini berstatus suaminya. Tidak akan pernah menjadikan dirinya wanita satu-satunya dalam hidupnya.


Selamanya dia akan menjadi madu dari pernikahan Darius dengan Dinniar.


"Aku ingin menjadi satu-satunya."


Darius terkejut mendengar pernyataan istri keduanya.


"Itu tidak mungkin. Aku dan Dinniar sudah hidup bersama selama lima tahun. Jadi aku tidak mungkin sanggup berpisah dengannya." Darius kembali menegaskan niatnya.


"Kalau sejak awal kamu takut. Kenapa kamu mendekatiku?"


.


.


Apa jawaban Darius?