Not Perfect Wedding

Not Perfect Wedding
258- Harga dari kejujuran



Salsa kembali mendapatkan tekanan dari Cornelia. kali ini tekanan itu bukan hanya semata-mata untuk keluarga Jonathan. Cornelia juga mengancam Salsa.


Cornelia sudah mengetahui bahwa Salsa sedang mengandung anak Darius. Dia sangat murka. Dia tidak rela Darius memiliki anak bukan dari rahimnya. dia merasa masih bisa merebut Darius kembali. dia masih ingin hidup bersama Darius.


"sayang ayo makan dulu." Darius membawakan nampan yang berisikan piring dan makanan.


Salsa lalu menangis. melihat istrinya menangis membuat Darius menjadi kebingungan. dia tidak tahu kenapa istrinya akhir-akhir ini begitu sangat sensitif.


"Kamu kenapa lagi? apa Ada yang sakit? atau ada sesuatu yang membuatmu menangis?" tanya Darius kepada Salsa.


Salsa bukannya menjawab pertanyaan dari dia malah menangis tersedu-sedu. dia semakin menjadi-jadi sehingga air matanya berlinang membasahi seluruh wajahnya yang cantik.


"sayang maafkan aku kalau aku telah berbuat salah kepadamu. aku mohon bicara kepadaku. agar aku bisa mengerti arti dari tangisan." kata Darius sama membelai lembut rambut istrinya.


"maafkan aku Mas. maafkan aku yang sudah menjadi wanita paling menyakiti hatimu. Aku tidak tahu harus memulai cerita itu dari mana. namun yang jelas cintaku kepadamu adalah kenyataan dan berasal dari hatiku yang paling dalam."


racauan Salsa membuat Darius semakin tidak mengerti apa yang terjadi kepada istrinya itu. Darius mendekap istrinya dan berbisik di telinganya.


"Aku sangat mencintaimu. Apapun yang terjadi aku tetap suamimu. Aku tidak akan pernah mengkhianatimu seperti aku mengkhianati mantan istriku terdahulu. Aku akan berusaha menjadi sosok seorang laki-laki yang bertanggung jawab dan akan selalu melindungi mu serta anak kita." janji Darius penuh dengan kesungguhan.


mendengar perkataan dari suaminya Salsa mulai menarik nafas dalam dan menghembuskannya secara perlahan-lahan agar bisa menceritakan segalanya.


belum sempat dia menceritakan satu kalimat pun. pintu kamar mereka terketuk dari luar. asisten rumah tangga mereka memanggil dan memberitahukan bahwa ada tamu yang ingin menemui Salsa.


"aku lihat dulu siapa yang datang." kata Darius.


Darius melangkah keluar kamarnya, dia melihat siapakah yang akan bertemu dengan istrinya dan ternyata Dinniar yang ingin bertemu dengan Salsa.


"selamat Pagi mas. Aku ingin melihat keadaan Salsa. apakah boleh," tanya Dinniar kepada mantan suaminya.


"silakan Salsa ada di kamar sedang beristirahat, masuk saja ke kamar kami." Darius mempersilahkan Dinniar untuk masuk ke dalam kamarnya.


Dinniar melangkah dengan mantap. akan tetapi ketika ia sudah sampai di depan pintu kamar Darius. entah mengapa langkah kakinya terasa berat untuk memasuki ruangan itu. Rasanya Dia seperti membuka luka lama. namun dia harus tetap masuk dan menemui Salsa untuk bertanya sesuatu kepadanya.


"Dinniar." Salsa terkejut bertemu dengan dinia yang telah menyelamatkannya dan memilih tidak mengabaikan dirinya.


"bagaimana kondisi mu?" tanya Dinniar sambil mendekat.


Salsa merubah posisinya yang awalnya tiduran menjadi duduk di atas ranjang.


"aku sudah lebih baik. aku sangat berterima kasih kepada kamu yang telah menyelamatkanku dan membawaku dari ambang kematian. Aku tidak tahu lagi harus berbuat apa dan berbicara apa kepadamu." salsa tertunduk lesu tak berani menatap wajah wanita yang dia jebak.


Dinniar duduk di kursi yang ada di samping ranjang tidur. dia menatap salsa yang masih tak berani menatapnya.


"kamu cukup bicara jujur kepadaku Salsa. Aku mau tahu siapa sebenarnya dirimu dan apa hubungannya dirimu dengan Cornelia?" tanya Dinniar secara langsung tanpa basa-basi lagi.


Salsa terkejut mendengar bahwa dinier mengetahui bahwa dia berhubungan dengan Cornelia. Salsa tidak menyangka secepat itu diniat mengetahuinya.


"Aku tidak tahu harus memulai dari mana semua pembicaraan ini. aku pun masih sangat takut untuk membicarakannya. aku takut semua ya aku harapkan Dan yang aku bayangkan menjadi hancur. Aku benar-benar tidak menyangka aku akan jatuh cinta kepada Darius." salsa menatap Dinniar dengan ragu-ragu.


"katakan saja kepadaku. Aku akan membantu dan berusaha melindungimu. aku yakin Mas Darius juga akan melindungi mu dan tidak akan membiarkanmu terluka. kamu sudah mengandung buah hati dia." Dinniar berusaha untuk meyakinkan Salsa untuk bercerita segalanya kepada dirinya.


"pada awalnya Aku adalah seorang wanita yang sedang mencari pekerjaan karena ibuku yang sudah mulai sakit-sakitan. aku bertemu dengan Cornelia tanpa disengaja. lalu dia memintaku untuk bekerja untuknya. dia memintaku untuk masuk ke dalam agency yang dipegang oleh Mas Darius. awalnya aku menyetujui asalkan pengobatan orang tuaku bisa terus berlanjut. namun, ternyata hatiku terlalu lemah. benar-benar jatuh cinta kepada mas Darius. dari situ aku mulai enggan mengikuti apa ya yang diperintahkan oleh Cornelia kepadaku. namun dia mengancamku akan mencabut semua fasilitas pengobatan untuk ibuku. aku mulai takut. aku takut kehilangan orang tua satu-satunya yang aku miliki." salsa mulai menangis.Ica


"kalau masalah Alesya. jujur itu adalah sebuah ketidak sengajaan. saat itu Cornelia sedang menghubungiku sedangkan Mas Darius sedang bicara dengan Tasya. Tasya bicara kepada mas Darius bahwa dia ingin sekali ikut dengan kakaknya. dan suamiku bertanya memangnya kakaknya pergi ke mana. Dan dari situ Cornelia mendengar percakapan bahwa Alesya akan pergi untuk mengadakan pentas seni. Aku sama sekali tidak menyangka kalau Cornelia akan melakukan hal seperti itu kepada anakmu. aku mohon percayalah kepadaku." mohon salsa.


"Salsa Aku aku mempercayai semua pernyataan. melihat dari bagaimana kamu menyuruh aku pergi dan kamu sendiri yang masuk ke dalam perangkap itu. aku pun berterima kasih kepadamu Salsa Karena kamu telah menolong aku terhindar dari malapetaka itu." diniat semakin menggenggam erat tangan Salsa.


"aku melakukan itu karena kamu yang berbuat baik terlebih dahulu kepadaku. aku sangat tersentuh ketika kamu menganggap aku sebagai keluarga. dan itu menjadikan aku berpikir untuk menyelesaikan ini sendiri. Aku benar-benar tidak tahu kalau Cornelia berniat untuk membakar gedung itu."


"Sasa untuk saat ini kamu tidak perlu berbicara sepatah kata pun atau menceritakan semua ini kepada suamimu. cukup aku yang mendengarkan semua cerita ini dan aku minta kerja samamu agar aku bisa meringkus Cornelia dan kembali membawanya ke dalam jeruji besi." pinta Dinniar.


"aku akan membantumu. ketika dia menghubungiku aku akan mengirimkan sinyal itu kepadamu. Aku juga ingin semua ini segera berakhir dan aku bisa bahagia bersama dengan keluarga kecilku. Aku tidak mau hal buruk terjadi kepada janinku. Aku ingin membesarkan buah hati kami berdua. aku benar-benar sangat senang bisa menceritakan ini semua dan mendapatkan teman baru."


mereka berdua saling berpelukan. diniar merasa iba kepada Salsa. berjanji di dalam hati akan menolong Salsa dan juga ibunya.