Not Perfect Wedding

Not Perfect Wedding
Part 58 - Bertemu lagi



" Tasya bertahanlah, Om akan segera membawa mau ke rumah sakit." Jonathan menggenggam erat tangan anak kecil itu.


" di mana Mami om?" tanya Tasya dengan suara yang sudah semakin lemah.


" Tasya Tenang saja ya. Om pasti akan mempertemukan Tasya dengan mami." Jonathan tersenyum.


senyuman yang diperlihatkan Jonathan. mampu membuat hati anak kecil mungil ini menjadi tenang.


" Terima kasih Om. sudah menyelamatkan Tasya," ujar Tasya sebelum pingsan.


Jonathan panik dibuatnya. "Cepatlah! kemudikan mobilnya dengan cepat." Jonathan sedikit berteriak. dia menjadi cemas menjadi dengan kondisi Tasya.


sopir Jonathan kemudian melajukan mobilnya dengan sangat cepat. mereka segera pergi ke rumah sakit di mana beberapa keluarga Jonathan bekerja sebagai dokter.


" aku harus menghubungi Kak Mika. dia adalah dokter anak yang bisa aku percaya saat ini." Jonathan mengeluarkan Saudara sepupunya itu.


" Kak Mika, apa kamu ada di rumah sakit?" tanya Jonathan kepada saudaranya.


" Baiklah aku akan segera ke sana. Aku mau kamu menangani anak ini sebaik-baiknya." Jonathan menutup teleponnya setelah mendengar bahwa sepupunya sedang bertugas di rumah sakit.


mobil kembali melaju dengan cepat. sopir Jonathan sangat lihai dalam mengendarai mobilnya sudah seperti seorang pembalap.


tidak membutuhkan waktu lama mereka pun tiba di rumah sakit. Jonathan sudah ditunggu oleh saudara sepupunya itu Mika, yang menjadi seorang dokter anak di rumah sakit itu.


" anak siapa ini John?" tanya Mika kepada saudara sepupunya itu.


" nanti saja aku ceritakan, yang terpenting sekarang adalah keselamatan anak ini."


Tasya langsung dibaringkan di atas ranjang. lalu ranjang segera didorong menuju ruangan unit gawat darurat.


" aku harus menghubungi Samuel. agar ia memberitahukan kepada diniar bahwa putrinya ada di rumah sakit."


Jonathan kembali mengeluarkan ponselnya. Dan Dia langsung mencari nomor telepon sahabatnya yaitu Samuel, untuk memberi kabar bahwa ia sudah menemukan Tasya.


" aku sudah menemukan Tasya. kamu segera kabari Diniar karena aku tidak mau menghubungi dia langsung."


selesai menghubungi sahabatnya. Jonathan kembali fokus dengan keadaan Tasya. ya masuk ke dalam ruangan unit gawat darurat menemui sepupunya.


" Bagaimana dengan kondisinya?" tanya Jonathan dengan wajah yang sangat khawatir.


" tidak terjadi apa-apa dengan anak ini. dia hanya dehidrasi biasa dan kurang tidur," tutur sang dokter anak.


Jonathan Akhirnya bisa bernafas lega. dia tadi benar-benar mengkhawatirkan kondisi putri dari wanita yang telah banyak membantu keponakannya selama di sekolah dulu.


Jonathan tidak lupa untuk menghubungi keponakannya itu. dia mengabarkan bahwa Tasya sudah ditemukan dan sekarang berada di rumah sakit tempat Mika bekerja.


...****************...


Diniar yang sedang bersama dengan Adrian mencari keberadaan Tasya. mendapatkan panggilan telepon dari Violin sahabatnya. Diniar mengangkat telepon tersebut dan betapa senangnya dia. ketika mendapatkan berita ditemukannya Tasya.


" Adrian, tadi Violin sama nelpon. dia bilang kalau Tasya sudah ditemukan."


diniar berbicara sambil berkaca-kaca. Adrian pun yang mendengarnya menjadi lega dan berharap kalau Tasya ditemukan dalam keadaan selamat.


" di mana sekarang Tasya berada?" tanya Adrian kepada diniar.


" ada di Rumah Sakit Sentra." diniar langsung menjawab pertanyaan Adrian.


segera Adrian melajukan mobilnya menuju ke Rumah Sakit Sentra. dia menginjak pedal gas mobilnya dengan kecepatan yang cukup tinggi agar bisa sampai ke rumah sakit lebih cepat.


hati diniar hari ini diliputi oleh rasa bersyukur yang sangat besar. Dia sangat bahagia karena banyak orang-orang yang menyayanginya dan juga putrinya.


...****************...


Violin, Samuel dan Sonia sudah berada di rumah sakit. tempat di mana Tasya dirawat. Violin langsung menghampiri Jonathan Begitu juga dengan Samuel dan Sonia.


" Kenapa bisa Tasya dirawat di rumah sakit?" tanya violin.


" dia mengalami dehidrasi dan juga kelelahan akibat tidak tidur. mungkin ini akibat dia ketakutan dengan para penculik itu." Jonathan menuturkan apa yang dia ketahui.


" Jadi benar kalau Tasya diculik?" tanya Violin yang setengah tidak percaya.


" dia diculik dan dibawa ke tempat rumah kos-kosan kosong," tutur Jonathan.


Violin membekap mulutnya sendiri. dia tidak percaya ada orang yang tega mau memisahkan diniar dengan Tasya.


" kamu sudah menangkap pelaku penculikan?" tanya Samuel kepada sahabatnya.


" beberapa anak buahku masih berada di sana. aku memerintahkan mereka untuk membuat para penculik itu membuka mulut. agar aku tahu siapa dalang dibalik penculikan ini." Jonathan mengepal kedua tangannya.


saat mereka sedang berbincang-bincang. membicarakan Tasya dan juga penculik itu. Diniar dan Adrian sampai di rumah sakit.


" di mana putriku?" tanya diniar kepada Violin dan juga Sonia.


" dia ada di UGD. Kondisinya sudah mulai membaik." Sonia memberikan jawaban kepada diniar.


Sonia menjelaskan semuanya tentang apa yang terjadi dengan Tasya yang dia dengar dari Jonathan. Deniar langsung terjongkok lemas. dia benar-benar tidak menyangka kalau ternyata putrinya mengalami ketakutan yang luar biasa.


Dinniar langsung mengedarkan matanya mengarah kepada Jonathan. dia menatap pria yang berpakaian formal sehari-hari.


" Terima kasih Pak Jonathan. berkat Anda saya bisa bertemu kembali dengan Tasya." linear berterima kasih dengan air mata yang bercucuran.


hati seorang ibu sudah pasti sangat senang dan tenang sekarang. Mereka bisa berkumpul kembali. dinner masuk ke dalam ruang unit gawat darurat untuk menemui Tasya.


diniar kembali menangis. ketika melihat kondisi putrinya yang terbaring lemah di atas ranjang rumah sakit. diniar yang tak kuasa melihat putrinya membekap mulutnya sendiri dan menangis terisak.


dengan kembalinya Tasya di sisi diniar. kembali membuat wanita yang berstatus single parent itu menjadi kuat. hatinya kini tak selemah yang kemarin.


dini yang menggenggam erat tangan putrinya dan mengecupi berkali-kali. tangan mungil yang dia tidak lihat beberapa hari ini terlihat mengurus.


" Apa mereka tidak memberi makanmu nak? siapa sebenarnya mereka? Kenapa mereka mengincar Tasya dan menculik Tasya?" diniar mulai bertanya-tanya.


saat diniar Tengah memikirkan siapa penculik putrinya. Darius datang menghampiri dirinya.


" Tasya bangun Sayang ini Papi." Darius mengelus lembut kening putrinya.


hati Darius pun ikut terenyuh. dia mendengar kabar dari Sonia bahwa Tasya sudah ditemukan dan dia menjadi korban penculikan.


" Untuk apa kamu kemari?" tanya diniar kepada Darius yang baru datang.


" dinnar kamu tidak boleh bicara seperti itu kepada Mas Darius. dia juga orang tua Tasya. dia berhak untuk menemui putrinya."


seorang wanita yang begitu dibenci oleh diniar membuka suara dan menasehati diniar.


Dinniar yang mendengar kata-kata dari Cornelia menjadi geram. Dia bangkit dari duduknya dan bertatapan dengan Cornelia.


" dengar! hilangnya Tasya Ini akibat ulah kalian berdua yang tidak bertanggung jawab atas kehadiran Tasya. kalau kalian memang tidak menginginkan Tasya berada di sisi kalian. jangan pernah membawa Tasya kemanapun lagi. Aku tidak akan pernah mengizinkan kalian untuk membawa Tasya." diniar memperingati wanita yang menjadi perusak rumah tangganya.