Not Perfect Wedding

Not Perfect Wedding
249-pentas seni



"kayak gini kan jadi lebih lucu." Alesya memasang kepala kostum kelinci pada Alvi.


"lucu lah karena motif kelinci ya kan?" balas Alvi yang tahu sahabatnya suka sekali dengan kelinci.


"ayo ayo cepat kita sebentar lagi akan mulai dan maju ke panggung." kata Ica yang satu adegan drama dengan kedua temannya.


"Si Raka mana tuh dia udah siap apa belum. jangan sampai acara drama kita hancur gara-gara tuh anak." sewot Alesya.


"tenang aja kali gua udah di sini kok udah siap lihat nih." Raka menunjukkan dirinya yang sudah siap dengan kostum pohonnya.


Alesya mendapatkan peran menjadi seorang putri. sedangkan Alvi dan Ica mendapatkan peran sebagai kelinci yang bisa diajak bicara oleh Alesya.


"selanjutnya. kita akan menampilkan drama Putri cantik dan dua kelinci ajaib. pentas drama ini nanti akan kita aplikasikan di sekolah taman kanak-kanak saat mereka ujian praktek. kita simak dramanya. beri tepuk tangan yang meriah." guru yang menjadi pembawa acara mempersilahkan grup Alesya untuk tampil di atas panggung sandiwara.


Alesya dan teman-temannya berbaris dan membungkukkan sedikit tubuh mereka untuk memberi hormat. mulailah drama yang sangat lucu ini.


Alesya memerankan perannya sebagai seorang putri dengan sangat baik. begitu pula dengan dua temannya yang menjadi kelinci. sedangkan Raka yang menjadi pohon hanya sebagai pelengkap tanpa skenario percakapan.


Raka hanya memperhatikan sekitar panggung sambil sedikit menyimak cerita agar tidak mengacaukan drama.


tiba-tiba saat mereka sedang tampil ditengah-tengah drama. lampu panggung dan ruangan menjadi padam. gelap gulita seluruh ruangan membuat mereka yang berada di dalamnya panik dan ricuh dengan teriakan kaget.


"ada apa ini? segera kalian periksa." perintah seseorang yang berteriak di dalam kegelapan.


Alesya menjadi ketakutan. dia mencari kedua sahabatnya dan seseorang menarik tangannya. Alesya dibawanya berlari keluar ruangan. dari ruangan gelap ke ruangan terang membuat pandangan Alesya teralihkan. saat mereka berhenti dia baru bisa melihat dengan sangat jelas. dilihatnya seluruh ruangan dan dia ternyata sudah berada di dalam sebuah gudang.


"Siapa kamu?" tanya Alesya yang melihat sosok memakai sweater dengan penutup kepala.


orang itu lalu berbalik dan melihat ke arah Alesya dengan tatapan penuh ancaman. Alesya mundur perlahan karena sangat takut. wajah yang rusak itu membuat Alesya merinding bukan main.


Wanita mulai menyeringai. wajahnya yang rusak nampak menjadi sangat mengerikan sekali. Alesya terjatuh lemas hingga terduduk di lantai. wanita itu lalu semakin mendekat.


"Kamu ternyata tumbuh dengan sangat baik. padahal aku sudah berusaha merusak mentalmu sebisa mungkin." wajahnya mendekat membuat Alesya membulatkan matanya dan seketika memejamkannya.


"siapa kamu? apa kamu?" teriak Alesya yang sudah gemetaran.


"aku adalah orang yang telah dirusak kehidupannya oleh mama dan papa mu. Dinniar dan Jonathan." tukasnya.


"Kamu Tante Cornelia?" tanya Alesya sambil memberanikan diri membuka kembali matanya yang tadi terpejam.


"Anak pintar. ternyata kamu masih mengenali aku." seringai Cornelia.


"Tante mau apa? kenapa Tante mengusik aku? apa lagi yang Tante mau?" tanya Alesya dengan mengumpulkan keberaniannya bertanya.


Cornelia mengingat sejenak apa yang dia bicarakan dengan salsa di telepon semalam. salsa mendengar kalau Tasya bicara kalau kakaknya akan pergi ke sebuah tempat dan dia ingin sekali ke sana. percakapannya dengan Darius didengar oleh Cornelia yang saat itu tengah bicara dengan salsa ditelepon.


"Aku mau membalaskan dendam ku kepada keluarga kalian. keluarga yang membuat aku hancur berantakan!" teriak Cornelia ditelinga Alesya.


Alesya menjadi tersentak karena teriakan Cornelia yang menyalahkan keluarganya karena hidup hancur.


"Menyingkir dariku!" Alesya mendorong kuat tubuh Cornelia hingga wanita itu terdorong.


"Harusnya Tante mengaca diri. Tante telah membuat keributan di keluargaku. andai Tante selalu bersikap baik. mungkin hal itu tidak akan pernah terjadi. seharusnya Tante sadar. perilaku jahat membawa keburukan untuk pelakunya." ceramah Alesya kepada Cornelia.


"Hah! anak kecil. tahu apa kamu?" Cornelia bangkit dan langsung mengincar Alesya yang masih mengumpulkan tenaganya.


"Sakit Tante sakit." keluhnya yang kesakitan.


Alesya menjadi sasaran cornelis. Sementara di ruangan tempat pentas seni. teman dan guru-guru Alesya sudah mendapatkan penerangan.


"Dimana Alesya?" tanya Alvi yang sadar sahabatnya tidak ada.


Raka menjadi panik. dia langsung membuka kostum yang dipakainya. dia langsung lari keluar, tapi dia kembali lagi ke dalam ruangan.


"Kalian berdua cepat cari Alesya. gua juga mau cari dia. ingat apapun yang mencurigakan segera periksa dan beri kabar kepada siapapun yang bisa membantu." Raka memberi perintah.


Alvi ternganga lalu wajahnya langsung mengkerut. "Dia pikir diapa siapa seenaknya perintah orang." sungut Alvi.


"udah jangan banyak protes. dia bener. kita harus cari Alesya." Ica juga membuka kostumnya dan langsung lari keluar.


"tungguin." Alvi langsung bergegas.


Ica mencari di belakang resort dan Alvi mencari di bagian samping. mereka menyusuri setiap tempat. mereka berusaha menemukan jejak Alesya.


Raka yang mencari di depan resort terus berlarian dan dia langsung menghubungi seseorang.


"Cepat datang. alamatnya sudah aku kirimkan temukan orang itu secepatnya." perintah Raka.


setelah menghubungi seseorang dia kembali berkeliling. dia berusaha agar bisa menemukan Alesya. dia dititipkan oleh Jonathan dan Dinniar untuk menjaga Alesya selama mereka berada di resort. Jonathan percaya kepada Raka bahwa dia bisa menjaga dan melindungi putrinya. sikap dewasa dan bisa melindungi itu yang dilihat oleh Jonathan.


"Alesya kamu dimana? kenapa kamu bisa menghilang?" Raka mulai kehabisan tenaganya karena hampir mengitari setengah resort.


"Raka!" panggil Avi dengan keras.


Alvi menghampiri Raka yang sedang tersengal-sengal napasnya karena berlarian.


"gimana, Lo udah ketemu?" tanya Alvi.


"kalo gue dah ketemu otomatis dia sama gue sekarang. kalo nanya yang pinter sedikit kenapa sih?" balas Raka yang kesal.


"Iyah, sorry gue panik nih. apa yang harus gue bilang ke mami dan papanya Alesya kali sampe anaknya enggak ketemu. gua khawatir kejadian itu terulang lagi." Alvi bengong saat terlintas kejadian naas beberapa tahun lalu.


"maksud ju?" tanya Raka yang penasaran.


"dulu dia pernah di sekap atau diculik oleh istri dari mantan suami maminya. dia di sekap di rumah kosong selama seharian." cerita Alvi.


Raka langsung mendapatkan ide. dia langsung berlarian lagi.


"Woy Lo mau kemana? main lari ajah." Alvi meneriaki Raka yang sedang berlari.


"Cari seluruh ruangan kosong atau gudang!' Raka membalas teriakan Alvi.


Alvi menggaruk kepalanya kebingungan, tapi dia langsung berpikir. "bener juga dia. gua harus hubungin Ica." Alvi segera merogoh kantong celananya.


Raka, Alvi dan Ica berusaha menemukan Alesya. Alesya yang berada di dalam ruangan terbengkalai resort sedang dalam bahaya. Alesya salah satu kelemahan Jonathan dan juga Dinniar. Cornelia ingin Dinniar dianggap sebagai seorang ibu yang tidak bisa menjaga anaknya dimata mertuanya. Cornelia ingin Dinniar dibenci oleh orang-orang yang berada didekatnya.


"Aku yakin setelah ini wanita yang kamu sebut mami itu akan kehilangan muka!" kecam Cornelia.