Not Perfect Wedding

Not Perfect Wedding
Part 40 - Jangan Sok Tahu



"Jelaskan kepadaku. Kenapa bisa acara ajang pencarian bakat itu ditunda? dan apa maksud maksud perkataanmu tadi pagi padaku saat di sekolahan tempat istriku mengajar?" tanya Darius kepada Jonathan.


"sepertinya tidak baik untuk bicara di depan. banyak telinga yang akan mendengar, betapa busuknya dirimu dan betapa pengecutnya dirimu." Jonathan masuk ke dalam ruangan kerjanya diikuti oleh Darius.


"silakan duduk," ujar Jonathan.


Darius duduk berhadapan dengan Jonathan. Darius menunjukkan tatapan mata yang tidak menyenangkan namun Jonathan hanya biasa saja menanggapinya.


"cepat katakan apa maksudnya?" Darius kembali bertanya.


"maksudku simple. Aku hanya ingin melihat bagaimana kamu, sebagai seorang pria mempertanggung jawabkan semua perbuatanmu." Jonathan menatap Darius penuh keseriusan.


"Apa maksud ucapanmu cepat katakan dengan jelas jangan berbelit-belit." Darius kesal dibuatnya.


"pertama aku tidak suka dengan seorang model yang menyukai pria yang sudah menikah." Jonathan membuka maksudnya.


"aku akan membuat wanita itu kehilangan pekerjaannya di sini. kontrak kita akan berakhir. jika dia tidak meninggalkanmu atau kalian tidak bercerai," kata Jonathan.


"jangan ngaco kau. apa hubungannya pekerjaan ini Cornelia dan juga aku?" tanya Darius yang berusaha menutupi kembali kesalahannya.


"sangat-sangat ada kaitannya. pertama jika hubungan kalian terkuat ke media otomatis nama dari Cornelia akan jelek dan jatuh di mata masyarakat. kedua setelah namanya jatuh dan masyarakat tidak memiliki simpati lagi kepadanya otomatis akan berdampak kepada usahaku. ajang pencarian bakat ini akan dibawa-bawa oleh media karena telah mempekerjakan seorang model yang menjadi pelakor dalam rumah tangga seseorang." Jonathan menarik sudut bibirnya.


"jadi maksudmu dengan mencari juri cadangan itu hanya omong kosong. Kamu sebenarnya sedang mencari juri pengganti untuk Cornelia benar bukan?" tanya Darius secara terang-terangan.


"benar sekali. ternyata kamu cukup peka juga dalam urusan wanita itu." sindirnya.


"kedua, aku tidak suka melihat seorang pria menghianati keluarganya. terutama menghianati istrinya, pasangan yang menemaninya sejak awal dalam menghadapi suka dan duka." Jonathan seakan mengintimidasi Darius.


"jangan asal bicara kamu! siapa yang menghianati dan siapa yang telah dikhianati? Aku tidak mengerti maksud dari kata-katamu, yang sok tahu." Darius tidak mengetahui kalau sebenarnya Jonathan tahu dia telah berkhianat.


"Darius ... Darius, kamu pikir orang-orang di sekitarmu itu buta? tidak melihat perselingkuhan kalian? tidak melihat tatapan mata kalian berdua yang saling mencintai dan Kamu telah menghianati istrimu dengan bermain api dengan model itu," kata Jonathan.


"jangan asal bicara kamu aku tidak pernah menghianati istriku." sangkalan demi sangkalan keluar dari bibir Darius.


"oke jika kamu tidak mengakuinya Darius, itu tidak penting bagiku, tapi satu hal yang penting bagimu. aku akan mengungkapkan semuanya kepada dinniar. aku akan bilang kepadanya dan memberikan bukti-bukti penghianatan kalian yang mungkin hari itu juga akan menjadi terakhir bagi pernikahan kalian berdua." Jonathan yang terbawa emosi menarik kerah baju Darius dan kembali menghempaskannya.


"bukti-bukti apa yang kau punya? Apa yang kamu ketahui tentang aku? Kamu hanya orang asing, kita hanya menjalin kerjasama bukan mengurusi urusan pribadi orang lain." Darius seakan menantang pria yang tidak begitu ia kenal.


Jonatan akhirnya benar-benar terbawa emosinya. dia tidak bisa lagi menahan emosi yang bergejolak di dalam dadanya. ia kembali bangkit dan memukul wajah tampan Darius seketika wajah itu menjadi babak belur.


mendengar perkelahian di dalam. Rendy, asisten Jonathan langsung masuk dan menghentikan keduanya yang sedang adu baku hantam.


"saya mohon hentikan. ini masih di lingkungan kantor, banyak mata yang memandang kalian. kalian berdua adalah orang-orang yang memimpin perusahaan, jadi tolong tunjukkan sikap bijaksana kalian." Rendy melerai kedua pria itu.


Jonathan dan Darius tidak menghiraukan perkataan dari Rendy mereka tetap saling memukul satu sama lain. hingga akhirnya Rendy benar-benar memisahkan dirinya dan juga Darius.


Jonathan merapikan jasnya begitu pula dengan Darius dan Darius langsung pergi keluar dari ruangan Jonathan karena dia sangat marah.


melihat Darius pergi dengan sangat lenggang dan tidak merasa bersalah sedikitpun. membuat Jonathan kembali merasakan kesal di dadanya.


"kamu lihat pria itu Rendy. seharusnya kamu tidak perlu menghentikanku. seharusnya aku sudah menghajar habis dirinya." begitu emosi Jonathan terhadap Darius.


saat ini Rendy benar-benar mengerti tatapan bosnya dan juga perasaan bosnya.


"Pak, mungkin Anda saat ini belum menyadari Apa arti dari tindakan Anda sekarang ini. mungkin anda juga belum menyadari perasaan Anda yang sesungguhnya kepada wanita yang sedang anda bela. saya berharap cinta anda tidak bertepuk sebelah tangan dan saya berharap kebahagiaan menghampiri anda." Rendy menatap lekat wajah bosnya.


.


.


"hah ... kurang ajar! dasar pria sok tahu. berani-beraninya dia ikut campur dalam urusan rumah tanggaku, dan kehidupan pribadiku." Darius menendang ban mobilnya.


Darius kembali mengendarai mobilnya dan keluar dari gedung perusahaan milik Jonathan.


Kekesalan masih menyelimuti hatinya. Dia tidak menyangka kalau ternyata ada orang yang mengetahui perselingkuhannya dengan Cornelia.


"Sebenarnya apa yang dia ketahui tentang hubunganku dengan Cornelia. Apa jangan-jangan dia tahu kalau aku dan Cornelia sudah menikah siri?" Pikiran pria yang bermain api dalam rumah tangganya ini, mulai gelisah.


Darius merenggangkan dasinya. lehernya seakan tercekik dengan pemikirannya dan kekhawatirannya sendiri, tapi dia tetap menyangka semua perkataan pria yang baru saja berkelahi dengannya.


Begitulah jika maling sudah tertangkap basah. Tidak akan bisa melarikan diri lagi. Pilihannya hanya dua. Mengakui dan mendapat hukuman ringan atau lari, tapi hidup dalam kesengsaraan.