
Jonathan tiba di hotel saat tiba dia langsung masuk ke dalam ruangan dan menandatangani beberapa dokumen tak lama asisten pribadinya pun datang untuk menemuinya di dalam ruangan.
"permisi Pak hari ini ada meeting konsep untuk iklan bersama dengan ibu Melinda dan juga model kita ibu Evelyn." Rendy mengingatkan jadwal meeting bosnya.
"nanti saya akan ke ruangan meeting. ren saya mohon kamu nanti tunggu ibu diniar dan juga anak-anak saya. jika mereka sudah datang beritahukan kepada saya." pinta Jonathan.
Rendy kembali keluar dari ruangan Jonathan dia keluar membawa beberapa dokumen yang sudah ditandatangani oleh bosnya dan menyerahkannya ke sekretaris hotel.
"tolong diperiksa lagi. setelah itu kirimkan email dan jangan lupa kirimkan juga kepada Saya dan Pak Jonathan."
Jonathan masuk ke dalam ruang meeting. Di sana Melinda, Evelin dan manager artis sudah menunggunya. Mereka akan berdiskusi mengenai konsep iklan kali ini. Jonathan merasa malas dengan meeting kali ini, tapi dia harus tetap datang karena ini menyangkut promosi hotel.
"silakan langsung dimulai saja meetingnya karena saya masih banyak pekerjaan yang harus diurus."
Jonatan bicara dengan begitu ketus. masih terlihat di mata Jonathan bahwa dia belum bisa memaafkan atas apa yang dulu pernah terjadi. Evelyn hanya bisa diam, karena dia tahu memang dia yang salah.
Jonathan lalu memperhatikan meeting yang dipimpin oleh Melinda sebagai manajer pelaksana. Melinda menjelaskan beberapa konsep yang akan diusung oleh mereka untuk iklan promosi kali ini.
"di taman ini nanti kita akan membuat seasri mungkin agar banyak calon member baru atau member lama kita kembali untuk menginap di hotel dan menikmati suasana hotel." Melinda memperlihatkan konsep taman yang sudah dia buat dengan timnya.
"setelah itu karena kita membutuhkan pemilik dari hotel ini berada di dalam iklan. tidak mungkin meminta keponakan saya masih duduk di sekolah menengah atas jadi saya meminta Pak Jonathan untuk ikut dalam proses promosi iklan." lanjut Melinda.
Jonathan otomatis mengurutkan dahinya. dia tidak tahu kalau ternyata Melinda merencanakan untuk memasangkan dirinya dengan Evelyn dalam promosi iklan kali ini.
"nanti baju Nathan dan Evelyn akan berada di dalam satu ruangan dan berdiskusi layaknya seorang pasangan yang sama-sama memiliki impian untuk menginap di sebuah hotel. kalian memilih untuk menginap di hotel ini. untuk kata-katanya sudah kami atur sedemikian mungkin yang bisa menarik dan membuat kalian terlihat begitu natural." Melinda menjelaskan beberapa konsep untuk adegan Jonathan dengan Evelyn.
"tunggu Melinda." Jonatan menjeda pembicaraan Melinda.
"Saya rasa tidak perlu saya ikut dalam konsep iklan ini. jikalau memang kamu membutuhkan model pria kamu bisa mengambilnya dari beberapa model kita yang memang sudah terkontrak dan saya rasa mereka akan suka jika ikut berpartisipasi dalam iklan ini."
dari perkataan Jonathan jelas bahwa dia menolak mentah-mentah untuk dipasangkan dengan Evelyn dalam suatu promosi yang akan disiarkan di berbagai siaran televisi.
"ini adalah suatu momen yang sangat bagus Pak Jonathan. Saya rasa dengan menghadirkan anda dalam promosi ini menjadikan salah satu daya tarik tersendiri untuk meningkatkan kemajuan hotel ini." Melinda terkesan sedikit memaksa.
"oh ya saya akan berkeliling dengan manajer Bu Evelyn. untuk melihat beberapa taman yang akan kita jadikan sebagai pengambilan gambar iklan. agar kalian bisa dengan lancar untuk promosikan ini. Saya rasa kalian berdua harus sedikit lebih dekat. Saya tinggal dulu."
Melinda meminta manager evelin untuk melihat lokasi pengambilan gambar. sedangkan Jonathan menunggu di ruang meeting dengan Evelin.
Evelin dan Jonathan sama sekali tak bersuara. Evelin menatap Jonathan yang duduk jauh darinya. evening terus memainkan jemarinya dia bingung harus membuka pembicaraan seperti apa. sudah sangat lama dia tidak bertemu dengan Jonathan dan kali ini mereka dipertemukan kembali dengan situasi yang canggung.
"Maafkan aku." ujar Evelin yang membuka suara lebih dahulu untuk memecah sepi.
Jonathan menjadi kikuk. Dia bingung mau menjawab apa.
"Apa yang perlu dimaafkan?" tanya jonathan kemudian.
"itu sudah masa lalu tidak ada yang perlu dibicarakan lagi di masa sekarang. lagi pula aku sudah punya kehidupan baru dan itu membuatku bahagia."
"baguslah jikalau memang kamu benar-benar bahagia dengan pernikahanmu dan aku berharap kamu bicara seperti itu bukan untuk menghindariku." ujar Evelyn.
"apa maksudmu? kamu pikir aku dan keluargaku pura-pura bahagia di depan orang banyak? Jika kamu memiliki pemikiran seperti itu. itu adalah pikiran yang sangat salah. Aku benar-benar bahagia dengan pernikahanku dan juga keluargaku." tegas Jonathan ke Padang Evelin.
Evelyn yang mengetahui dari manajer pribadinya bahwa Jonathan menikahi istrinya karena merasa kasihan kepada Dinniar. Evelyn sejak kembali ke Jakarta dan bekerjasama dengan hotel Jonathan dia terus mencari informasi tentang mantan pacarnya itu indah memberitahukan beberapa berita tentang Jonathan untuk dibagikan kepadanya. Evelyn lalu tersenyum tipis karena merasa Jonathan hanya berpura-pura di hadapannya.
"permisi Pak Bu Dinniar dan anak-anak sudah menunggu bapak di ruangan." Rendy masuk usai mengetuk pintu ruang meeting.
"karena harus pergi bersama dengan istri dan anak saya." Jonathan bangkit dari tempat duduknya dan keluar dari ruangan meninggalkan Evelyn seorang diri.
Evelyn menatap pria yang masih berada begitu nyata di dalam hatinya sama sekali tidak pernah melupakan atau menghapus perasaannya kepada Jonathan.
"Aku berusaha untuk selalu menyimpanmu di dalam hatiku dan di dalam ingatanku agar suatu hari saat kita bertemu kita bisa bersama namun ternyata kau sudah memilih untuk menikah dengan wanita yang kau kasihani." kuman evelin sambil terus menatap Jonathan hingga menghilang dari pandangannya.
tidak lama kemudian Melinda dan manajer pribadinya kembali.
"mau ke mana Pak Jonathan?"tanya Melinda sambil menutup pintu ruangan.
"ada istri dan anak-anaknya. dia mau pergi bersama mereka."jawab Evelyn.
setelah kembali dan mendengar jawaban dari Evelyn Melinda mengeluarkan telepon genggamnya dan menghubungi seseorang.
apalagi yang akan direncanakan oleh Melinda kali ini sepertinya tak habis-habisnya Melinda memiliki cara agar bisa menghancurkan rumah tangga Jonatan.
.
.
.
Jonathan masuk ke dalam ruangannya dan melihat istri serta kedua anaknya sudah berada di sana dan dia langsung mendaratkan kecupan hangat di pipi sang istri.
"maaf harus menunggu lama, tadi aku ada meeting dulu sebentar." ujar Jonathan.
"tidak apa-apa papa. kita mengerti kok. papa kan harus bekerja agar aku, Mami, kakak serta Adik bisa sejahtera." ujar anak sekolah dasar yang sudah mengerti sebuah arti tanggung jawab.
Jonatan lalu mengelus kepala Tasya yang sudah semakin dewasa seperti kakaknya.
"kata anak papa dua-duanya sudah sangat pintar dan dewasa seperti kakak. hari ini kita akan buat kejutan untuk kakak. kalian siap untuk membuat kejutan?" tanya Jonathan.
"kami siap ... kami siap!" kedua anak kecil itu begitu senang dan bersemangat karena hari ini adalah hari spesial untuk kakak mereka.