
hari beraktifitas biasa mulai kembali dan hari bersantai ria telah berlalu. Hari Senin adalah hari dimana orang akan sibuk dan berbondong-bondong berangkat bekerja di pagi hari. sama dengan aktifitas yang dilakukan oleh keluarga Dinniar setiap di hari Senin. bangun lebih awal karena akan ada upacara kenaikan bendera merah putih yang menjadi ciri khas sekolah pada umumnya di hari Senin.
"Ayo sayang semuanya kita akan pergi ke sekolah. Tasya, Alesya. Dinniar membangunkan kedua anaknya.
Tasya bangun dengan sangat bersemangat jika akan pergi ke sekolah dan Alesya bangun dengan setengah hati karena memang dia masih memikirkan beberapa persoalan yang dia hadapi saat hari Jumat mencekam baginya.
"Alesya ayok semangat." Dinniar menyemangati putrinya. Namun, sayang Alesya masih tak menghiraukannya.
Di diami oleh putrinya membuat senyum Dinniar luntur. namun, dia tetap tak menyerah untuk membuat Alesya kembali tersenyum dan bersikap seperti biasanya.
Di tempat lain, seseorang masih setia melihat aktivitas keluarga Dinniar. dia sangat menikmati pemandangan yang ditampilkan oleh layar di depannya.
"Kau lihat, aku bisa menghancurkan keluarga kalian hanya dengan memercikkan kebencian dan membuat ragu salah satu anggota keluargamu." Dia sangat puas dengan hasil kerjanya dan juga anak buahnya.
Cornelia sangat suka dengan pemandangan yang dilihatnya dari layar yang ada di hadapannya. menjadi orang yang memiliki dendam memang sangat senang ketika melihat kesusahan orang yang dibencinya.
Cornelia bahkan sampai mengabaikan kandungannya. dia terlalu banyak beraktifitas beberapa hari ini. di membuat beberapa pertemuan dengan beberapa pihak yang memang kurang suka dengan Jonathan. memiliki bisnis yang sukses. memiliki uang yang banyak memang tidak bisa membuat kita selalu di sukai oleh orang lain.
Cornelia yang memiliki banyak ide licik sangat disenangi oleh mereka yang sama-sama ingin menjatuhkan Jonathan secara finansial.
Cornelia mengatur siasat lagi untuk bagaimana menghancurkan perusahaan Jonathan dari dalam. Cornelia menaruh beberapa anak buahnya di dalam kantor yang keluarga Jonathan miliki. Dia meminta para anak buahnya untuk mengawasi dan juga melihat situasi yang terjadi setelah dirinya membuat huru hara.
"kalian harus pastikan proyek itu tidak berjalan dengan lancar. kalian berdua di tempatnya di bagian keuangan. kalian harus bisa membuat klien mereka merasa dirugikan dan pastikan mereka membuat komplain kepadanya." Perintah Cornelia.
Setelah menutup telepon dari bosnya. anak buah Cornelia langsung mengerjakan apa yang diperintahkan kepadanya. dia langsung melihat peluang apa yang bisa dia gunakan untuk merusak proyek yang sedang di garap oleh Jonathan.
mereka langsung mengotak atik dokumen yang ada. mereka lalu membuat penawaran dan langsung memberikannya kepada seseorang untuk di proses.
"kalian proses segera. karena saya di
perintahkan untuk menganti rencana pembangunan." katanya kepada salah satu staf bagian perencanaan pembangunan.
Dengan cepat beberapa dokumen di proses karena memang hari ini kebetulan adalah tenggat batas terakhir penyerahan dokumen perencanaan pembangunan.
Anak buah Cornelia langsung memberikan informasi terkait pekerjaan yang akan membuat Jonathan dirugikan.
Dia juga memberitahukan apa rencananya dengan dokumen tersebut.
"Kerjamu sangat bagus." Cornelia memuji cara kerja anak buahnya yang memiliki ide brilian.
Cornelia kembali tertawa senang. lagi-lagi semua yang dia rencanakan berjalan dengan sangat lancar.
"Lihat Dinniar aku bisa dengan mudah menghancurkan suamimu. kamu yang dulu mengabaikan permintaanku. kamu akan menuai apa yang telah kamu tanam kepadaku."
Flashback masa lalu.
Satu Minggu saat putusan pengadilan akan di jatuhkan, Cornelia meminta bertemu dengan Dinniar. dia memohon kepada Dinniar agar mau mengeluarkannya dari jeruji besi dengan menarik surat gugatan pengadilan. Dinniar tidak mau. dan saat putusan pengadilan akan di jatuhkan Dinniar dan Cornelia tidak sengaja berpapasan. Dia kemudian meminta untuk bicara sebentar kepada Dinniar karena ada hal penting.
Dinniar saat itu menolak permintaan Cornelia.
"Maaf Cornelia. kamu sudah menculik putriku dan bahkan kamu menghancurkan mental Tasya. kamu tahu betapa tersiksanya putriku saat ini? kamu tahu betapa hancurnya hatiku karena ulahmu yang tidak bijak? aku tidak akan membiarkan orang yang sudah menghancurkan putriku menghirup udara bebas begitu saja. Kamu harus tetap di hukum demi kebaikanmu. agar kamu berubah." Tegas Dinniar sambil menatap tajam ke arah Cornelia.
Dinniar meninggalkan Cornelia yang masih duduk di bangku kunjungan. Dia menatap Dinniar dengan sangat penuh amarah.
"Lihat saja Dinniar. aku akan membuat hidupmu berantakan. aku akan membuat hidupmu tidak bahagia. jangan remehkan aku. aku bisa melakukan apapun untuk menghancurkan mu."
sejak dari itu Cornelia mengumpulkan kekuatannya yang tersisa. dia lalu meminta managernya yang sekarang mengurus beberapa bisnisnya selama dia di dalam penjara.
Banyak hal yang dilakukan oleh Cornelia selama di dalam penjara. mulai dari menyogok petugas kepolisian yang bisa dia manfaatkan selama di dalam penjara.
sakit hatinya terhadap Dinniar yang tidak mau memberinya rasa ampun. membuat Cornelia bertindak semakin jauh dan semakin kejam sebagai seorang wanita yang tak diberi belas kasihan.
flashback off
Cornelia menghubungi Alesya. dia menyimpan nomor Alesya sebelum melepaskan anak remaja itu.
"Halo." Cornelia menyapa.
"Hai, Alesya. pasti kamu sangat terkejut karena aku menghubungimu dan tahu nomor ponselmu. Alesya, kamu sangat pintar sekali. kamu memang seharusnya lebih sering mengabaikan Dinniar. wanita yang berpura-pura menerimamu menjadi anak. bukanlah wanita yang tulus. aku harap dirimu tidak begitu mempercayai segala ucapannya."
Cornelia bicara tanpa mendengar suara Alesya dari seberang sana. dia juga dengan sangat cepat menutup teleponnya.
Sedangkan Alesya yang menerima telepon dan tidak sempat menjawab sapaan Cornelia hanya bisa tertegun mendengar perkataan wanita yang tidak pernah dia ketahui wajahnya dan namanya.
mereka hanya terhubung melalui kecanggihan alat elektronik saja saat itu. dia bisa mengenali suara wanita yang berkali-kali bicara kepadanya saat dia diculik.
Alesya menyimpan kembali ponselnya di dalam saku dan pergi menuju suatu tempat yang tidak akan pernah ada orang yang mengintainya.
"halo, aku sudah sampai di lokasi yang telah di tentukan." ujar Alesya menghubungi seseorang.
Alesya pergi ke sebuah cafe untuk berbicara dengan orang yang sangat dia percaya bisa membantunya keluar dari masalah yang begitu membuat dirinya terbebani.
Alesya menunggu kedatangan seseorang sambil memesan beberapa cemilan dan juga beberapa minuman.
"Lemon tea, black Coffee dan satu lagi Thai tea. untuk makanannya aku pesan beef steak dengan kentang goreng dan salad untuk tiga orang. satunya ekstra nasi ya mbak." pinta Alesya sambil mengembalikan buku menu.
setelah Alesya selesai memesan minuman dan makanan. tak lama dua orang yang ditunggunya datang. dengan cepat Alesya memeluk mereka berdua dengan air mata yang berlinang deras.
"Jangan menangis lagi sayang." ujarnya sambil menghapus air mata Alesya.
siapa dua orang yang ditemui oleh Alesya?