
Darius terus menghubungi Cornelia untuk mendengarkan apa yang akan dia ceritakan tentang Tasya putrinya. Dia sangat penasaran. namun, sayang Cornelia tidak kunjung merespon panggilan darinya.
"Haaaah!" teriak Darius sangking kesalnya.
Dia sangat frustasi menghadapi sikap Cornelia yang acuh seperti ini. Dia sudah tahu akibatnya jika mengabaikan Cornelia apalagi sampai menolak seperti tadi di telepon.
Sayangnya karena Darius tidak lagi mencintai Cornelia dia jadi mengacuhkan wanita itu. kini dia harus menghadapi konsekuensinya sendirian.
Darius menyambar jasnya dan tasnya. Dia langsung keluar ruangannya dan mengayunkan kakinya dengan sangat lincah. Dia ingin segera sampai di rumah dan berbicara dengan istrinya.
****************
Cornelia sampai di rumah dan memasukan mobilnya ke dalam garasi. Dia sangat lelah karena hari ini harus menemui beberapa klien penting untuk keberlangsungan bisnis yang sedang dia jalani di belakang suaminya.
Cornelia memang memiliki otak yang sangat cerdik demi memenuhi semua keinginannya. Dia juga tipe wanita pantang menyerah dengan keadaan.
Dia masuk ke dalam kamarnya dan merebahkan tubuhnya yang sudah sangat lelah. Dia akhirnya terlelap sambil memeluk guling kesayangannya.
Lima belas menit sudah dia tertidur lelap tanpa sebuah gangguan sedikitpun. Namun, dia mendengar suara pintu depan tertutup. Di berpikir dalam keadaan masih memejamkan mata.
"Aku yakin betul kalau tadi sudah mengunci pintu depan. Apa mungkin mas Darius pulang? tapi rasanya tidak. dia tidak mungkin pulang lebih awal. jika benar dia pulang, berarti dia begitu penasaran dengan ceritaku."
Cornelia memilih membuka matanya lebar dan memastikan siapa yang masuk ke dalam rumahnya. Dia takut yang masuk adalah orang jahat dan akan mencelakai dirinya.
Ceklek
suara pintu kamar terbuka dan sosok pria bertubuh tegap memakan setelan jas berwarna coklat muda berdiri di ambang pintu.
"Kamu sudah pulang, mas?" tanya Cornelia ketika sadar itu adalah suaminya.
"Aku pulang untuk menemui mu dan meminta maaf karena sikap kasar ku tadi. Maafkan aku yang tadi mengabaikan dirimu." Darius mendekat dan memeluk istrinya.
"Tidak masalah. aku tahu kamu sangat sibuk. Aku sadar kamu tidak bisa meninggalkan pekerjaanmu sebagai seorang pemimpin." Cornelia tersenyum tipis.
"Maafkan aku. Tadi ada sedikit masalah sehingga membuatku menjadi terbawa emosi." Darius melepas pelukannya.
"Ada masalah apa?" tanya Cornelia dengan tatapan menyelidik.
"Jonathan mendatangi kantor dan mengajukan keberatannya. Mengenai model yang masuk ke agency kantor." jelas Darius.
"Kenapa kamu tidak menjelaskannya? harusnya kamu bilang saat tadi di telepon. mungkin saat ini perasaanku tak terlalu buruk." Cornelia sedikit melunak.
Cornelia tahu kalau suatu hari pasti akan terjadi hal seperti ini. sebab memang mereka yang membawa model itu. Bahasa kasarnya mereka mencuri model itu dari perusahaan yang di pimpin oleh Jonathan.
"Aku tidak menjelaskannya. karena tidak ingin terdengar seperti sedang mencari alasan atau menjadikannya bahan untuk menghindar darimu." Darius menyentuh kedua bahu istrinya dan membimbing istrinya menuju ranjang.
Darius memberikan senyuman terbaiknya yang selalu membuat Cornelia luluh dan sangat tergila-gila kepadanya.
"Hari ini aku akan memberikan pelayanan terbaik untukmu. kita akan bermain dengan banyak gaya." Darius menidurkan istrinya di atas ranjang dan mulai menyentuh setiap inci tubuh istrinya.
"Akan aku buat kita berdua terbang ke langit. lepaskan semuanya. aku ingin mendengar suara merdu yang lolos dari bibirmu karena permainanku."
Darius memberikan bertubi-tubi kata manis sejak dia pulang dari kantor dan menemui istrinya. Cornelia mulai terbuai dan mengikuti permainan sang suami. istri mana yang bisa menolak sentuhan suami yang begitu dia cintai dan rindukan. Baru kali ini Darius yang memimpin permainan dan tanpa di minta oleh Cornelia untuk bermain ranjang. Sejak dia keluar dari sel tahanan. Selalu Cornelia lah yang meminta kehangatan dan meminta main ranjang terlebih dahulu. dia juga yang berusaha keras untuk membangunkan hasrat kejantanan suaminya. namun, hari ini berbeda. Dia yang di kuasai suaminya. Dia yang mendapatkan rayuan dan dia yang menjadi prioritas kepuasan.
...****************...
hari ini Tasya mendapatkan tugas untuk bernyanyi di depan kelas. dia mendapatkan tugas menghafal lirik serta not-not dari lagu nyiur melambai.
Tasya maju ke depan dan mulai bernyanyi
"Nyiur hijau di tepi pantai
Siar-siur daunnya melambai
Padi mengembang kuning merayu
Burung-burung bernyanyi gembira
Tanah airku tumpah darahku
Tanah airku tumpah darahku
Tanah yang indah permai nyata
Nyiur hijau di tepi pantai (nyiur hijau)
Siar-siur daunnya melambai
Padi mengembang kuning merayu (kuning merayu)
Burung-burung bernyanyi gembira
Tanah airku tumpah darahku
Tanah airku tumpah darahku
Tanah yang indah permai nyata "
Tasya selesai bernyanyi dan diam sedikit membungkukkan tubuhnya untuk memberi hormat kepada guru dan teman-teman yang ada di hadapannya.
guru dan teman-temannya bertepuk tangan karena Tasya menyanyikan lagu nyiur melambai dengan sangat indah dan liriknya tepat meski dia masih duduk di kelas 1 sekolah dasar.
selesai tas yang bernyanyi temannya satu bangku yaitu Anya naik ke atas panggung dan akan menyanyikan lagu daerah lainnya.
"Rasa sayange rasa sayang sayange
Lihat nona dari jauh rasa sayang sayange
Rasa sayange rasa sayang sayange
Lihat nona dari jauh rasa sayang sayange
Di sana gunung disini gunung
Tengah tengah bunga melati
Di sana bingung disini bingung
Dua dua teman sejati
Rasa sayange rasa sayang sayange
Lihat nona dari jauh rasa sayang sayange
Rasa sayange rasa sayang sayange
Lihat nona dari jauh rasa sayang sayange
Jalan jalan ke Surabaya
Jangan lupa membeli pita
Jangan suka memandang saya
Nanti bisa sakit mata
Rasa sayange rasa sayang sayange
Lihat nona dari jauh rasa sayang sayange
Rasa sayange rasa sayang sayange
Lihat nona dari jauh rasa sayang sayange
Kalau ada sumur di ladang
Boleh kita menumpang mandi
Kalau ada umur panjang
Boleh kita berjumpa lagi
Rasa sayange rasa sayang sayange
Lihat nona dari jauh rasa sayang sayange
Rasa sayange rasa sayang sayange
Lihat nona dari jauh rasa sayang sayange
Rasa sayange rasa sayang sayange
Lihat nona dari jauh rasa sayang sayange."
hanya menyanyikan lagu Rasa Sayange dengan sangat indah dan sangat bagus. kebetulan Anya memang salah satu murid yang memiliki vokal yang cukup lantang dan tinggi.
acara menyanyi ini adalah salah satu kegiatan yang rutin diadakan oleh sekolah harapan.
Adrian menyaksikan setiap kegiatan anak-anak yang ada di sekolah. dia begitu bangga terhadap anak-anak didik sekolah harapan yang hafal dengan lagu-lagu daerah Indonesia dan juga tidak malu mempromosikannya di media sosial demi kegiatan cinta Indonesiaku.