
Cornelia kembali ke rumah yang dia sewa bersama dengan temannya. temannya itu sangat setia meski dia tidak setuju dengan semua yang telah dilakukan oleh Cornelia selama ini.
"Kamu sudah pulang? bagaimana hasilnya?" tanyanya kepada Cornelia.
"Ya, cukup memuaskan. meski ketahuan oleh anak ingusan yang sok jadi pahlawan ke siangan." kata Cornelia sambil tersenyum kecut.
"Sampai kapan kamu akan terus berbuat seperti ini? apa kamu tidak berpikir kalau hal ini membahayakan dirimu? kamu bisa kembali masuk ke dalam penjara dan bahkan bisa dihukum sangat lama atas tindakan menculik dan melukai. apa tidak bisa kita hidup normal?" tanyanya.
"Hidup normal? aku tidak akan pernah melepaskan mereka sebelum mereka hancur berkeping-keping. tidak akan ada kata lelah dan puas bagiku sampai mereka tidak berdaya dan bersimpuh di kakiku." ujarnya sambil meninggalkan temannya.
jika mereka sudah mulai berdebat. Cornelia akan segera mengakhiri perdebatan mereka dengan meninggalkan temannya itu. sedangkan temannya hanya bisa menggelengkan kepala melihat kelakuan Cornelia yang semakin brutal. dia ingin melaporkan Cornelia ke polisi, tapi dia tidak tega. dia masih berharap Cornelia bisa berubah meski itu harapan yang sangat tipis.
Cornelia masuk ke dalam kamarnya dan langsung menghubungi salsa yang sudah menjadi rekannya.
"Dengarkan aku. kamu harus bisa membawanya ke hadapanku. aku tunggu besok di gedung yang sudah aku tentukan. aku akan mengirimkan detailnya. ingat jangan pernah m ng cewakan aku." ancam Cornelia kepada salsa.
Rencana jahat kembali melintas di kepala Cornelia. dia yakin kini bisa membuat Dinniar merasakan keterpurukan.
"kita lihat saja. sudah pasti aku akan membuatmu merana Dinniar." kecamnya sambil tatapan menerawang keluar jendela.
salsa tidak ingin melakukan hal yang diperintahkan oleh Cornelia. namun, jika dia tidak melakukannya itu bisa berakibat fatal kepada dirinya dan juga calon bayinya. Cornelia mengancam akan menyakitinya .
salsa yang bimbang sampai tidak mendengar kalau suaminya masuk ke dalam kamar. Darius mengelus lembut kepala wanita yang dia cintai. Darius sangat menyayangi istrinya. sikap salsa yang penuh perhatian dan peluh dengan cinta mampu membuat Darius nyaman berada di dekatnya.
Sikap Darius kembali seperti semula. dia baik dan sangat memprihatikan keluarga. apalagi setelah mengetahui kalau istrinya sedang mengandung. dia akan memiliki anak kedua dari wanita yang berbeda.
"Sayang, kenapa kamu belum istirahat? kamu harus istirahat dan jangan lupa vitamin yang dokter resep kan harus diminum dengan teratur." Darius mengelus perut salsa yang masih terlihat rata.
Sebagai seorang model salsa sudah cukup menikmati semuanya. kini dia akan berhenti menjadi seorang model demi janin yang ada di dalam kandungannya dan demi keutuhan rumah tangganya.
"Aku sudah minum vitaminnya. dan aku menunggumu pulang untuk ditemani istirahat." salsa bermanja di bahu sang suami.
Salsa sangat ingin rumah tangganya baik-baik saja agar bisa terus bersama Darius sampai akhir hayat mereka berdua. Darius mengelus lembut istrinya hingga salsa terlelap dan sejenak melupakan apa yang diperintahkan oleh Cornelia dan ancamannya.
salsa benar-benar tertekan. kondisi seperti saat ini sangatlah tidak baik untuk perkembangan janin di usia kandungan trimester pertama.