Not Perfect Wedding

Not Perfect Wedding
Part 74 - Penyesalan yang tiada akhir



Setelah melihat semua bukti yang diberikan oleh Dinniar. Darius kini tersadar ternyata dia selama ini salah dalam menilai istrinya.


Darius kembali menyesal karena telah meninggalkan Dinniar demi wanita ular seperti Cornelia. Darius ingin rasanya kembali kepada Dinniar. hanya saja dia tidak yakin kalau mantan istrinya itu bisa menerima dirinya yang sudah menorehkan luka mendalam.


"Bagaimana caranya agar aku bisa kembali kepadamu? Aku ingin kita kembali menjadi keluarga yang utuh seperti dulu." Darius meremas rambutnya dan menariknya pelan.


Kepalanya pusing dan terasa sangat berat sekali. Dia kini sadar, kalau saja dia tidak berselingkuh. mungkin saat ini mereka sudah memiliki anak ke dua dan sudah sangat berbahagia.


"Aku harus mendapatkan mu kembali Dinniar. aku tidak rela kalau kamu menjadi milik orang lain. hari ini juga, aku akan menalak Cornelia. aku tidak sudi hidup dengan wanita yang mulutnya berbisa." Darius meraih kunci mobilnya.


...****************...


Dinniar dan Jonathan sampai di rumah. Mereka ternyata sudah di sambut oleh Tasya dan para pekerja.


"Selamat datang Mami." Tasya kemudian meniupkan terompet dan membuka lebar-lebar tangannya.


Dinniar langsung menghampiri dan memeluk tubuh gempal putrinya.


"Ada apa ini? kenapa ada sambutan seperti ini?" Dinniar menjadi bingung.


"Hari perayaan mami dan Om baik. Hari ini Om baik sudah berhasil menemukan penculik Tasya. dan Mamih sudah sangat bekerja keras melindungi Tasya. benarkan kak Alesya?" Tasya menoleh ke arah Alesya.


"Jadi, ini ide Tasya dan Kak Alesya?" tanya Dinniar.


"Benar." angguk Tasya.


Dinniar mengacak-acak rambut putrinya dengan sangat gemas. dia tidak menyangka kalau putrinya sudah seakrab itu dengan Alesya. Ada rasa yang berbeda di hati Dinniar, tapi dia masih terus menepisnya. dia tidak mau memperbesar rasa itu sebelum hatinya yakin.


"Mami, Om baik. Tasya mau mengucapkan terima kasih banyak. Om baik selalu membantu mami dan Om baik yang menyelamatkan aku. Ini ada hadiah kecil dari Tasya."


"Mami buka ya." Dinniar membuka satu persatu perekat yang menempel di kertas kado.


Jonathan mengikuti Dinniar. dia juga membuka kado. Keduanya lalu membuka kotak dan melihat hadiah apa yang diberikan gadis kecil itu.


"Wah, gantungan kuncinya cantik sekali." Puji Dinniar.


Jonathan juga merasa kalau gantungan kunci ini unik dan cantik.


"Terima kasih, Tasya. Om sangat suka. Hadiahnya unik. akan om pasang di kaca mobil." Jonathan terus memperhatikan gantungan kunci miliknya.


gantungan kunci dengan tulisan I love you. Menandakan kalau Tasya menyukai Jonathan. Hanya saja Jonathan tidak mau perasaannya melambung tinggi. Dia masih takut untuk berharap. karena Tasya mengungkapkan kalau dia ingin Dinniar kembali kepada Darius. secara otomatis Tasya berarti belum memberikan lampu hijau untuknya.


Mendapatkan restu untuk meminang janda beranak memang susah-susah gampang. Bukan hanya merebut hati ibunya, tapi juga harus merebut hati putrinya. bagi Jonathan mendapatkan restu dari Tasya adalah hal tersulit baginya. Dia pasti tidak akan pernah bisa mendapatkan Dinniar kalau Tasya tidak menyetujuinya sebagai ayah sambung.


"Om, di jaga ya. seperti ini menjaga hati Tasya dan mami."


Tiba-tiba Tasya berkata seperti itu. Jonathan menjadi bingung untuk menafsirkan kata-kata Tasya. dia ingin berharap lebih, tapi takut kecewa.


.


.


.