
Sebenarnya, Rendy sudah tidak ingin lagi peduli kepada Olivia. Tapi jika terjadi sesuatu dengan mantan kekasih yang mungkin masih dicintainya ini, Rendy tidak bisa diam saja. Terlebih lagi, Olivia melakukan percobaan bunuh diri itu karena Rendy menolak untuk datang disaat kondisi mental Olivia sedang tidak baik.
"Gimana keadaan Oliv?" Tanya Rendy setelah menghampiri Andreas yang sedang menunggu didepan ruang ICU.
Andreas menoleh dan menatap Rendy dengan wajah yang terlihat menahan kesedihannya. "Aku belum tau. Dokter sedang memeriksanya."
Selama ini Andreas yang paling mengerti bagaimana Olivia. Dia juga yang paling merasa dekat dengan Olivia dibandingkan Rendy saat Rendy dan Olivia masih menjalin sebuah hubungan.
Andreas akan selalu menemui Olivia ketika wanita itu membutuhkan seseorang disampingnya ketika dia merasa lelah dan merindukan Rendy yang sering sibuk dengan pekerjaannya.
Meskipun sebelumnya, Rendy belum kembali ketanah air, tapi lelaki tampan ini sudah diminta oleh Bagas Pradipta-Papanya untuk membantu mengurus bisnisnya yang dia kembangkan di London.
"Tadi saat aku pulang ingin mengajaknya makan siang bareng, aku lihat dia udah terbaring nggak sadarkan diri dilantai dengan wajah pucat dan mulut berbusa sambil memegang botol obat. Dia meminum semua obat penenangnya karena aku nggak lihat ada sisa obat dibotol itu." Lanjut Andreas memberitahu Rendy lalu mengusap wajahnya dengan gusar penuh kekhawatiran.
Rendy duduk disebelah Andreas dan menepuk pundaknya. "Oliv pasti akan baik-baik aja."
Andreas mengangguk dan tersenyum tipis. "Tadi, aku juga lihat ponselku yang masih dipinjamnya. Saat aku ambil mau ngabarin kamu, sepertinya Olivia baru aja lihat berita tentang kamu siang ini. Mungkin dia lihat foto kamu bersama seorang perempuan. Apa perempuan itu yang calon istrimu?" Pertanyaan Andreas membuat Rendy terdiam sejenak karena Rendy menjadi merasa bersalah dalam hal ini.
Olivia memang menelponnya memintanya datang siang ini karena dia demam dan hanya sendirian di apartment. Tapi, Rendy menolak untuk datang dengan alasan sedang sibuk banyak pekerjaan. Memang pada kenyataannya dia banyak pekerjaan yang tertunda setelah kepergiannya ke New York beberapa hari kemarin.
Selain itu, Rendy sengaja mengatakan sudah ada janji dan mungkin Olivia pikir Rendy ada janji dengan kliennya. Nyatanya, Rendy ingin bersama Kirana. Mengajaknya makan siang bersama direstoran mewah hingga ada paparazi yang mengambil gambar mereka dan langsung menerbitkannya disosial media juga internet.
Mungkin Olivia mencoba bunuh diri karena melihat Rendy sedang merangkul mesra perempuan lain. Membuat Olivia merasa sangat cemburu dan frustasi tidak bisa membuat Rendy kembali lagi kepelukannya lalu meminum habis obat penenangnya berharap bisa tidur lama dan saat bangun dia akan melihat Rendy sudah berada didekatnya.
"Iya, dia calon istriku." Jawab Rendy tanpa ragu.
Andreas hanya menghela nafasnya lalu mengangguk. Dia merasa senang dan lega karena Rendy sudah mempunyai calon istri. Itu artinya, tidak akan ada harapan lagi bagi Olivia untuk bisa kembali menjalin hubungan dengan Rendy. Tapi, hati kecilnya merasa sangat sedih karena Olivia masih sangat mencintai Rendy hingga mencoba bunuh diri karena cemburu saat melihat foto Rendy bersama perempuan lain.
Setelah menunggu hampir satu jam, dokter akhirnya keluar. Andreas langsung dengan cepat beranjak menghampiri dokter itu menanyakan kondisi Olivia. "Bagaimana kondisi Olivia Dok?"
"Kondisinya masih sangat lemah. Beruntung karena dia segera dilarikan kerumah sakit. Kalau tidak, mungkin akan sangat fatal." Jawab Dokter yang menangani Olivia.
Andreas menghela nafas sedikit merasa lega karena Olivia selamat meski saat ini kondisinya sangat lemah. "Boleh saya melihatnya?"
Dokter mengangguk. "Silahkan." Dokter pun pamit pergi. Andreas dan Rendy segera masuk untuk melihat kondisi Olivia.
Tapi Rendy menghentikan langkahnya didepan pintu ruangan Olivia terbaring ketika ponselnya berdering. "Kamu duluan aja."
Andreas pun masuk lebih dulu untuk melihat Olivia. Rendy berbalik dan menjauh dari ruang ICU untuk menerima panggilan telepon dari Nadine-Mamanya.
"Rendy, kapan kamu berencana mau melamar Kirana?"
Rendy terpaku dan terdiam sejenak saat mendengar pertanyaan Mamanya yang terkesan menginginkan Rendy segera melamar Kirana. Tapi saat ini, Rendy sedang tidak bisa memberi jawaban kepada Mamanya.
"Em..Mom. Aku lagi sibuk saat ini. Aku akan pikirkan nanti." Dusta Rendy lagi kepada Mamanya.
Kalau saja Nadine tau bahwa saat ini Rendy sedang dirumah sakit karena mencemaskan keadaan Olivia, mungkin Nadine akan kembali kecewa untuk yang kesekian kalinya.
"Rend, kali ini Mama akan merestui hubungan kalian. Mama harap kamu bisa secepatnya memberitau Mama rencana kamu ingin melamar Kirana."
Rendy menghela nafasnya berat. Ia memang sudah memantabkan hatinya untuk memilih Kirana dan akan serius hingga membawanya kepelaminan. Mamanya sudah setuju dan terdengar dengan jelas suaranya yang bahagia. Mana mungkin Rendy akan main-main dengan Kirana.
"Iya Mam. Nanti aku telpon Mama balik ya? Bye Mom." Rendy pun menutup teleponnya.
Dia masuk kembali keruang ICU dan masuk untuk melihat kondisi Olivia.
Olivia masih belum sadar dan terlihat sangat pucat. Andreas menoleh pada Rendy. "Ren, meski aku berengsek karena udah rebut Olivia dari kamu, asal kamu tau kalau Oliv bener-bener cinta mati sama kamu." Andreas menghela nafasnya berat dan melanjutkan bicara lagi. "Lihat dia seperti ini, mungkin aku rela kalau kalian balikan lagi. Aku cuma pengen lihat Oliv bisa bahagia dan dia terlihat bahagia saat sama kamu."
Rendy mengernyitkan keningnya mendengar ucapan Andreas yang menurutnya sangat konyol dan tidak masuk akal. Dia tersenyum sinis. "Kamu lupa kalau aku udah punya calon istri?"
"Ren, aku tau kalau hubungan kamu dengan perempuan itu nggak serius karena sebenernya kamu masih cinta sama Oliv kan?"
"Kirana! Namanya Kirana! Harus banget ya kamu bahas masalah yang seharusnya nggak perlu dibahas?" Rendy ingin sekali menghajar Andreas saat ini juga. Bisa-bisanya teman sialannya ini memintanya untuk kembali bersama Olivia setelah apa yang sudah mereka lakukan kepadanya.
Rendy mendengus lalu berbalik dan keluar.
"Rend tuunggu!" Andreas mengejar langkah Rendy menuju lift. Tapi Rendy tidak menghiraukan panggilannya.
"Rend! Aku tau kamu masih cinta sama Oliv kan? Hubunganmu dengan perempuan itu..BUGH!
Rendy langsung membogem wajah tampan Andreas lalu menarik kerah kemejanya dan mendorongnya kedinding. Rendy menatap tajam sambil mencengkeram kemeja Andreas. "Selama ini aku udah cukup sabar buat nggak menghajar kamu! Sebaiknya kamu urus aja Olivia dengan baik dan nggak usah ngurusin urusan orang lain!!"
Rendy melepaskan cengkeramannya dan berbalik kembali melangkah menuju lift kemudian masuk kedalam kift.
Andreas mendengus dan mengusap sudut bibirnya yang mengeluarkan darah dengan ibu jarinya sambil mengumpat. "Sialan! Sakit banget pukulan dia!"
..............