Because, I Love You

Because, I Love You
#BILYS3 229



Liburan sekolah tahun ini seperti biasa, Pelangi enggan berlibur keluar kota atau bahkan ke luar negeri meski kami ikut serta untuk menemaninya. Entahlah, apa alasan di baliknya.


"Ma, Pelangi boleh gak main kerumah tante Abel lagi?"


"Wah... Mentang-mentang liburan sekolah, jadi lebih enak main dirumah pacar nih?"


Aku sedikit senang namun juga khawatir... Ini sungguh diluar dugaan, biasanya.. Setiap kali liburan panjang di sekolah dia selalu lebih memilih mengurung diri di dalam kamar.


"Ah, mama. Aku hanya punya janji akan menemani tante Abel membuat kue."


"Pffttt... Hahaha, Abel buat kue? Sejak kapan? Hahaha, tante mu itu paling enggan di dapur."


"Ah, sungguh? Tapi tante Abel bilang ingin membuat kue kesukaan Joe dan om, Ma."


"Hah, mungkin kah karena kini dia akan menjadi seorang mertua?" Jawab ku menggoda Pelangi.


"Iih, mama... Berhenti menggodaku terus, jadi boleh tidak Ma?" Tanya Pelangi kembali dengan wajah memohon.


"Hah, baiklah. Tapi ingat, dengan satu syarat."


Pelangi mengatupkan kedua bibirnya setelah aku melontarkan kata demikian.


"Jaga diri. Kau paham nak?"


"E,eh.. Iya, Ma. Pelangi akan menjaga diri baik-baik, lagipula Pelangi ingin membuat mama dan papa bangga nantinya. Pelangi akan menjadi dokter terhebat untuk menyembuhkan dan mengobati banyak orang sakit, Ma."


Aku tersenyum lega mendengarnya. Lalu memberinya izin dengan menganggukkan kepala, dia mengerti lalu berlarian menaiki tangga menuju kamarnya. Kemudian aku segera meraih telepon rumah untuk menelpon Abel.


"Halo." Jawabnya terdengar.


"Hei, sejak kapan kau suka berlama-lama di dapur hah?"


"Cih, hahaha. Aku sudah menduganya kau akan menelepon ku untuk melakukan aksi protes."


"Hah, baiklah. Ku harap kau memantau baik anak-anak kita, aku tidak mau lagi memutar tujuan ku menelpon mu."


"Baik, nyonya besar. Hahaha, aduh Fanny. Ayolah sayang, aku paham betul. Kau tenang saja, aku tidak akan mengecewakan mu atas sikap putera ku."


"Maafkan aku, jika aku... Ehm, terlalu posesif pada anak-anak ku."


"Sudah lah Fanny, aku tahu kau begitu khawatir dan masih terbayang masa lalu mu. Kau tahu, sebenarnya.. Ehm, hari ini akan datang rekan kerja suami ku dari LN. Kebetulan dia akan mengadakan proyek disini sekaligus berlibur dalam waktu sepekan. Oleh sebab itu aku harus menampilkan segalanya dengan baik, mereka keluarga terpandang di LN."


"Oh ya ampun. Kau ini, apa kau juga butuh bantuan ku?"


"Ah, tidak perlu. Aku hanya ingin jelitaku, Pelangi yang disini. Aku ingin memperkenalkannya sebagai puteri ku juga, hehe.."


"Ih, dasar. Baiklah, puteriku akan segera datang." Bisik ku kemudian lalu mengakhiri panggilan setelah melihat Pelangi sudah siap menuruni anak tangga.


"Ma, Pelangi pergi dulu."


"Hati-hati, Nak. Salam untuk semua nya ya,"


"Siap komandan. Segera di sampaikan!" Jawab Pelangi dengan lagak seorang tentara pada atasannya. Kemudian berlalu pergi dengan ekspresi wajahnya yang menunjukkan rasa bahagia.


🌻🌻🌻


Tiba dirumah Abel, Pelangi sudah di sambut dengan penuh kasih sayang. Sikap Abel yang selalu berlebihan kadang membuat Joe mendecak sebal karena merasa cemburu dan iri melihat maminya itu, selalu main peluk cium pada Pelangi.


"Pelangi, kau cobain ini." Abel menyuapinya sepotong kue kering cokelat yang di atasnya bertaburan kaju.


Pelangi mengunyahnya dengan pelan, membuat Abel merasa berdebar-debar menantikan komentar Pelangi tentang kue buatannya yang pertama kali.


"Enak tante, gurih."


"Sungguh? Kyaaaaa... Akhirnya berhasil resep yang diberikan mama mu, sayang."


"Hehe... Tante hebat," Jawab Pelangi tersenyum nyengir. Dia mulai lelah setelah hampir dua jam sejak tadi menemani Abel serta mendengarkan berbagai obrolan nya yang tiada henti. Sesekali kadang menari-nari dan mengajak paksa Pelangi mengikutinya.


"Ma-mi..." Terdengar suara Joe yang bermalas-malasan.


"Hemm.. Kenapa my baby boy?"


"Bisakah mami membiarkan kita berduaan saja, mami kerjakan tugas sendiri saja."


"Duuh, kau ini mengganggu saja."


"Eh, kalian kan hampir setiap hari disekolah bersama."


"Maamiii... Ini sudah liburan panjang, kita akan semakin jarang bertemu nantinya."


"Hah, baiklah. Baiklah, lagi pula sudah selesai. Hehe, hanya tinggal di tata manis dan rapi."


"Sungguh, tante?" Tanya Pelangi.


"Hah, gak perlu bertanya lagi. Kau sudah sangat lelah ku lihat." Jawab Joe dengan menarik tangan Pelangi kemudian. Pelangi menurutinya sementara Abel mulai mengomel dan sesekali menggodanya.


Joe mengajak Pelangi ke sebuah taman pribadi Abel yang di tumbuhi berbagai macam tanaman bunga yang indah. Dengan sebuah kursi besi bersih berukiran bak kerajaan, taman itu serasa bagaikan di negeri dongeng. Wangi semerbak bunga-bunga yang membuat taman itu terasa semakin indah nan menyejukkan.


"Indah sekali..." Ucap Pelangi dengan mencium salah satu tanaman bunga milik Abel.


Joe memeluknya dari belakang membuat Pelangi terkejut lalu menghadapnya. Kini mereka berhadap-hadapan, kemudian tanpa menunggu aba-aba lagi Joe mencium bibir Pelangi dengan lembut.


Mereka berciuman kembali dengan mesra, setelah puas berciuman Pelangi tampak tersipu malu.


"Apa kau sengaja mengajakku kemari hanya untuk ini? Sejak tadi kau tidak sabaran."


"Hahaha, apakah sungguh terlihat jelas dari ekspresiku?"


"Cih!!!" Pelangi mencubit perut Joe dengan gemas.


"Aduh, ampun ampun."


"Hemm.. Katakan, apa rencana mu selama kita liburan panjang di sekolah?"


"Hanya ingin berduaan terus dengan mu, Honey."


"Joe, jangan gombal ih."


"Aku serius.."


"Aku tidak percaya, huh..."


"Oh jadi gak mau nih berduaan terus?"


"Gak maa-uuu, weekk..." Pelangi berlari menjulurkan lidahnya untuk meledek Joe yang kini mengejarnya hingga keluar dari taman.


"Mau kemana kau, cewek bodoh." Joe terus saja berusaha mengejar Pelangi yang selalu kian gesit menghindari dekapan Joe.


"JOE!!!"


Senda gurauan mereka terhenti ketika terdengar suara memanggil nama Joe.


"E,eh???" Joe tampak kebingungan.


"Finally, i can see you again."


Seorang gadis remaja berparas cantik dan periang, penampilannya sedikit terbuka, rambutnya yang berwarna cokelat keemasan, terurai sedikit bergelombang. Berlari menghampiri Joe kemudian memeluknya di hadapan Pelangi.


"Maria??? Kau.. Disini?"


"Yeach, aku datang bersama daddy and mommy." Jawab gadis itu dengan senyuman manis, bermanja ria pada Joe. Sementara Pelangi masih berdiri terpaku, tanpa berani menyapa atau bertanya pada Joe.


"I miss you so much, Joe." Ucapnya lagi dengan menarik hidung Joe gemas.


"E,eh.. Joe, aku.."


"Aah, astaga.. Maria, ini Pelangi. Pa-car ku,"


"Girlfriend?"


Maria seolah terkejut dengan mulut menganga mendengar Joe memperkenalkan Pelangi sebagai pacarnya.


"Heem, dia pacarku."


"Ha,hai.. Aku Pelangi." Pelangi mengulurkan tangannya memperkenalkan diri. Namun Maria masih terpaku mengerutkan kedua alisnya.


"Joe, kau hanya mengerjaiku bukan?" Tanya nya pada Joe, mengabaikan Pelangi yang masih mengulurkan tangannya untuk memperkenalkan diri.