Because, I Love You

Because, I Love You
Episode 140



"Mama, aduh ini bagaimana pakainya?" Ucap Pelangi dengan celoteh manjanya, memaksa untuk memakai kaus kaki oleh kedua tangannya sendiri.


"Huhft, sini. Mama saja yang pakaikan," Jawab ku sembari meraih kaus kaki yang di genggamnya.


"Gak mau, Pelangi mau pakai sendiri. Kata mama anak gadis harus mandiri dan pintar kan," Jawabnya mendecak kesal.


"Pelangi, nanti kamu terlambat ke sekolah Nak. Ini hari pertama ke sekolah loh," Ujar Irgy dari arah belakang ku, menghampiri Pelangi dan meraih tubuhnya berada dalam pangkuannya.


"Tak mau. Pelangi harus bisa pakai kaus kaki ini." Jawabnya membantah.


"Ehm, baiklah. Sini papa ajarkan caranya, ingat.. Harus menjadi pribadi yang tetap tenang dan sa-bar. Paham anak pintar?"


Pelangi mengangguk mantap dan menyaksikan akan arahan Irgy yang mengajarinya memasang kaus kaki. Aku yang melihat kekompakan mereka hanya bisa menggelengkan kepala. Sejak Lahir Pelangi memang selalu lebih peka dan dekat dengan papa nya, Irgy.


Ya. Waktu berjalan meniti hari, bulan dan tahun penuh warna. Kadang menghitam, kadang memutih, kadang penuh warna terang bagai Pelangi di sore hari. Usia Pelangi kini beranjak 5 tahun.


Ini hari pertamanya bersekolah di sebuah pendidikan terbaik di kota kami tinggal. Begitu banyak hal yang memaksaku harus berlari menerjang segala cerita duka dan pahit yang mengusikku. Bahwa aku harus mampu untuk terus memberikan kebahagiaan untuk ku sendiri.


Sejak Kevin pada akhirnya mengalah untuk memantapkan hatinya kembali tinggal di LN, dalam kondisi mental Nia yang masih menggila. Beruntung, sehari sebelum memutuskan untuk melanjutkan pengobatan psikis Nia. Dengan segala kesabaran dan kesungguhan Kevin, berhasil membuat Nia kembali mengingat sosok Kevin. Meski hanya dia saja yang di ingat oleh Nia saat itu.


Tentang Ammar, entah lah. Aku tidak tahu, dimana dan bagaimana hidupnya kini. Bahkan sampai detik ini, aku belum mengutarakan tentang mimpi ku saat itu pada Irgy. Hanya Abel yang mengetahuinya, dia sungguh baik. Tak sedikitpun berani menyampaikan pada siapapun, dia sungguh menepati janjinya padaku.


Abel telah kembali menjalani aktifitas dan perannya bersama keluarga kecilnya. Meski dengan susah payah, dengan seribu drama, perpisahan kecil antara Pelangi dan Tama putera Abel. Mereka benar-benar harus terpisah karena Abel harus ikut serta dengan suaminya pindah ke LN.


Dan hingga kini, 1 tahun sudah aku dengan Abel lost contac. Sangat di sayangkan, terkadang aku merindukannya menemani hari-hariku. Terasa bagai kakak beradik yang terlahir dari satu rahim. Tapi ku yakin, hidupnya kini akan lebih bahagia dan membaik. Impiannya yang selalu di tuturkan padaku ialah bisa tinggal di LN dan menjelajahi setiap mall-mall terbaik disana.


"Mama ayo," Ucap Pelangi mengejutkan lamunanku, sembari menarik jemariku dalam genggamannya.


"Tunggu sebentar sayang, mama ambil tas dulu." Jawab ku.


Setelah ku raih tas ku, segera melangkah menuju teras. Ku lihat Irgy sudah siap menanti di dalam mobil dengan tubuh mungil Pelangi yang melempar senyum cerianya padaku.


"Bi, jaga rumah ya. Aku pergi antar Pelangi kesekolah," Ucapku pada bibi asisten yang berdiri menyusulku di depan teras.


"Baik nyonya."


"Ehm, tolong juga siapkan jus strawberry susu kesukaan Pelangi. Bisa nangis setelah pulang nanti dia melewati jus favoritnya."


"Siap nyonya." Jawab Bibi asisten yang sudah bertahun-tahun setia mendampingiku dirumah ini sejak awal.


"Eh satu lagi, jangan telat makan siang ya Bi." Ucapku dengan senyuman ramah padanya. Tampak kedua matanya berkaca-kaca mendengar ucapanku yang di balas anggukan mantap olehnya.


🌻🌻🌻


Tiba di sekolah. Pelangi mulai mencengkram erat tangan ku, begitu pula pada Iry. Sehingga seketika aku dan Irgy saling menatap sejenak lalu mengeluh nafas panjang.


"Hei, anak papa yang pintar dan cantik. Apa kau takut?" Tanya Irgy menundukkan kepala tepat di hadapan Pelangi.


Dengan ragu-ragu Pelangi menggelengkan kepala, tatapannya berusaha menghindari senyuman Irgy.


"Hayo, yang ingin jadi dokter dan mengobati banyak orang, menyembuhkan orang sakit, dan membuat mama papa bangga siapa?" Tanya ku menyela dengan senyuman menggodanya.


"Pe..La-ngi." Jawab nya lirih.


"Jika begitu, ayo semangat." Ucap Irgy kemudian dengan senyuman dan tepuk tangan.


"Tapi Pelangi takut sendirian. Saat ingin buang air kecil, Pelangi tidak tahu letak toilet di sekolah itu dimana.." Jawabnya merengek manja.


"Halo selamat pagi Tuan dan Nyonya, dan hai anak manis." Tiba-tiba datang seorang guru muda, dia begitu cantik dan penuh kelembutan dengan seragam mengajar yang di pakainya.


"Halo bu, selamat pagi. Apa kabar?" Jawab ku. Irgy hanya menundukkan kepala menanggapinya.


"Pelangi, ayo sapa bu guru." Ucapku lagi.


"Pagi, bu.. Gur-ru." Sapa Pelangi dengan ragu sembari kembali mempererat genggamannya di jari jemariku.


"Aduh, pintarnya. Siapa nama mu Nak?" Tanya nya kembali berusaha mencairkan kekakuan Pelangi pagi ini.


"Pelangi," Jawab Pelangi singkat.


"Wah.. Nama yang cantik, secantik mama dan setampan papa mu. Ayo, sini. Pegang tangan ibu saja, di kelas nanti Pelangi pasti akan lebih senang."


"Gak mau, Pelangi mau ajak papa dan mama juga."


"Ehm, gimana ya? Papa dan Mama kan sudah dewasa, jadi nanti gak muat dong kelas Pelangi jika Mama dan Papa ikut masuk."


"Apa kelasnya begitu kecil? Tidak sebesar rumah ku?" Jawaban konyol keluar begitu saja dari mulut Pelangi.


"Pffft..." Irgy berusaha menahan tawanya.


"Oh, tidak. Kelas Pelangi nanti akan jauh lebih besar dan luas, tapi jika mama dan papa mu ikut kelas itu akan menjadi kecil sayang. Yuk, bareng ibu saja ya." Ucap ibu guru berusaha akrab dengan Pelangi dan meredahkan kegelisahannya.


"Nak, ayo. Mama dan papa akan melihatmu dari jauh, calon dokter harus berani sendiri menghadapi pasiennya." Ucapku menyemangatinya.


"Oh ya? Jadi Pelangi nanti akan bertemu dengan pasien banyak di kelas ma?" Tanya nya dengan wajah sumringah.


"Bukan sayang, tapi mereka juga sama seperti Pelangi. Calon dokter hebat dan pemberani tentunya." Ujar Irgy menyela.


"Yeay, kalau begitu ayo bu guru kita masuk kelas." Pelangi begitu semangat melepas genggaman tangan kami lalu berlari ke arah ibu guru yang menyambutnya.


Lalu ibu guru mengedipkan matanya pada ku, aku mengangguk dengan senyuman. Sementara Irgy melingkarkan tangannya perlahan di pinggangku, membuatku merasa geli dan terkejut.


"Anak kita sungguh menakjubkan, entah bagaimana dia begitu berantusias ingin menjadi seorang dokter hebat nantinya. Sungguh pemberani dan jiwa penolong," Ucap Irgy sembari menatap langkah Pelangi yang begitu ceria dan semangat di tuntun oleh ibu guru.


"Bukan kah itu jiwa mama nya?" Jawab ku dengan percaya diri.


"Oh ya? Sungguh?" Ucap Irgy menggodaku dengan kedua alis nya yang terangkat sangat tinggi.


"Cih, kau meledekku?" Jawab ku menyeringai.


"Tidak. Aku hanya terkejut, hingga jantungku berdetak begitu kencang." Jawab nya sembari menaruh telapak tangan ku tepat di dada bidangnya.


"Oh ya ampun, kenapa jantung mu tidak berdetak sama sekali sayang?"


Irgy terkejut hingga bibirnya sedikit menganga. Melihat nya demikian aku tertawa lepas, tanpa memperdulikan wali murid sekitar menyaksikan kami berdua.


"Kau membalas mengerjaiku. Hmm.. Tunggu saja, nanti malam aku akan... Membalasnya." Bisiknya di telinga ku, membuatku tersipu malu hingga memerah di wajahku. Aku mencubitnya kembali, Irgy meringis menahan sakit.


------------ **iklan ------------


Mohon maaf, jika karya ini membuat kalian selalu menunggu dengan rasa penasaran yang membludak. Jujur Author kembali down dengan beberapa komentar yang sangat tidak mengenakkan. Author jadi merasa beberapa dari kalian hanya memikirkan kesenangan kalian. Disini bebas membaca, promosi, berkomentar pun gratis tapi bukan berarti tidak memikirkan hati dan usaha Author yang selalu ingin menuangkan cerita untuk memuaskan hati para readers lainnya. Terkadang juga sedih loh, jika ada Author pemula yang ikut berkomentar dan menjatuhkan. Padahal dia juga seorang Author, hu hu 😭


Dan mulai hari ini, Author akan membagi waktu di dua karya sekaligus. Berhubung karya baru Author sedang hangat-hangatnya. Yuk ah, mampir juga ya. "Dosa Terindah" akan ikut serta mengetuk hati kalian untuk berpetualang. Salam sayang dari Author kalian 😘😘😘**