Because, I Love You

Because, I Love You
#BILYS3 210



Sore ini, tidak seperti biasanya. Puteriku, Pelangi menghampiri ku yang sedang duduk santai di dekat kolam. Aku yang sedang sibuk berkutat dengan sebuah tabloid serta sambil menemani si kembar bermain dengan sebuah laptop.


"Ma, ehm.. Sibuk gak?"


"Hemm.. Enggak, ada apa sayang? Tumben, kemari.." Jawab ku menyuruhnya duduk di sisi ku.


"Ih, mama. Pelangi kan sibuk,"


"Iya deh iya, yang selalu sibuk. Sibuk di kamar kalau dirumah, itupun kalau off hang out."


"Nah, tu mama tahu. Hehe,"


"Lalu??? Eh, tunggu. Pulang sekolah tadi di jemput Joe kan? Tumben anak itu gak mampir dulu?"


Seketika ku lihat wajah Pelangi berubah merah semu, seolah dia menahan malu yang tak seperti biasanya. Ada apa dengan puteri ku ini? Apakah karena aku menyebut nama Joe? Wah, jangan-jangan...


"Eh, tadi.. Ehm, dia langsung buru-buru Ma. Ada kesibukan,"


"Sungguh?" Aku mencoba menatapnya dengan senyuman nakal untuk menjahilinya.


"Ih, mama. Apaan sih senyum-senyum gak jelas gitu, mama ih.."


"Ehhem.. Mama kan hanya tersenyum, hayo.."


Pelangi semakin tampak kelihatan menahan rasa malu, aku jadi ingin terus menggodanya. Dan aku tidak sadar, apa yang akan disampaikannya kali ini.


"Ma, apakah dulu papa dan mama bersahabat sebelum memutuskan untuk menikah?"


Aku tersenyum kembali mendengarnya berkata demikian, aku juga bahagia, sepertinya kini puteri ku mulai merasakan indahnya bunga-bunga cinta. Hihi, iya kan?


Kemudian aku menceritakan awal pertemuan ku dengan Irgy, bagaimana kami saling mengenal hingga memutuskan untuk menikah.


"Huhft.. Tetnyata sedikit rumit cinta itu." Ujar Pelangi setelah mengeluh nafas panjang. Sejak tadi dia begitu serius dalam menyimak kisah masa lalu ku dengan papanya, Irgy.


"Tidak sama sekali sayang, siapa bilang mencintai itu rumit? Hanya saja banyak hal yang harus kita persiapkan dari mental kita, Nak."


"Tapi, Ma.. Pernah gak mama jatuh cinta dengan seseorang yang sudah lama bersahabat dengan mama?"


Ah, akhirnya aku sudah bisa menangkap inti dari perbincangan ini. Aaaah, menggemaskan sekali.. Apakah Pelangi dan Joe kini saling jatuh cinta? Oh Tuhan.


Kembali aku tersenyum menatapnya lebih lama, dan dia semakin gelisah menanti jawaban ku yang terus menatapnya dengan nakal.


"Aaah, mama. Jangan menatapku seperti itu, aku.. Aku hanya ingin tahu saja, memangnya salah?" Ucapnya mendecak manja.


Ku raih tangannya yang sejak tadi sudah ku pastikan jika mula basah oleh keringat, entah berapa banyak tenaga yang dia kumpulkan untuk memberanikan diri bertanya padaku.


"Katakan, apakah puteri tercantik mama ini sedang jatuh cinta?"


"Eh, ah, ehm.. Ti-dak, Ma. Aku.. Aku bahkan tidak tahu apa itu cinta dan bagaimana rasanys jatuh cinta." Jawab Pelangi gugup.


"Hemm.. Kalau begitu, bagaimana hubungan mu dengan, Joe?"


Seketika Pelangi tampak tersenyum malu dan begitu gerogi di hadapan ku. Dia salah tingkah dan gelisah, hihi ya ampun Tuhan.. Sepertinya memang benar demikian. Syukurlah jika pilihannya adalah Joe, anak itu baik. Mereka sudah saling mengenal dan dekat sejak kecil, akan semakin baik jika mereks sudah saling memahami sifat masing-masing.


"Mama, apaan sih. Aku dan Joe baik-baik saja, kami bersama seperti hari biasanya. Hanya saja dia semakin konyol setiap menjahiliku, Ma."


"Tapi bahagia kan.. Ciye," Aku mencoba memancing di air tenang kali ini.


Entah dia menyadarinya atau tidak saat ini, namun dia terlihat sedikit ragu. Ada apa? Kenapa? Ah, ingin rasanya ku kupas habis. Namun belum saat nya, tugasku disini sebagai orang tua. Aku harus bisa menjadi ibu sekaligus sahabat yang baik sebagai tempatnya mengadu dan berbagi cerita nantinya. Mungkin sebaiknya aku menahan diri dulu dan menunggu perkembangan selanjutnya. Ya, begitu lebih baik.


"Sayang, nikmatilah masa remaja mu dengan indah dan bahagia. Masa SMA adalah masa yang paling dinantikan dan akan dirindukan saat kita sudah tidak lagi berada di lingkungannya."


"Baik, Ma. Pelangi mengerti."


🌻🌻🌻


Di sekolah Pelangi...


"Paagi, Princess cold. Uhm, pagi juga pangeran tampan." Sapa Lisa pada kami setelah melihatku dan Joe turun dari mobil bersamaan.


"Si kumis tipis, pangeran ku..." Sapa Lucas kemudian.


"Hai, baby. Emmuach," Balas Joe dengan sengaja menggoda Lucas.


"Iih, apaan sih Joe? Aku yang lebih dulu menyapamu tauk," Lisa mendecak kesal ketika Joe memperlakukan Lucas seolah kekasihnya.


"Hahaha, selamat pagi Lisa. Kau lebih cute pagi ini,"


Mendadak wajah Lisa memerah dan mendecakkan kedua kaki nya, kedua telapak tangannya di tempelkan pada pipinya yang cubby.


"Eh, dimana Jeni?" Tanya Pelangi kemudian.


"Ehm, hari ini dia izin. Katanya sih, sakit. Pagi buta tadi dia menelpon ku, aku bilang akan mengajak yang lainnya untuk menjenguknya pulang sekolah nanti. Tapi dia menolak keras, malam mengancam ku. Huh, dasar."


Pelangi melirik ke arah Joe yang berubah ekspresi, sepertinya dia sedikit merasa bersalah. Kemudian Joe menatap ke arah Pelangi, seketika Pelangi berpura-pura tidak melihatnya.


"Hello, kenapa pada diam sih?" Tanya Lisa mengejutkan kami yang salah tingkah.


"Tau nih, jangan-jangan kalian berantem ya? Lalu Jeni berpura-pura sakit deh, untuk menghindari kalian berdua. Karena Jeni kita kan..."


"Lucas !!!"


Lisa membentak Lucas lalu memberikan isyarat dengan kedua matanya yang melotot hingga membuat kedua bola mata Lisa bagai bola pimpong.


"Upz, ma-af. Aku hanya bergurau saja, ih.. Lupakan, jangan di masukkan ke hati. Maafkan aku, aaah.. Ma-af."


"Gapapa, Lu. Aku tahu kau hanya bercanda saja, ehm.. Mungkin, Jeni memang sedang sakit. Iya kan, Joe?"


"Ah, eh.. Aku? Kau bertanya padaku, Langi?


"Upz, Princess cold. Apa-apaan kau ini," Bisik Lisa dengan lirih mencubiti pergelangan tangan Pelangi.


"Hemm.. Aku hanya sekedar bertanya saja bukan, kenapa kau salah tingkah begitu? Hahaha, udah lah. Ayo kita kelas," Ujar Pelangi setelah berhasil menggoda Joe di hadapan semuanya.


Lisa dan Lucas menyusul langkah Pelangi, sementara Joe sedikit tertinggal di belakang menatap punggung Pelangi seraya bergumam pada dirinya sendiri.


"Hah, sepertinya ini akan sedikit rumit. Jeni, kau.. Apa kau akan menggunakan cara kekanakan seperti ini untuk meluluhkan hatiku? Ini konyol, aku benci cara yang unfair begini."


Setelah sampai di kelas Pelangi diam saja, meski Joe mengajaknya bergurau dan menggodanya. Hanya sesekali saja Pelangi tersenyum tipis namun terlebih menjauhi Joe dan mengabaikannya, membuat Joe bertanya-tanya.


🐝Hai semua, ehm.. Author harap sehat selalu ya, btw Author sedikit kesal. Padahal ini puasa loh, kalian begitu setia membaca dan banyak permintaan. Bukan kah Author sebisa mungkin sudah mengabulkannya? Tapi kalian selalu mengabaikan kebijakan untuk like dan vote semampu kalian. Huhu, ini tidak adil !!!🐝