Because, I Love You

Because, I Love You
#95



Kirana meminta diturunkan dipersimpangan jalan dan akan berjalan kaki menuju perusahaan karena saat ini dia masih belum siap kalau semua orang diperusahaan Pradipta Grup melihatnya bersama Rendy dan tau tentang hubungan mereka.


Tentu saja Rendy menolak dengan tegas. Mana mungkin dia menurunkan Kirana dipersimpangan jalan dan membiarkan kekasihnya ini berjalan kaki?


"Mas, please! Untuk saat ini aku masih belum siap. Tolong kamu ngertiin aku dong." Rengek Kirana yang terus meminta pada Rendy.


Rendy hanya diam tidak merespon. Tatapannya fokus kedepan. Wajahnya pun sudah berubah menjadi dingin membuat Kirana juga terdiam merasa takut. Tapi hatinya benar-benar merasa cemas.


Mobil sport milik Rendy pun berhenti diponggir jalan yang tidak jauh dari gedung perusahaannya agar Kirana tidak terlalu lelah berjalan kaki. "Turun sana!"


Kirana menatap Rendy dengan mata berbinar meski wajah kekasihnya yang tampan ini terlihat sangat dingin dan galak. Ternyata Rendy memang sangat pengertian. Kirana tersenyum dan memegang lengan berotot Rendy yang tertutup jasnya. "Makasih ya Mas."


Kirana segera melepas sabuk pengamannya namun Rendy lebih dulu meraih pengaitnya dan melepaskannya.


Senyum Kirana semakin mengembang. "Makasih lagi Masku sayang." Ucapnya sambil mengusap sisi wajah tampan Rendy.


Rendy menangkap tangan Kirana yang masih menempel disisi wajahnya lalu menatapnya lekat dengan wajahnya yang masih dingin sedingin salju. "Kiss dulu baru boleh turun!"


Kirana seketika terpaku dan menatap lebar Rendy lalu mengerjap beberapa kali membuat Rendy menjadi semakin gemas padanya. "Kenapa malah diem? Buruan!"


"Nggak mau ah! Banyak orang Mas! Kamu tuh emang nggak tau mahmmp.." Belum selesai berucap, Rendy sudah tidak sabar dan langsung menarik tengkuk Kirana lalu menciumnya beberapa detik kemudian melepasnya.


Nafas Kirana terengah lalu memukuli dada bidang Rendy dengan marah. "Dasar Pak Rendy si Bos mesum!" Mendengus kesal dan segera membuka pintu mobil lalu turun.


Rendy hanya terkekeh pelan sambil menatap langkah Kirana yang cepat menuju gedung megah perusahaannya.


Setelah Kirana terlihat memasuki gerbang, Rendy melajukan mobilnya masuk ke basement parkiran khusus untuk para petinggi perusahaan.


...


Kirana berjalan masuk kedalam gedung megah perusahaan Pradipta Grup. Dia yang tadinya berjalan dengan langkah cepat tiba-tiba langkahnya melambat karena merasaka sesuatu yang aneh dan seketika merasa cemas sekaligus panik.


Ada apa ini? Kenapa mereka menatapku seperti melihat buronan?


"Dasar cewek kampung nggak tau diri!"


"Nggak sadar diri!"


"Mungkin emang bener kalau dia pake pelet untuk menjerat Pak Rendy!"


Kirana menghentikan langkahnya dan melihat sekeliling. Ternyata banyak karyawan disini sedang berdiri memperhatikannya sambil melontarkan perkataan-perkataan yang membuat jantung Kirana berdegup kencang. Bukan karena jatuh cinta. Tapi karena yang di khawatirkannya dan ditakutinya akhirnya terjadi juga.


Mereka menatapnya dengan tatapan tidak suka terkesan penuh kebencian. Mungkin karena mereka merasa sangat iri kepada Kirana yang begitu beruntung. Belum lama diterima kerja diperusahaan besar ini, sudah langsung mendapat perhatian lebih dari Presdir tampan mereka. Bahkan sekarang, Kirana bisa sedekat itu dengan Presdir tampannya.


Mereka pun menebak kalau Kirana memang ada hubungan spesial dengan Presdir tampan idola mereka.


"Ki, kamu dari mana sama Pak Rendy?" Yolanda menarik Kirana dan bertanya dengan pelan.


"A apa maksud kamu Yol?" Tanya balik Kirana dengan tergagap meski dia tau maksud pertanyaan Yolanda. Hanya saja Kirana merasa menjadi bodoh saat ini karena mereka semua masih melontarkan kata-kata cacian kepadanya.


"Nih lihat! Saking senengnya berduaan sama Pak Rendy, kamu sama sekali nggak sempet lihat obrolan di grup chat? Bahkan foto kamu lagi sama Pak Rendy udah tersebar disini, pasti kamu juga nggak tau kan?" Rossa menyodorkan ponsel miliknya dan menunjukkan foto Kirana yang tadi sedang berdiri disamping mobil sport milik Rendy. Lalu ada juga video berdurasi beberapa detik yang memperlihatkan saat Rendy berjalan menghampiri Kirana dengan saling melempar senyuman kemudian Rendy membukakan pintu mobil untuk Kirana.


Kirana melebarkan kedua matanya dan menutup mulutnya dengan sebelah tangannya merasa begitu terkejut.


"Heh! Dasar cewek nggak tau diri! Aku udah peringatkan kamu sebelumnya kan? Tapi kamu ngeyel dan sekarang kamu harus tanggung resikonya!" Seru Siska sambil menarik lengan Kirana dengan kasar lalu mendorongnya hingga Kirana langsung jatuh tersungkur kelantai.


"Aawh!" Pekik Kirana saat terjatuh sambil mendesis karena sikunya membentur lantai begitu keras.


"Eh Bu Siska! Kenapa kasar banget sih Bu?!" Yolanda dengan berani berusaha membela Kirana lalu berjongkong dan meraih Kirana, membantunya untuk berdiri. "Ki, kamu nggak apa-apa kan? Ayo aku bantu."


"Sebaiknya kamu nggak usah sok jadi pahlawan!" Seru Siska lagi kepada Yolanda.


"Dasar cewek nggak tau diri! Rasain ini!"


Beberapa karyawan menyiram minuman yang mereka bawa kearah Kirana dengan begitu tega.


"Kalian ini apa-apaan sih? Nggak seharusnya kalian bersikap buruk seperti ini!" Teriak Yolanda yang masih membela Kirana sebagai teman baiknya. Sedangkan Rossa hanya berdiri diam saja memperhatikan mereka.


................