Because, I Love You

Because, I Love You
#42



Kirana terpaku dan terdiam melebarkan matanya menatap Rendy. Rendy menyeringai melihat ekspresi Kirana.


"Liat ekspresimu yang begitu, sepertinya aku nggak salah." Ucap Rendy dengan menyeringai menatap Kirana.


"Hah? Si..siapa juga yang cemburu? Lagi pula, saya masih tau diri." Ucap Kirana sedikit tergagap dan gugup berusaha menyangkal.


"Apa maksud ucapanmu itu?" Tanya Rendy dengan serius.


"Yang mana Pak?" Tanya balik Kirana dengan polos.


"Yang kamu masih tau diri? Apa maksud kamu?" Tanya Rendy mengulangi ucapan Kirana.


"Oh itu. Ya kan nggak mungkin juga saya cemburu. Pak Rendy bukan siapa-siapanya saya begitu juga dengan saya, bukan siapa-siapanya Pak Rendy." Jawab Kirana dengan santai.


"Oh." Balas Rendy dengan sedikit mengangguk.


Aduh..Pak Rendy masih lama nggak ya? Aku udah laper banget pengen makan mie.


Gumam Kirana dalam hati sambil menggigit bibir bawahnya merasa gelisah menahan rasa laparnya.


"Sepertinya saya harus kasih penjelasan sama kamu." Lanjut Rendy.


"Penjelasan? Tentang apa Pak?" Tanya Kirana.


"Tentang hubungan saya dengan Olivia." Jawab Rendy.


"Oh." Ucap Kirana sambil mengangguk. "Emm..maaf sebelumnya Pak. Kalau saya boleh menebak, apa benar kalau Pak Rendy dan Olivia memang pacaran? Atau pernah menjalin suatu hubungan yang serius?" Tanya Kirana dengan wajah serius.


"Kamu benar." Jawab Rendy lalu menghela nafasnya dan menyandarkan punggungnya kebelakang. "Ini yang mau saya bicarakan sama kamu, supaya kamu nggak salah paham ketika saya tiba-tiba minta bantuan kamu lagi." Lanjutnya dengan menatap Kirana.


Kirana hanya mengangguk saja dan masih ingin mendengarkan Rendy.


"Sebelumnya, saya memang pernah menjalin hubungan dengan Olivia. Hampir empat tahun lamanya kami pacaran. Saya serius sama dia. Tapi..." Rendy menghentikan ucapannya dan wajahnya berubah menjadi sedih.


"Tapi kenapa Pak?" Tanya Kirana yang merasa penasaran. "Emm..kalau Pak Rendy nggak mau cerita nggak apa-apa kok. Saya ngerti." Lanjut Kirana yang melihat perunahan wajah sedih Rendy.


"Orang tua saya nggak pernah merestui hubungan saya dengan Olivia dan mereka selalu meminta saya untuk mengakhiri hubungan saya dengan Olivia. Menurut mereka, Olivia nggak cocok menjadi pendamping saya." Ucap Rendy dan sedikit terkekeh diakhir kalimatnya.


"Jadi, hubungan Pak Rendy dengan Olivia putus karena permintaan dari orang tua Pak Rendy?" Tanya Kirana yang semakin tertarik dengan cerita Rendy.


"Ya. Tapi saya nggak benar-benar putus. Saya sangat mencintai Olivia dan saya diam-diam tetap menjalin hubungan dengan dia." Jawab Rendy.


"Emm..maaf sebelumnya. Jadi, Pak Rendy bohong sama orang tua Pak Rendy? Terus, hubungan Pak Rendy dengan Olivia masih berlanjut sampai sekarang tanpa sepengetahuan orang tua dari Bapak?" Tanya Kirana semakin ingin tau.


"Emm..boleh saya tau kenapa Pak Rendy putus dengan Olivia? Tadi Pak Rendy bilang kalau Bapak sangat..mencintai Olivia?" Tanya Kirana dengan gugup dan jantung yang berdegup cepat. Entah mengapa ada perasaan senang saat mendengar kalau Rendy dan Olivia sudah putus.


Rendy menghela nafasnya kembali dan tiba-tiba merasa sedikit sesak didadanya mengingat saat ia ingin menemui Andreas.


"Dia selingkuh dengan teman saya." Jawab Rendy dengan wajah yang kembali bersedih.


"Hah? Dia selingkuh? Emm..jadi, Pak Rendy yang ganteng seperti ini masih diselingkuhin sama pacarnya?!" Pekik Kirana dengan melebarkan kedua bola matanya merasa terkejut.


Dan Rendy hanya mengangguk pelan menatap Kirana dengan tatapan aneh.


"Astaga! Dia itu bodoh atau idiot sih? Udah punya pacar ganteng, setia, baik hati, hebat dan seorang pimpinan diperusahaan terbesar dikota ini, bisa-bisanya selingkuh?!" Ucap Kirana dengan keras dan terlihat emosi membuat Rendy semakin menatap aneh pada Kirana sekaligus tersanjung karena Kirana memujinya.


Rendy hanya diam dan mengusap tengkuknya melihat ekspresi Kirana yang seperti ini.


"Mungkin itu menurut penilaian kamu aja dan terimakasih atas pujiannya. Saya nggak tau, kamu memuji saya atau sedang menghibur saya." Ucap Rendy dengan tersenyum.


"Emm..saya..saya cuma bicara apa adanya kok Pak. Saya nggak bermaksud memuji atau menghibur Pak Rendy. Tapi kalau Pak Rendy merasa terhibur dengan ucapan saya, syukurlah." Ucap Kirana dengan gugup lalu menyengir.


Rendy hanya menanggapinya dengan senyumannya saja yang membuat Kirana semakin terpesona dengan ketampanan sang Presdir idola semua karyawan wanita diperusahaan.


Rendy telah menceritakan semua permasalahannya dengan Olivia kepada Kirana dan menjelaskan kenapa tadi ia berciuaman dengan Olivia hingga ia meminta Kirana untuk membantunya, menjadi pacar pura-puranya. Semua karena Rendy ingin menghentikan Olivia yang masih terus mengganggu hidupnya.


"Oya, kamu tinggal disini sendirian? Dari tadi, saya nggak liat ada orang selain kamu disini." Tanya Rendy dengan menatap Kirana.


"Iya Pak. Saya memang tinggal sendirian. Ibu saya ada dikampung." Jawab Kirana dengan tersenyum dan Rendy mengangguk.


"Lalu ayah kamu?" Tanya Rendy yang seketika membuat senyum diwajah Kirana pudar dan berubah menjadi sedih.


"Ayah saya, sudah meninggal sejak saya masih berusia tujuh tahun Pak." Jawab Kirana dengan memaksakan senyumnya kembali meski Rendy dapat melihat wajah sedihnya.


"Oh maaf, saya nggak tau." Ucap Rendy dengan perasaan bersalah karena membuat Kirana bersedih mengingat mendiang ayahnya.


"Nggak apa-apa kok Pak." Ucap Kirana.


'Tok Tok!'


"Kirana!"


................