Because, I Love You

Because, I Love You
#BILYS3 294



Pelangi tiba, menginjakkan kaki nya di tanah yang belum pernah dia pijak sebelumnya. Kemudian dia dan Lisa langsung memasuki sebuah mobil taxi yang sudah terparkir menanti pengunjung yang berlalu lalang untuk diantarnya sampai tujuan.


Sepanjang jalan Pelangi dan Lisa menikmati setiap jalanan kota itu dengan membuka sedikit jendela kaca mobil taxi yang mereka kendarai.


"Yu huuuu... Iam coming. My name is Monalisa, call me beauty Lisa. Yu huuui..." Teriak Lisa di sepanjang jalan. Seolah ingin memperkenalkan diri pada negeri itu.


Pelangi hanya tersenyum melihat tingkah sahabatnya itu, dengan tetap melihat dan merasakan aroma perkotaan yang berbeda dari sebelumnya. Terasa bersih dari polusi udara, sangat khas. Bau tanah basah yang sangat asri tercium di lubang hidungnya, membuatnya tak peduli jika ini sedang musim dingin.


Seketika angin datang menerpa, sontak pak sopir di depan menutup kedua jendelanya secara otomatis. Karena takut membuat Pelangi dan Lisa sebagai penumpang akan masuk angin nantinya.


"Mohon maaf, adik-adik. Saya terpaksa menutup kaca jendela nya secara otomatis. Ini sedang musim dingin, angin akan sangat kencang." Jelasnya tiba-tiba.


"Oh, bapak bisa bicara bahasa kami?" Tanya Pelangi kebingungan.


"Ah, saya juga orang Indonesia. Istri saya dari kota ini, kami menikah sudah 5 tahun lamanya. Tapi saya tidak pernah melupakan bahasa saya, sebagai orang Indonesia." Jawab pak sopir itu kembali.


"Waaah... Senang sekali bisa bertemu dengan orang dari negara yang sama." Ujar Lisa sembari bertepuk tangan.


Kemudian mereka berbincang banyak hal, selama perjalanan. Bapak sopir tersebut memberikan Pelangi dan Lisa ucapan selamat dan ikut bangga karena mereka jauh-jauh kuliah ke negeri itu karena hasil prestasi terbaik dan mendapat beasiswa.


Tak lama kemudian, tiba di sebuah apartemen mewah sesuai dengan alamat yang sudah di berikan oleh Kevin sebelumnya. Lokasinya tak jauh dari jalanan di pinggir kota, hanya sekitar 100 meter saja. Berjalan kaki pun rasanya tak akan menumpahkan keringat berlebihan. Tampaknya Kevin memang sudah mengatur segalanya, suasana, tempat, dan lokasi sekitar, sudah terpikirkan bahwa Pelangi tentu akan betah nantinya.


"Terimakasih, pak. Semoga bisa bertemu kembali lain kali." Ujar Pelangi dan Lisa setelah keluar dari taxi.


Bapak sopir itu hanya tersenyum membungkukkan badannya setengah sembari duduk tegak di dalam taxi lalu melajukan mobilnya kembali.


Lisa berjalan mengikuti langkah Pelangi menyusuri halaman lalu kemudian masuk ke sebuah lorong menuju lift untuk sampai di lantai yang Kevin arahkan melalui pesan singkat.


"Princess cold, ini apartemen termegah yang pernah aku datangi. Ini tampak seperti hotel bingang lima, tapi kenapa begitu sepi? Apakah penghuninya hanya kita berdua? Serem gak sih?" Tanya Lisa setelah sejak tadi tidak berhenti berbicara dengan takjub akan kemegahan setiap ruangan.


"Lisaaa... Udah deh. Jangan ngaco ah, om Kevin tidak akan memberikan tempat tinggal yang buruk untuk ku, kesayangannya." Jawab Pelangi dengan senyuman puas.


Langkah Pelangi terhenti ketika melihat sebuah kamar dengan nomor yang di tuju. Lalu ia memencet tombol bel yang ada di sebelahnya. Pintu tersebut sudah terpasang sebuah alat khusus untuk menengok dahulu siapa yang akan mendatangi kamar itu.


Mengetahui bahwa Lisa dan Pelangi yang datang, dengan cepat pintu itu terbuka. Seorang wanita separuh baya menyambut mereka dengan ramah dan santun.


"Halo, selamat datang. Saya asisten yang di perintahkan oleh tuan Kevin untuk nona-nona disini. Kalian pasti... Ini nona Pelangi, dan ini nona Lisa." Ujar nya menyapa Pelangi dan Lisa serta menunjuk nama mereka dengan benar.


"E,eh.. Benar. Haha, woah... Hebat." Lisa tersadar kemudian setelah dia sempat tertegun dengan sambutan ramah wanita itu.


"Panggil saja saya bibi yasmin. Silahkan masuk, kalian sudah pasti lelah. Kamar kalian sudah kami siapkan." Ujar nya lagi mempersilahkan masuk.


"Biar bibi saja yang membawa koper kalian, apakah akan langsung di rapikan di lemari kalian masing-masing?" Tanya bibi Yasmin.


"Eh, gapapa bik. Biar kami saja yang membereskannya nanti. Kami akan langsung ke kamar saja." Jawab Pelangi.


"Baiklah. Bibi akan menyiapkan minuman untuk kalian."


"Bibi baik sekali, terimakasih bibi Yasmin." Ujar Lisa dengan tersenyum mengedipkan matanya.


Kemudian Lisa masih melihat sekeliling ruangan hingga sampai di kamar pribadi mereka. Begitu luas saat ada di dalamnya, hanya ada satu ranjang yang luas untuk mereka jadikan tempat tidur berdua. Satu sofa untuk bersantai ria, satu ruang roilet yang begitu di ujung depan sana, bahkan di dalam ruang kamar itu, telah di kemas rapi, di hiasi interior yg sangat manis dan cocok untuk seorang gadis remaja seperti Pelangi dan Lisa.


Ada sebuah tirai menjuntai indah di sisi ranjang mereka. Jika di buka akan terlihat pemandangan seluruh kota itu, bisa melihat sunset pula tentunya. Sangat akan membuat Pelangi semakin betah karena dia menyukai suasana hangat seperti itu.


"Woah... Ini sangat indah, aku sukaaa..." Lisa menyeru ketika membuka tirai di depannya. Pemandangan dari sebagian kota ini nampak jelas terlihat.


"Tuh kan, apa aku bilang. Om Kevin sudah pasti sengaja memilih tempat ini khusus untuk ku, dia tahu dimana tempat yang akan membuatku nyaman dan betah." Jawa Pelangi memandang luas ke depan.


Tak lama kemudian terdengar sebuah ketukan pintu dari luar. Bibi Yasmin datang membawakan dua minuman segar untuk mereka, salah satu nya jus strawberry favorite Pelangi tentunya.


"Eh, bibi. Masuk, wah... Jus strawberry? Pasti om Kevin yang memberitahu bibi kesukaan ku ini." Ujar Pelangi terperangah.


Bibi Yasmin tersenyum hangat.


"Uh, om Kevin sudah seperti papa mu saja. Hihi," Ujar Lisa menggodanya.


"Eh, kalian akan tidur bersama disini? Di sebelah juga masih ada kamar kosong. Sudah bibi rapikan untuk kalian juga."


"Oh? Sungguh? Masih ada satu kamar kosong lagi?" Tanya Lisa terkejut.


"Gapapa bi, biar kami tidur berdua saja disini. Kamar ini sangat luas, kami berdua disini pun masih sangat terasa luas." Jawab Pelangi.


"Eh, baiklah. Nikmati dulu kedatangan kalian disini, bibi tidak akan mengganggu dulu. Jika ada hal yang penting jangan sungkan untuk menyuruh bibi melakukannya."


"Baik, bi. Terimakasih banyak ya bi..." Jawab Pelangi lagi.


"Uh, bibi Yasmin. Santai saja pada kami, kami ini cewek yang mandiri. Yaa, meski sedikit manja juga sih. Hehe, jika kami mampu kami akan melakukannya sendiri." Ujar Lisa dengan lagak centilnya.


"Hmm.. Kalian anak-anak yang manis. Baiklah, selamat datang dan selamat menikmati hari-hari kalian disini bersama bibi."