Because, I Love You

Because, I Love You
#BILYS3 206



"Ayo, mama antar kalian ke sekolah." Ujar ku pada Pelangi dan si kembar setelah mereka masih terpaku memandangi bayang-bayang mobil yang di kendarai Kevin dan Nia, walau kini sudah menghilang dari pandangan mata.


"Ma, Pelangi bawa mobil sendiri."


"Hari ini, pikiran mu belum fokus sayang. Jangan bawa mobil sendiri,"


"Iya deh, Ma." Jawab Pelangi dengan suara lirih. Aku tahu dia masih merasakan kesedihan yang mendalam.


🌻🌻🌻


Tiba di depan pintu gerbang sekolah Pelangi, Joe sudah mondar mandir menunggu kedatangan Pelangi. Setelah dia menyadari sebuah mobil yang biasa ku kendarai berhenti tepat di hadapannya, dia langsung tersenyum sumringah.


"Pagi, tante." Sapanya setelah aku turun dari mobil.


"Ehm, pagi. Nak Tama," Balas ku.


"Tante, jangan panggil Tama lagi. Panggil aku Joe tante,"


"Heem, baik lah. Dasar kamu ini, lagi pula tante juga sedikit terganggu dengan panggilan nama mu dulu. Hihi,"


"Yeah, kita sehati tante." Joe menepuk kedua tangannya tanda berseru dengan puas. Aku tersenyum melihat tingkahnya.


"E,eh.. Langi, ada apa? Kau menangis? Oh Tuhan, kau sampai menangis begitu hanya karena aku tidak bisa menjemputmu pagi ini, iya?" Joe tampak cemas setelah melihat kedua mata Pelangi yang begitu sembab.


"Dih, apaan sih Joe. Aku enggak pernah nangisin kamu, ya. Huh," Jawab Pelangi dengan sedikit cetus.


"Lalu? Eh, ada apa dengan nya tante?"


"Hari ini, titip adikmu Pelangi ya. Dia sedang sedih karena Kevin dan Nia sudah kembali ke Dubai, kau pasti bisa menghiburnya."


"Mana ada begitu, Ma. Yang ada justru aku semakin dibikin nangis sama Joe,"


"Sudah, sudah. Kalian masuk gih,"


Mereka mengangguk setelahnya menyalami tangan ku dengan santun. Kemudian melangkah bersama, seperti biasa aku selalu melihat mereka saling menjahili satu sama lain.


"Kemana yang lain, Joe?"


"Udah di kelas."


"Apa? Cih, tumben mereka tidak menungguku dulu?"


"Aku yang memaksa mereka, hehe."


"Apaan sih?"


"Apaan apanya? Mulai saat ini setiap pagi aku yang akan selalu menunggumu di depan halaman rumah mu."


"Apa?" Pelangi menghentikan langkahnya. Joe hampir saja menubruknya karena sejak tadi dia mengikuti langkah Pelangi dari belakang.


"Upz, hampir saja." Ucap Joe menahan langkah kakinya.


"Maksudmu tadi apa, Joe?"


"Oh, eh.. Ya, mulai besok yang akan menjemputmu dirumah. Kita berangkat sekolah bareng, hehe. Papa udah beliin aku mobil baru hari ini,"


"Enggak perlu." Jawab Pelangi singkat dengan kembal melanjutkan langkahnya menuju kelas.


"Eh, kenapa? Apa kau tidak nyaman pergi bersama ku ke sekolah, Langi?"


"Aku juga punya mobil sendiri, Joe. Lagi pula aku sudah bisa mengendarainya sendiri."


"Enggak, aku akan tetap menjemput dan mengantarmu pulang sekolah."


"Jangan memaksa kenapa sih,"


"Bodo amat, aku tidak ingin puteri cantik ini kenapa-napa di jalan nantinya." Joe menggoda Pelangi dengan menjulurkan lidahnya, berlari lebih dulu. Pelangi mengejarnya kemudian hingga memasuki kelas mereka.


"Joe !!!"


Jeni langsung menyapa Joe dengan senyuman sumringah ketika Joe sampai di kelas lalu muncul Pelangi di belakang Joe.


"Oh hai, Jen." Balas Joe menyapa Jeni.


"Hei kalian, kenapa tidak menungguku seperti biasanya? Ucap Pelangi mulai protes pada ketiga sahabatnya.


"Aduuh, Princes cold. Sekali-kali boleh dong, cukup pangeran Joe yang menunggu kedatangan mu. Hihi," Jawab Lisa menggoda Pelangi.


"Cup cup cup, peluk sini." Joe menghampiri Lucas lalu mereka berpelukan.


"Berhentiiii kaliaaan... Gue lempar sepatu nih," Lisa meneriaki mereka yang berpelukan layaknya kekasih.


"Dan kau, Jen. Biasanya kau yang selalu setia menahan mereka untuk menunggu ku,"


"Eh maafkan aku, Princess cold. Tadi aku, aku terpaksa." Jawabnya dengan melirik ke arah Joe.


"Awas ya, besok. Jika kalian lebih menuruti si cowok nyebelin ini, aku marah."


"Iih, jangan. Iya iya, aku janji deh. Tapi jangan marah sama kita-kita dong, Princes cold."


Pelangi tersenyum melihat tingkah manja Lisa yang merengek padanya.


"Ok, aku maafin deh. Karena kau telah merekomendasikan pantai yang begi-tu indah.. Hmm.. Aku sangat menikmati pemandangan sunsetnya." Ucap Pelangi dengan ekspresi seakan dia kembali berada di pantai itu.


"Hem, betul sekali. Kami jadi puas mengabadikan setiap moment kami di pantai itu, lihat ini. Keren bukan, iya kan iya kan, huhu." Joe menambahkan ucapan Pelangi dengan memamerkan layar ponsel Joe dengan wallpaper fotonya yang merangku Pelangi. Di foto itu Pelangi dan Joe tampak tersenyum lebar menandakan mereka bersenang-senang saat di pantai.


"Jadi kemarin kalian ke pantai?" Jeni terlihat terkejut hingga beranjak dari posisi duduknya sejak tadi.


Joe mengernyit akan sikap Jeni yang tiba-tiba, begitu juga dengan Pelangi tampak kebingungan melihat sikap Jeni kali ini.


"Aduuh, Jeens.. Elu tuh ya, liat story Joe dong. Kemarin weekend mereka ke pantai, gak usah kaget gitu deh ah.."


"Sa, elu bohongin gue?"


"Ih, bohongin apaan sih Jen?" Jawab Lisa dengan berpura-pura namun masih terlihat jelas salah tingkah, tanpa berani menatap wajah Jeni.


"Ehm, ini ada apa sih?" Tanya Pelangi dengan posisi masih berdiri melihat ke arah ketiga sahabatnya.


"Kemarin aku ingin mengajak kalian ke mall, tapi Lisa bilang Princess cold sedang pergi bersama keluarga dan om Kevin."


"Ya, aku memang pergi bersama dengan om Kevin juga Jen." Jawab Pelangi santai.


"Tapi Lisa tidak bilang jika Joe ikut serta." Bantah Lisa.


"Hahaha, Jen. Aku yang memaksa Langi untuk mengajak ku ke pantai bersama, Enggak perlu kaget begitu lah Jen."


"Tahu nih, Jeni. Gak jelas," Ucap Lisa kembali dengan lirih.


"Sa, kau..." Jeni kembaku mengeluarkan nada tinggi menyebut nama Lisa.


"Jeeens, ya ampun ada apa dengan mu? Apa kau cemburu mengetahui mereka ke pantai bareng? Hikzt.. Sama, aku juga. Kita senasib, Jeens.." Kini Lucas menggoda Jeni dengan candaan yang mengundang tawa Joe seketika.


"Diem lu !!!" Jeni tampak marah.


"Ehm, maafkan aku. Aku tidak mengajak kalian kemarin, itu karena aku hanya ingin pergi dengan om Kevin saja sebelum dia kembali ke Dubai. Jadi soal aku mengajak Joe kemarin aku bukan sengaja mengabaikan kalian, tapi kita memang sama-sama menyukai pantai. Ehm, maafin aku teman-teman."


"Aduh, Princess cold sayang.. Kita gapapa kok, kita enggak marah loh. Kita juga senang jika kau senang, iya kan teman-teman?" Ucap Lisa dengan melihat ke arah Jeni yang bersungut-sungut menatapnya.


"Tapi Jen, sungguh aku minta maaf. Jangan marah lagi," Ucap Pelangi memohon.


"Langi," Panggil Joe, dia mulai merasa tidak nyaman melihat Pelangi terkesan di pojokkan oleh Jeni.


"Jen.. Jangan marah lagi," Ucap Pelangi lagi.


"Ada apa dengan mu, Jen? Kau terlihat berbeda." Joe mulai mendette Jeni di hadapan semuanya.


"E,eh tidak Joe. Aku, aku hanya sedikir terkejut saja kalian pergi weekend bersama tanpa mengajak kami."


"Aku janji weekend besok, ayo kita pergi bersama."


"Sungguh, Joe?" Wajah Jeni kembali sumringah begitu cepat.


"Hemm, aku janji. Bagaimana tuan puteri? Bersediakah?" Joe menyenggol lengan Pelangi yang termenung melihat ke arah Jeni.


"Eh, ah.. Ehm, terserah kalian saja." Jawab Pelangi kikuk. Sementara Lisa melirik Jeni dengan tatapan kesal, yang kemudian di balas dengan tatapan penuh amarah oleh Jeni.


Bathin Lisa berucap..


Maafin aku Jen, aku terpaksa. Dan aku tidak akan berhenti sebelum aku sadar dan membuka mata, sadah beb.. Sadar, Joe hanya akan mencintai Princess cold saja.


Sedang di balik tatapan kesal Jeni, hatinya pun bergumam..


Sa, elu jahat. Elu hanya berpihak pada Princess cold saja. Aku tidak akan menyerah, Lisa. Aku akan membuktikan jika seorang Jeni yang di kenal tomboy, akan bisa mendapatkan hati seorang Joe. Cowok tertampan di kelas ini, aku akan buktiin Sa.