
Hari berikutnya.
Weekend ini, Kirana sudah ada janji dengan Yolanda dan Rossa ingin jalan-jalan ke Mall untuk berbelanja juga nonton.
Kirana juga ingin menghilangkan pikiran buruk yang sejak kemarin terus mengusiknya sampai ia tidak bisa tidur dengan tenang. Bahkan, kejadian kemarin malam pun berlanjut dalam mimpi buruknya, membuatnya harus terbangun dan susah untuk tidur lagi.
Setelah menyelesaikan pekerjaan rumahnya dan mandi, Kirana bersiap untuk pergi keluar.
Rumah Haris tampak sepi karena Haris sekeluarga sedang pergi ke Bandung untuk menghadiri acara pernikahan saudaranya disana.
Kirana merasakan getaran didalam tasnya. Ia merogoh isi dalam tasnya dan mengambil ponselnya. Ada panggilan masuk dari Rossa. Ia segera menggeser tombol warna hijau pada layar ponselnya.
"Ya Ros?"
"Ki, aku sama Yola udah didepan gang nih. Kamu cepetan kesini ya! Kita tunggu."
"Oke, aku kesana."
Kirana menutup panggilan teleponnya dan memasukkan ponselnya kedalam tasnya kembali lalu berjalan sampai keluar gang, karena jalan sempit, mobil tidak bisa masuk. Jadi, Yolanda dan Rossa menunggu Kirana didepan gang pinggir jalan.
"Mobilnya nggak bisa masuk Ki. Jalan ke rumah kamu jauh nggak sih dari gang ini?" Tanya Yolanda begitu Kirana menghampiri mobilnya.
"Deket kok. Tinggal lurus aja, belok kiri. Udah sampai." Jawan Kirana dengan tersenyum.
"Ya udah ayuk ah." Sahut Rossa dari dalam mobil disamping Yolanda dan Kirana segera masuk kedalam mobil dibarisan belakang. Yolanda segera melajukan mobilnya menuju Mall.
Jalanan begitu macet saat weekend dan butuh waktu cukup lama, kurang lebih satu jam mobil Yolanda baru sampai diparkiran Mall.
Mereka bertiga berjalan masuk menelusuri dalam Mall. Pandangan mata Kirana terus mamenyapu setiap toko didalamnya. Ini pertama kalinya Kirana masuk kedalam Mall setelah ia kembali ke Jakarta.
Hari ini Mall juga cukup ramai, mungkin karena weekend. Yolansa menarik lengan Kirana untuk mengikutinya masuk kedalam sebuah toko yang didalamnya menjual pakaian pria dan wanita dengan merek ternama. Rossa pun mengikuti langkah mereka masuk kedalam.
"Ayo kita lihat-lihat dulu. Kemarin aku lihat dimajalah fashion ada model baju terbaru. Aku mau tau udah ada disini apa belum." Ucap Yolanda sambil berjalan memasuki toko brand tersebut.
Kirana bukan tipe wanita yang gemar belanja seperti kedua temannya juga wanita-wanita pada umumnya. Ia hanya ingin sekedar cuci mata saja untuk menghilangkan rasa stresnya dan melupakan kejadian malam itu.
"Ki, coba lihat ini! Bagus nggak?" Seru Rossa yang memegang gaun berwarna soft ditangannya menunjukkan pada Kirana meminta penilaian terhadapnya.
"Bagus Ros. Warnanya juga nggak terlalu mencolok." Jawab Kirana dengan tersenyum.
Setelah hampir satu jam mereka didalam toko brand tersebut untuk melihat-lihat dan mencoba beberapa pakaian lalu membelinya, mereka segera beranjak pergi dari sana. Hanya Rossa yang membawa paper bag ditangannya karena Yolanda dan Kirana tidak membeli apapun.
"Kita langsung mengantri tiket nonton aja yuk?" Ajak Yolanda sambil berjalan menuju bioskop.
"Yuk ah!" Jawab Rossa dan Kirana hanya mengangguk saja.
"Eh, itu bukannya Pak Rendy ya?" Tanya Rossa sambil menunjuk dengan dagunya kearah sosok tinggi tegap nan tampan sedang terlihat berjalan kearah mereka.
"Iya benar. Itu memang Pak Rendy." Jawab Kirana dengan pelan.
"Ngapain Pak Presdir ganteng jalan-jalan sendirian disini? Ntar kalau diculik tante-tante girang gimana coba?" Gumam Yolanda yang langsung mendapat pukulan dilengannya oleh Rossa sambil melototinya.
"Sembarangan kalau ngomong!"
Kirana hanya terkekeh geli mendengar ucapan Yolanda.
Rendy terlihat berjalan semakin dekat kearah mereka. Tapi ia belum menyadari kalau tiga karyawan cantiknya sedang berdiri didepannya memperhatikannya.
"Pak Rendy?" Sapa Yolanda dan Rossa bersamaan dengan tersenyum. Sedangkan Kirana hanya mengangguk dan tersenyum saja merasa malu dan gugup.
"Kalian?"
Rendy yang belum mengenal Rossa dan Yolanda yang merupakan karyawan diperusahaan yang dipimpinnya merasa bingung. Lalu ia menoleh menatap Kirana dan tersenyum.
Membuat Yolanda dan Rossa langsung menoleh menatapnya dengan aneh. Kirana menjadi salah tingkah dan menundukkan wajahnya.
"Apa kalian karyawan di Pradipta Grup?" Tanya Rendy kepada Yolanda dan Rossa.
"Iya Pak." Jawab Rossa dengan cepat dan Yolanda mengangguk sambil tersenyum.
"Oh." Ucap Rendy sedikit mengangguk lalu tersenyum.
"Pak Rendy sendirian aja?" Tanya Yolanda sambil melihat sekeliling dan tidak ada siapapun didekat Presdir tampannya ini.
"Iya. Cuma sekedar menghilangkan penat aja." Jawab Rendy dengan ramah lalu kembali menatap sekilas Kirana yang tampak selalu menundukkan wajahnya.
"Kalau begitu saya duluan. Kalian selamat bermalam minggu." Lanjut Rendy dengan tersenyum.
"Makasih Pak. Bapak juga." Sahut Rossa dengan tersenyum.
Ketika Rendy berbalik dan ingin melanjutkan langkahnya, tiba-tiba ada yang berteriak memanggilnya.
"Rendy!!"
Seketika Rendy dan ketiga karyawan cantiknya menoleh bersamaan kearah sumber suara tersebut yang sedang berjalan cepat kearah mereka.
................