
*
*
*
Yura pov
Seminggu sudah semenjak tragedi peluk-pelukan yang terjadi antara aku dan jungkook. Tidak ada yang spesial, kami hanya saling menghindar satu sama lain. Tapi aku bersyukur dia tidak mendatanggiku dan meminta penjelasan atas sikapku hari itu. Karna kalau itu terjadi aku tidak yakin jawaban apa yang akan kuutarakan.
Pagi ini sama seperti pagi-pagi biasa yang ku lalui selama seminggu bersekolah di sini. Aku berangkat dengan yoongi oppa, mendengar bisik-bisik siswa yang melihat kami melintas di koridor, dan bagian paling memalukannya adalah saat yoongi oppa masih mengantarku sampai depan kelas. Heol bagaimana menurutmu ? Apa aku sudah terlihat seperti anak tk ?
Selama seminggu ini aku berteman dengan baik. Teman* sekelasku tak terlalu buruk. Aku mulai akrab dengan anak* bangtan karna setiap hari kami makan bersama. Aku juga akrab dengan rose dan lisa karna bangku kami berdekatan.
Kalau ada yang penasaran bagaimana hubunganku dan jungkook, kubilang kami masing sangat canggung. Bahkan seminggu ini tidak ada satupun kalimat basa basi yang terucap antara kami. Tapi tak masalah setidaknya dia tak terlihat membenciku itu sudah cukup. Karna dilihat dari sudut pandang manapun aku yang salah karna lancang memeluknya.
Lamunanku buyar saat suara bel istirahat berbunyi, anak* berhamburan menuju kantin untuk makan siang. Tapi entah kenapa aku sama sekali tak punya selera makan sekarang. Aku juga tak berniat untuk pergi ke kantin. Karna itu kutidurkan kepala ku diatas meja menghadap ke tembok.
Aku dengar mejaku diketuk, dan aku merasa kepalaku diusap. "Hei, kau tidak mau kekantin." suara jimin membuatku mendongak kepala. Ternyata jimin memang duduk di bangku depanku. Dan saat aku menenggok kesamping lisa,rose, dan taehyung berdiri sambil memperhatikanku. Aku menghela nafas saat melihat jungkook yang menunggu bersandar dapa tembok dekat pintu.
"Kalian saja, aku sedang tidak lapar." aku berusaha tersenyum di akhir kalimatku. Tapi jawabanku kelihatannya masih tak membuat mereka puas. "Yura-ya kau sakit ?" Lisa bertanya sambil menempelkan tangannya ke jidatku. "Aku tidak...." belum sempat ku selesaikan kalimatku, suara jungkook sudah menimpali. "Kalau dia tak lapar tinggalkan saja, aku sudah lapar." terdengar sekali nada jengah pada kalimatnya.
"Kalian ke kantin saja, nanti kalau aku lapar aku menyusul." kataku meyakinkan. Akhirnya mereka mau menuruti kata*ku. Aku menghela nafas lagi karna aku benar* sendiri di kelas sekarang. Aku mengeluarkan novel dari tasku, Berfikir menyesaikan novel yang kubaca kemarin sepertinya bukan pilihan yang buruk.
Novel yang sedang kubaca ini novel romance. Cerita tentang 2 orang yang saling mencintai dan biasanya akan berakhir dengan kehidupan yang bahagia. Cerita yang bagus, sangat bagus malah yang cukup membuatku sangat iri. Hah mungkin sampai akhir aku memang tak ditakdirkan punya kisah cinta.
'Bruk' itu suara kantung kresek yang dilempar ke mejaku. Bukan dilempar, mungkin lebih tepatnya diletakkan dengan kasar. Aku menenggok ke sisi kiri belakang. Disana jungkook sedang berdiri sambil melipat tangannya. "Itu dari yoongi hyung, dia bilang kau harus memakannya." jungkook mengatakan itu dengan wajah datar hampir tanpa ekspresi
"Terimakasih sudah mau repot* mengantar roti untukku." aku memasukkan kantong kresek itu ke tas ku. "Yoongi hyung bilang kau harus segera memakan itu, Jangan kekanakan, dan jangan merepotkan orang lain. Oh atau kau sengaja ingin orang* memperhatikanmu ya ?"
"Bersikap sok tau, lancang memeluk orang tanpa ijin, apa namanya kalau bukan cari perhatian ?" Mendengar itu seketika langkahku berhenti. Aku berbalik berjalan mendekat kearah jungkook. Aku berhenti sekitar jarak tiga langkah darinya. Aku melipat tanganku di depan dada.
"Kamu bilang apa tadi ? Bersikap sok tau ? Bahkan orang bodoh juga tau ada pancaran luka di matamu saat melihat taehyung dan lisa ciuman minggu lalu. Aku bahkan tau dengan sekali lihat kalau kamu menyukai lisa." Jungkook melangkah mendekat mencengkram kedua lenganku erat sekali, sakit. Tapi aku lebih sakit melihat pancaran marah dari matanya.
"Berhenti sok tau tentangku !" aku meringis karna dia mencengkran lenganku lebih keras
Aku mencoba tersenyum semenyebalkan mungkin "kenapa jung malu karna ketauan menyukai pacar sahabatmu ?" Dia mendorongku, membuatku jatuh terduduk dilantai.
"Diam. Kubilang berhenti sok tau tentangku. Aku yang lebih dulu mencintai lisa bahkan sebelum taehyung dan lisa saling kenal !" setelah mengatakan itu jungkook menggebrak mejaku dan pergi.
Sakit, aku mengelus bekas cengraman jungkook di bahuku. Ini sakit, tapi hatiku jauh lebih sakit mendengar pengakuannya. Aku tau jungkook jatuh cinta pada lisa. Tapi mendengar kalimat itu sendiri dari mulut jungkook ternyata sangat menyakitkan.
Aku memukul mukul dadaku yang terasa sesak berharap sesak itu hilang. Air mataku mulai memberontak keluar. 'Ini salah yura-ya, ini salah,jangan marah pada jungkook, jangan membencinya. Ini salahmu sendiri. kamu sendiri yang memutuskan untuk membiarkan rasa cinta itu tumbuh bukan ?. Dan sekarang kamu sendiri yang harus bertanggung jawab atas rasa bodohmu itu' jerit batin yura.
Yura pov end
***
Hai 👋
Semoga masih ada yang baca ya.
Jangan lupa love, like, dan komenannya ya.
😁😁😁