Because, I Love You

Because, I Love You
#40



Rendy menyingkirkan tangan Olivia yang sedang memeluk lengannya lalu berbalik dan menatapnya.


"Rendy, aku tau kalau kamu masih cinta kan sama aku? Kamu nggak sungguh-sungguh pacaran sama perempuan itu! Aku...


"Kirana! Namanya Kirana!" Sahut Rendy menyambar ucapan Olivia.


"Iya iya Kirana! Aku nggak peduli siapa namanya!" Seru Olivia dengan geram harus menyebut nama Kirana.


"Aku kasih kesempatan untuk kamu bicara!" Ucap Rendy dengan nada perintah sambil menatap lurus Olivia.


"Ren, please maafin aku. Aku mau kita balikan. Aku janji nggak akan mengulangi kesalahanku lagi. Kamu boleh hukum aku. Tapi aku mohon, kamu balik sama aku ya? Aku masih sangat mencintai kamu." Ucap Olivia sambil memeluk kembali lengan Rendy dengan wajah sendunya menatap Rendy dan matanya berkaca-kaca menahan air matanya supaya tidak jatuh.


Rendy juga masih menatap Olivia. Dalam hati, ia mengakui kalau dirinya juga masih mencintai Olivia. Tapi ia sudah dibuat sakit hati dan sangat kecewa dengan apa yang telah Olivia perbuat terhadapnya. Meski saat ini Rendy masih mencintai Olivia, ia sadar kalau rasa cintanya ini tidak mungkin ia pertahankan lagi.


Rendy tidak bisa melanjutkan hubungan dengan wanita yang sudah berselingkuh darinya. Apalagi wanita tersebut telah tidur dengan laki-laki lain selain dirinya. Bahkan ia sendiri selalu menjaga untuk tidak melakukan lebih kepada Olivia. Rendy tidak menyangka dan tidak habis pikir kalau Olivia ternyata mampu melakukannya dengan laki-laki lain. Lebih parahnya, Olivia telah tidur dengan Andreas, teman yang selama ini dianggapnya sangat baik seperti saudaranya sendiri.


"Ren, kenapa kamu diem aja?" Tanya Olivia sambil sedikit menggoyangkan lengan berotot Rendy.


Rendy kembali menghela nafasnya. "Cuma itu yang mau kamu katakan?" Tanya Rendy dengan acuh yang memang tidak ingin menghiraukan ucapan Olivia lalu ia melihat jam yang melingkar di pergelangan tangannya. "Aku masih banyak pekerjaan, jadi aku harus balik ke perusahaan." Lanjut Rendy sambil memalingkan wajahnya tidak ingin menatap wajah Olivia yang terlihat begitu sedih.


Rendy hanya sedang berusaha untuk menyingkirkan segala rasa terhadap Olivia yang masih bersarang didalam hatinya.


"Aku butuh jawaban kamu Ren!" Ucap Olivia sambil mengeratkan pelukannya pada lengan Rendy.


"Oliv, aku udah pernah bilang sama kamu. Aku nggak bisa dan sampai kapanpun, aku tetap nggak akan pernah balik lagi sama kamu." Ucap Rendy dengan tenang dan kembali menatap Olivia.


"Tapi kamu masih cinta kan sama aku?" Tanya Olivia dengan air mata yang sudah menetes membasahi pipinya.


Rendy terdiam dan tidak berniat ingin menjawabnya. Ia memalingkan kembali wajahnya.


"Diamnya kamu seperti ini membuatku bisa menebak kalau kamu memang masih cinta sama aku. Aku tau kamu Ren. Aku cukup mengenal gimana kamu!" Ucap Olivia lagi lalu melepaskan pelukannya dilengan Rendy dan beralih memeluk leher Rendy.


Rendy menoleh dan kembali menatap Olivia. Dengan cepat Olivia langsung mencium bibir Rendy yang sangat ia rindukan.


Rendy terpaku dan terdiam ketika merasakan hangat dan lembut bibir merah dari wanita cantik yang masih ia cintai ini menempel dibibirnya.


Melihat Rendy hanya diam dan tidak menolaknya, Olivia ******* bibir Rendy.


Kirana yang sejak tadi masih berdiri disamping mobil menyaksikan mereka. Saat melihat Olivia yang memeluk Rendy dan menciumnya, hatinya merasa kecewa. Ia pun memalingkan wajahnya.


Dasar munafiq!


Batin Kirana yang merasa kecewa dengan Rendy karena nyatanya Rendy hanya diam saja saat Olivia menciumnya.


"Pak Beni, maaf sebelumnya. Saya harus segera balik ke kantor karena masih banyak pekerjaan yang harus saya selesaikan." Ucap Kirana dengan cepat dan ia langsung melepas sepatu high heelsnya lalu meletakkannya didalam mobil kemudian mengambil sepatunya dan memakainya.


"Tapi mbak.."


"Maaf Pak, saya buru-buru. Saya duluan ya? Permisi!" Sahut Kirana dengan cepat menyela ucapan Beni kemudian melangkah cepat sedikit berlari meninggalkan parkiran restoran Jepang.


Melihat Rendy yang hanya diam saja dicium Olivia, Kirana merasa bahwa Rendy adalah laki-laki yang sangat munafiq. Untuk apa dia meminta bantuan Kirana menjadi pacar pura-puranya agar Olivia menjauh darinya dan tidak lagi mengganggunya.


Kirana juga merasa bahwa dirinya bukanlah apa-apa dan sangatlah jauh jika dibandingkan dengan seorang Olivia Alexandria yang sangat cantik dan anggun, terlihat sempurna dimatanya juga dimata para penggemarnya. Dan mungkin dimata Rendy.


Setelah beberapa detik Olivia mencium Rendy dan merasakan bahwa Rendy juga membalas ciumannya, Olivia melepaskan pagutan bibirnya dan tersenyum menatap Rendy. Senyum penuh kemenangan karena ia berhasil membuat Rendy terdiam dan membalas ciumannya.


Namun Rendy hanya menatap datar Olivia.


"Aku yakin kalau kamu memang masih mencintaiku honey. Apa ini artinya, hubungan kita akan berlanjut?" Tanya Olivia dengan menatap lekat Rendy masih memeluk leher Rendy.


Rendy sedikit menyunggingkan senyumnya dan melepaskan pelukan Olivia dilehernya. "Kamu terlalu percaya diri Oliv." Ucap Rendy.


Olivia mengerutkan keningnya merasa tidak mengerti dengan ucapan Rendy. "Aku memang selalu percaya diri saat bersama kamu karena kamu juga masih mencintaiku. Nyatanya kamu nggak nolak ciuman dariku. Bahkan kamu membalas ciumanku." Ucap Olivia dengan bangga.


Rendy semakin tersenyum. "Terserah apa tanggapan kamu. Aku sengaja diam dan membalas ciuman darimu karena aku menganggap ini adalah ciuaman perpisahan kita. Aku harap setelah ini, kamu berhenti mengganggu hidupku Oliv!" Ucap Rendy dengan serius menatap Olivia.


Olivia melebarkan tatapannya dan ia kembali tersulut emosi. "Enggak Ren!" Pekiknya sambil menggelengkan kepalanya masih tidak bisa menerima keputusan Rendy.


"Aku harus keperusahaan sekarang. Selamat tinggal dan jaga dirimu baik-baik." Ucap Rendy dengan tulus kemudian berbalik dan melangkah menuju mobil mewahnya.


"Rendy tunggu! Rendy!" Teriak Olivia yang masih mengejar Rendy tapi langkahnya dihentikan oleh asisten sekaligus manager Olivia.


"Mbak Oliv! Sudah mbak! Ayo kita pergi!" Seru asisten sekaligus manager Olivia sambil menarik tangan Olivia dengan paksa dan membawanya masuk kedalam mobil.


"Rini kamu ini apa-apaan sih?!" Bentak Olivia dengan marah pada Rini yang merupakan asisten sekaligus managernya.


"Maaf Mbak. Tapi apa mbak Oliv lupa kalau ini tempat umum? Aku cuma khawatir kalau ada paparazi yang merekam atau mengambil foto mbak Oliv dengan mas Rendy tadi." Ucap Rini memperingatkan Olivia.


Olivia hanya mendengus kesal mendengarnya. "Aku nggak peduli! Kalau aja ada paparazi yang merekam atau mengambil fotoku dengan Rendy, bukankah itu bagus?" Ucap Olivia kemudian tersenyum menatap Rini.


Rini hanya diam merasa heran kepada Olivia.


Rendy yang sedang merasa cemas karena Kirana tiba-tiba pergi lagi meninggalkannya begitu saja, ia berusaha menghubungi Kirana. Tapi Kirana sepertinya sengaja tidak menjawab telepon dari Rendy.


"Kenapa kamu biarin dia pergi tanpa ijin dari aku?" Tanya Rendy memarahi Beni yang sedang fokus menyetir.


"Maaf Bos. Tadi mbak Kirana bilang harus balik ke kantor karena masih banyak pekerjaan yang harus dia selesaikan." Jawab Beni sambil melirik Rendy dari kaca spion didepannya.


"Dia balik kekantor?" Tanya Rendy mengulangi ucapan Beni.


"Iya Bos. Dia bilang begitu." Jawab Beni dan Rendy menghela nafasnya lega.


"O ya Bos. Sepertinya mbak Kirana cemburu tadi liat Anda ciuman sama Olivia." Ucap Beni sambil melihat reaksi wajah Rendy dari kaca spion didepannya.


"Kamu jangan ngomong sembarangan!" Ucap Rendy dengan marah kepada Beni.


"Aku serius Bos." Ucap Beni dan Rendy terdiam terlihat wajahnya yang menjadi gelisah.


................