
Semua karyawan begitu menikmati perjalanan ini. Ada sepuluh Bus yang mengantar perjalanan mereka menuju pulau Dewata.
"Mel, karokean yuk!" Seru seorang karyawan laki-laki pada temannya yang bernama Melia.
"Hayuk. Tapi sawer ya?!" Jawabnya dan semua bersorak menyamangati.
Semua pun bersorak memberi semangat kepada kedua orang itu. Tidak ada rasa sungkan terhadap pimpinan mereka yang berada didalam Bus yang sama. Rendy pun ikut terkekeh pelan dan merasa senang bisa dekat dengan para karyawannya tanpa membatasi dirinya yang merupakan Bos besar diperusahaan tempat mereka bekerja.
Justru Rendy merasa lebih nyaman seperti ini. Karena dia tidak punya banyak teman.
"Beres! Ntar aku sawer deh!" Jawab Tio karyawan laki-laki yang sudah berdiri sambil memegang mic.
Tio memilih lagu berjudul 'Buih Jadi Permadani' versi dangdut dan berduet dengan Melia. Semua bersorak sambil bertepuk tangan ketika lagu mulai diputar.
Rendy mendekat pada Kirana yang ikut bersorak lalu mengecup pipinya. Kirana terpaku sejenak lalu menoleh dan melototi Rendy. Yang dipelototi hanya tersenyum sambil menaikkan sebelah alisnya. "Kenapa?"
Kirana melirik kebelakang, beruntung teman yang duduk dibelakangnya tidak memperhatikannya. Dia memukul lengan Rendy. "Mas! Kamu tuh kira-kira dong! Kalau mereka lihat, aku bisa kena malu!" Bisik Kirana dengan nada kesal.
"Biarin aja kalau mereka lihat. Mereka punya mata Ki." Ucap Rendy yang kembali mendapat pukulan dari kekasihnya ini.
Rendy hanya terkekeh dan merangkul Kirana untuk bersandar dibahunya.
Semua ikut bernyanyi karena hampir semua menghafal lagu tersebut termasuk Kirana.
...Ooh mungkinkah diri ini...
...dapat merubah buih...
...yang memutih, menjadi permadani...
...seperti pinta, yang kau ucap...
...dalam janji cinta......
...juga mustahil bagiku...
...menggapai bintang dilangit...
...siapalah diriku, hanya insan biasa...
...semua itu, sungguh aku...
...tiada mampu......
...Salah aku juga, karna jatuh cinta...
...insan sepertimu, seanggun bidadari...
...seharusnya aku, cerminkan diriku...
...sebelum tirai hati, aku buka.....
...untuk mencintaimu......
Rendy melirik saat Kirana ikut bernyanyi yang sambil menatap Tio dan Melia didepan sedang berduet dan ada beberapa teman laki-lakinya yang berjoget dengan memberi mereka saweran. Suasana menjadi semakin menyenangkan seperti orkes dangdut.
Rendy dapat mendengar dengan baik suara Kirana yang ternyata lebih enak didengar. "Kamu bisa nyanyi, Ki?"
Kirana langsung mengatupkan bibirnya dan melirik pada Rendy. "Enggak Mas, cuma kadang suka nyanyi-nyanyi sendiri aja dikamar sambil dengerin musik diHP." Jawab Kirana dengan menyengir.
"Suaramu bagus. Kamu nyanyi deh buat aku." Pinta Rendy lalu mendekatkan wajahnya ditelinga Kirana. "Ntar aku sawer." Bisiknya lalu mengecup cuping Kirana membuat Kirana terpaku sejenak dan merasakan bulu kuduknya meremang merasakan bibir lembut Rendy mengecup daun telinganya. "Gimana?" Imbuh Rendy dan Kirana berdehem pelan untuk menormalkan rasa gugup juga debaran dijantungnya yang mulai memburu.
Rossa yang duduk dikursi tepat didepannya bersama Yolanda, tidak sengaja melihat keromantisan Rendy terhadap Kirana. Dengan iseng dia berdehem keras membuat Kirana terbelalak dan mendorong Rendy.
"Cieee Pak Rendy manis banget sih bikin iri aja." Ucap Rossa lalu tertawa renyah tanpa merasa takut dan sungkan terhadap Rendy.
"Ros, kamu tuh bisa nggak sih pura-pura nggak lihat orang lagi pacaran?" Ucap Rendy yang kembali mendapat pukulan dari Kirana.
"Mas! Kamu tuh ya!"
"Kenapa sih Ros?" Tanya Yolanda yang tadinya sedang menikmati perjalanan sambil menatap jalanan dari kaca jendela disampingnya dan mendengarkan teman-temannya yang berkaraoke ria kini menoleh kearah Rossa.
Yolanda hanya menggeleng dan tersenyum. "Semoga aja mereka langgeng ya Ros. Bisa sampai kepelaminan." Ucap Yolanda yang selalu mendukung hubungan Kirana dengan Rendy.
"Iya aamiin Yol. Meskipun aku masih iri sih sama Kirana. Tapi, aku ikut seneng lihat kebahagiaan temen baikku." Ucap Rossa dengan tersenyum dan kembali menikmati perjalanan sambil ikut menyoraki teman-temannya yang bernyanyi dan berjoget.
"Ya udah kalau gak mau." Ucap Rendy lalu berdiri dan melambaikan tangannya pada Tio setelah lagu yang dinyanyikan Tio bersama Melia usai.
"Ya Pak? Apa Pak Rendy mau nyanyi juga?" Tanya Tio saat menghampiri Rendy dan langsung mendapat sorakan meriah dari semua karyawannya.
"Iya. Buat pacar saya yang manis ini." Jawab Rendy sambil menoleh kearah Kirana dan mengedipkan sebelah matanya terlihat genit.
Kirana yang melihatnya hanya tersenyum canggung merasa senang sekaligus malu.
Ini Mas Rendy beneran mau nyanyi buat aku?!
Teriak Kirana dalam hati.
"Kamu puterin lagu Nothing's Gonna Change My Love For You." Bisik Rendy dan Tio langsung sumringah.
"OK Pak." Dengan menunjukkan dua jempolnya Tio pun kemudian segera berbalik melangkah cepat kearah TV Led didepan dan mencari lagu permintaan Rendy.
Begitu lagu diputar, semua karyawan bersorak dan bertepuk tangan dengan antusias. Terutama karyawan wanita yang sangat mengagumi sosok pimpinannya ini.
"Waaah aku mau videoin ah." Ucap salah satu karyawan wanita dan semua ikut merekam Pak Presdir tampannya yang sudah siap untuk mengeluarkan suaranya.
Semua pun dibuat terkejut ketika Rendy mulai bernyanyi.
"O MY GOD! Suara Pak Rendy..gila banget sumpah!" Seru karyawan wanita sambil merekam Rendy.
"Ngalahin penyanyi aslinya sumpah!" Sahut karyawan lainnya.
"Aku jadi makin cinta deh sama Pak Rendy!"
"Hus! Nggak usah ngaco deh! Cari masalah aja!"
"Hehe..cuma kagum aja maksudnya! Sewot banget sih!"
Kirana pun sama. Dia begitu terkejut saat mendengar suara Rendy yang begitu merdu dan membuat semua orang semakin kagum bahkan mungkin semakin tergila-gila kepadanya.
Semua pun ikut bernyanyi karena tau lagu itu dan terhanyut oleh suara merdu juga pesona Rendy.
Tak hanya memiliki wajah tampan saja. Ternyata Rendy memiliki suara yang sangat merdu bak penyanyi yang sudah merilis banyak album.
Mereka semua berteriak histeris ketika Rendy meraih tangan Kirana dan menariknya untuk berdiri lalu memeluknya saat lirik lagu:
...hold me now, touch me now...
...i don't want to live without you.....
...nothing's gonna change my love for you...
...you ought to know by now how much,...
...I love you...
...One thing you can be sure of...
...I'll never ask for more than your love.....
Jiwa kebaperan mereka pun meronta melihat Rendy yang begitu romantis. Iri? Sudah pasti mereka merasa iri terutama para wanita yang saat ini menginginkan berada diposisi Kirana.
Dipeluk mesra dan dinyanyikan lagu romantis oleh seorang Rendy.
Kirana hanya diam dan tersenyum saat Rendy memeluknya dihadapan semua orang. Dia menempelkan keningnya didada bidang Rendy karena merasa sangat malu sekaligus senang. Hatinya semakin berbunga-bunga dan rasa cinta terhadap lelaki tampan yang sedang memeluknya ini juga semakin dalam.
Aku juga sangat mencintaimu Mas!
Batin Kirana dengan tersenyum malu sambil melingkarkan tangannya dipinggang Rendy.
................