Because, I Love You

Because, I Love You
#BILYS3 196



"Selamat pagi. Pa.. Ma," Pelangi menyapa kami pagi ini dengan senyuman. Ini sebuah kejutan yang sangat berharga bagi kami yang sudah menantinya lama.


Oh Kevin, lihat lah peri kecil mu ini. Kau berhasil memberinya racun yang mematikan !!!


"Pa,pagi nak. Oh astaga, ada apa ini? Apakah papa bermimpi?"


"Ssst..." Aku memberinys isyarat dengan menendang pelan kaki Irgy di bawah meja.


"Upz, apakah tidur mu nyenyak Nak?" Tanyaku menyapa nya.


"Hemm... Sedikit, aku terlalu gugup memikirkan pesta ulang tahun ku malam nanti."


"Yeay yeay, kau dengar itu Rafi. Dirumah kita akan ada pesta," Ujar Rafa pada adik kembarnya Rafi.


"Yeay, asyik." Jawab Rafi menanggapi. Tampak mereka berdua begitu senang mengangkat kedua tangan mereka ke atas dengan menggenggam sendok makan.


Aku dan Irgy tersenyum menggelengkan kepala. Lalu menatap Pelangi yang sudah duduk di antara mereka.


"Apa kalian sudah menyiapkan kado special untuk kakak kalian yang cantik ini?" Tanya Pelangi dengan mengacak rambut adik kembarnya bergantian.


"Ka-do? Untuk apa? Apakah hari ini kakak berulang tahun?"


"Iya dong, kalian harus menyiapkan kado yang paling mewah untuk kakak kalian yang super cantik ini."


"Kakak emang cantik," Jawan si kembar bersamaan. Pelangi melempar senyuman tipis pada adik kembarnya.


"Nak, katakan apakah ada hal lainnya lagi yang kau inginkan untuk pesta mu nanti?" Tanya Irgy.


"Om Kevin hadir kan?"


"Hemm... Jadi hanya om Kevin saja nih, yang di inginkan."


"Ih papa, apaan sih."


"Ehm, tentu nak. Dan oma baik juga sudah di jemput oleh supir pribadi mu,"


"Sungguh? Oma baik juga hadir ma?"


"Tentu dong. Apa kau bahagia Nak?"


"Terimakasih, Ma. Pa," Jawab Pelangi dengan menyantap sarapannya kemudian.


Setelah selesai sarapan, Pelangi dengan terburu-buru meraih tas nya hendak keluar rumah. Di susul oleh ku dan si kembar, sementara Irgy masih meraih kontak mobilnya di kamar.


Tiba di teras rumah Irgy sudah menyusul kami. Namun sebuah mobil tiba di halaman rumah kami, membuat kami terhenti sejenak untuk mengetahui siapa pengemudinya.


"Om Kevin," Teriak Pelangi setelah di lihatnya sosok Kevin keluar dari mobil yang kemudian membukakan pintu mobil kembali untuk Nia.


"Hai, Peri kecil." Sapanya dengan senyuman hangat dan di susul oleh Nia.


"Kalian mau pergi?" Tanya Nia kepada kami setelah melihat aku dan Irgy berdiri di sisi anak-anak.


"Vin, haha ternyata kau. Sepagi ini, wah.. Kau ini," Ujar Irgy menggodanya.


"Irgy akan mengantar anak-anak ke sekolah. Karena aku masih harus sibuk menyiapkan segala nya untuk pesta malam nanti." Jawab ku menjelaskan.


"Wah, bagaimana jika aku saja yang mengantar mereka." Ujar Kevin menawarkan diri.


"Yeay, asyik." Jawab si kembar menyeru.


"Tapi Vin..."


"Kebetulan sekali, haha. Kau saja yang mengantar anak-anak ke sekolah Vin, aku dan Fanny melanjutkan kesibukan kami."


"Aku akan membantu kalian, biar Kevin saja yang jadi supir anak-anak pagi ini. Hihi," Ujar Nia menanggapi.


"Ehm, baik lah." Jawab ku pasrah. Aku tidak mungkin menolaknya, karena Kevin juga pasti ingin merasakan bagaimana menjadi sosok ayah untuk mengantar anak-anaknya ke sekolah.


"Siap Ma," Jawab mereka serentak dengan posisi siap tegak layaknya barisan tentara. Irgy tersenyum menciumi kepala mereka satu per satu.


🌻🌻🌻


Tiba di sekolah Pelangi, seperti biasa. Ketiga sahabatnya dengan setia menanti kedatangan Pelangi di pintu gerbang. Setelah sadar Pelangi yang keluar dari mobil yang berbeda, mereka tercengang menghampirinya.


"Princess Cold, ternyata kau." Sapa Lisa dengan terkejut.


"Mobil baru nih," Ujar Jeni menggodanya.


"Aaakh, ya ampuuuuun tampan sekaliii." Tiba-tiba Lucas menyeru saat melihat sosok Kevin keluar dari mobil. Pelangi menggelengkan kepalanya melihat sikap Lucas.


"Oh my God. Kyaaaa... Princess cold, jangan katakan jika kau membawa tokoh tertampan di komik yang selalu kau baca itu. Apakah aku sedang bermimpi?" Lisa mulai berdecak menari-nari dengan menggigiti ujung jarinya.


Sedangkan Jeni hanya melongo menatap Kevin dengan mulut berbentuk O.


"Halo, pagi semua."


"Kyaaaaa... Dia menyapa ku," Ujar Lucas dengan berjerit manja.


"Tidak, dia menyapaku. Eh, se..selamat pagii," Sapa Lisa dengan menatap wajah Kevin tanpa berkedip.


"Dia tampan, oh Tuhan." Ujar Jeni kemudian.


"Hey, kalian. Apaan sih, jangan mempermalukan ku. Oh ya ampun. Om, maafkan sikap mereka yang menggelikan itu." Ujar Pelangi dengan wajah memelas menatap Kevin.


"Tidak apa Peri kecil, mereks justru lucu sekali." Jawab Kevin tersenyum dengan mengusap kepala Pelangi.


"A,apa? Om?" Ujar mereka serentak bersamaan.


"Heem, om. Om Kevin, dia om ku yang tinggal di LN dan dia datang ke Indonesia khusus untuk menghadiri pesta ulang tahun ku." Jawab Pelangi dengan cetus, sementara Kevin tertawa cekikikan.


"Tapi dia tidak terlihat seperti om-om di luar sana, aaaah Princess cold. Kenapa kau tidak pernah menceritakan nya pada kami jika kau memiliki om yang begitu tampan sekali..." Ujar Lisa dengan kembali menatap wajah Kevin, lisa seolah seperti terhipnotis.


"Om tampan, kenalkan. Aku Lucas, aku ini yang paling tampan di antara mereka. Hihihi,"


Lucas mengulurkan tangannya begitu genit, sembari mengedipkan mata nya untuk berkenalan dengan Kevin. Membuat Kevin tertawa geli menerima jabatan tangannya.


"Aku Kevin, panggil saja om Kevin."


"Aku, aku Lisa om. Aku tercantik disini," Ujar Lisa kemudian dengan menepis tangan Lucas yang terus menjabat tangan Kevin.


"Kalau aku, aku Jeni om. Aku yang paling normal disini," Jeni mendorong tubuh Lisa untuk berkenalan dengan Kevin.


"Oh ya ampun !!!" Pelangi tampak menepuk jidatnya sendiri dengan telapak tangan kanannya. Membuat Kevin semakin tertawa geli.


"Belajar yang baik di kelas, peri kecil ku. Om harus kembali kerumah mu," Ucap Kevin kemudian dengan kembali mengusap lembut kepala Pelangi.


"Ya om, hati-hati di jalan ya." Jawab Pelangi dengan tersenyum lembut.


"Om harap, kau akan selalu tersenyum seperti ini nantinya Nak."


Pelangi mengangguk pelan.


Sementara ketiga sahabatnya kembali tercengang, bagi mereka ini pertama kalinya melihat Pelangi tersenyum begitu lembut dan hangat pada orang lain.


"Gila, apa aku sedang berkhayal pagi ini?" Ucap Lisa.


"Tidak, Sa. Sepertinya kita bermimpi pagi ini,"


"Tapi sepertinya Princess cold kita salah minum obat, ya kaaan?" Ujar Lucas kemudian setelah ucapan Jeni tadi.


"Baik lah, kalian. Sampai jumpa lain waktu ya, titip Peri kevil om Pelangi. Belajar yang baik di kelas anak-anak, bye..."


"Bye.. Om tampan," Jawab mereka serentak melambaikan tangan tanpa berkedip sedikitpun menatap Kevin yang memasuki mobil lalu melaju kemudian menghilang dari pandangan.