Because, I Love You

Because, I Love You
#32



"Rendy!!"


Seketika Rendy dan ketiga karyawan cantiknya menoleh bersamaan kearah sumber suara tersebut yang sedang berjalan cepat kearah mereka.


Oliv?


Batin Rendy dengan menghela nafasnya merasa malas karena harus bertemu dengan Olivia lagi.


"Itu bukannya model dan pemain film yang lagi viral disosmed karena adegan panasnya kan ya?" Gumam Rossa bertanya pada Yolanda yang berdiri disampingnya.


"Hu um. Dia Olivia Alexandria. Ternyata dia cantik banget, lebih cantik aslinya daripada dilayar kaca." Jawab Yolanda dengan pelan pada Rossa.


Sedangkan Kirana hanya diam menatap kagum dengan kehadiran sosok wanita yang terlihat begitu sempurna dimatanya ini.


"Rendy! Aku nggak nyangka bisa ketemu kamu disini." Ucap Olivia dengan seumringah menatap Rendy.


Setelah kemarin Rendy memutuskan hubungan mereka, Olivia selalu meluangkan waktu untuk mengikuti kemana Rendy pergi secara diam-diam seperti hari ini. Ia sengaja menunggu dipinggir jalan sedikit menjauh dari kediaman Rendy hanya ingin tau Rendy pergi kemana dan ia membuntutinya. Olivia akan sangat tidak rela jika Rendy pergi menemui wanita lain apalagi sampai Rendy menjalin hubungan dengan wanita selain dirinya.


Olivia tidak akan pernah melepaska  Rendy dan tidak akan pernah rela kalau Rendy dekat dengan wanita lain selain dirinya. Baginya, Rendy hanya miliknya. Dan Olivia akan terus berusaha untuk mendapatkan Rendy kembali.


Rendy sama sekali tidak menanggapi sapaan Olivia. Ia menoleh menatap Kirana. "Kirana, bisa ikut saya sebentar?" Tanya Rendy pada Kirana membuat Yolanda dan Rossa semakin bingung karena Presdir tampannya ini sepertinya sudah sangat mengenal Kirana yang belum lama bekerja diperusahaan Pradipta Grup, tapi tidak mengenal mereka yang sudah hampir dua tahun bekerja Pradipta Grup. Ini sangat aneh!


"Tapi Pak..." Kirana ingin menolak tapi Rendy dengan cepat meraih tangannya dan menggenggamnya.


"Saya pinjam teman kalian dulu. Kalian lanjutkan aja jalan-jalannya. Biar Kirana sama saya." Ucap Rendy lalu dengan cepat menarik Kirana untuk mengikuti langkahnya meninggalkan Yolanda dan Rossa juga Olivia yang masih tercengan terus menatap langkahnya yang semakin jauh.


"Rendy tunggu!" Teriak Olivia lalu segera mengejar Rendy.


"Pak Rendy, tolong lepasin saya Pak!" Seru Kirana yang meminta Rendy untuk melepaskannya.


"Kamu tolong bantu saya." Ucap Rendy sambil terus berjalan dengan cepat untuk menjauh dari keramaian.


Kirana terdiam dan hanya mengikuti langkah Rendy. Rendy memintanya untuk membantunya. Tapi Kirana merasa bingung. Kenapa Rendy sepertinya sangat tidak suka dengan wanita cantik yang sedang mengejarnya dibelakang? Lalu apa yang harus ia bantu?


"Tapi Pak, kenapa Bapak seperti takut ketemu dengan cewek tadi? Dia cantik loh Pak." Tanya Kirana sambil terengah karena sedikit berlari mengikuti langkah kaki Rendy yang panjang dan begitu cepat.


Seketika Rendy berhenti lalu mengernyit menatap Kirana. "Saya takut?" Tanya Rendy dan Kirana hanya mengangguk.


"Dengar Kirana, kamu nggak tau apa-apa, jadi kamu cukup bantu saya aja." Lanjut Rendy dan Olivia kembali menghampirinya dengan terengah.


Rendy dan Kirana menoleh menatapnya.


Sebenarnya, dia ini siapa? Apa dia pacarnya Pak Rendy? Tapi kenapa Pak Rendy sepertinya takut lihat dia?


Batin Kirana bertanya pada dirinya sendiri.


"Kamu nggak lihat aku lagi jalan sama pacar baruku? Kamu bisa buat dia cemburu Oliv." Tanya Rendy dengan serious menatap Olivia membuat Kirana terbelalak sangat terkejut dan merasa tidak percaya dengan apa yang ia dengar barusan.


Olivia sama terkejutnya mendengar ucapan Rendy yang mengatakan kalau dia sedang jalan dengan pacar barunya.


Olivia menggeleng lalu tersneyum dengan mendengus. "Nggak mungkin. Aku udah kenal gimana kamu Ren. Kamu nggak mungkin semudah itu langsung dapet pengganti aku." Ucap Olivia dengan emosional lalu melirik sinis pada Kirana. "Aku sangat tau kamu Ren. Perempuan seperti ini bukan tipe kamu kan? Kamu pasti sengaja dan cuma mau menghindar dari aku." Lanjut Olivia menatap Kirana dengan tatapan mengejek.


Kirana berusaha menarik tangannya untuk melepaskan diri dari genggaman Rendy tapi Rendy semakin erat menggenggamnya. "Pak tolong lepasin saya." Bisik Kirana pada Rendy tapi bukan melepaskannya malah Rendy kini merangkul Kirana membuat Kirana semakin terbelalak dan jantungnya kembali berdegup dengan cepat berasa ingin keluar dari sarangnya.


"Rendy!" Pekik Olivia yang melihat Rendy merangkul wanita lain dihadapannya.


"Kamu salah Oliv. Kamu nggak benar-benar tau bagaimana aku. Kamu juga nggak cukup mengenal aku." Ucap Rendy dengan tersenyum pada Olivia lalu menoleh menatap Kirana yang terdiam dan tubuhnya menegang.


"Aku tetap nggak percaya ini Ren!" Ucap Olivia dengan mengeraskan wajahnya sambil menggeleng.


"Terserah dan bukan urusanku kamu mau percaya atau enggak. Yang jelas, sekarang ini aku udah punya seseorang penggantimu dalam hidupku." Ucap Rendy dengan serius menatap Olivia.


Olivia terdiam dan mengepalkan kedua tangannya dengan erat terlihat dengan jelas kalau Olivia sedang menahan kemarahannya.


Tiba-tiba ada segerbolan orang pengunjung Mall ini yang mengepung mereka. Ternyata segerombolan orang itu adalah penggemar dan pengagum Olivia.


"Olivia..Olivia Alexandria! Minta foto bareng dong!" Seru mereka yang sangat mengenali sosok Olivia.


"Oh ya ampun! Sial!" Gumam Olivia dengan lirih merasa sangat kesal tapi ia harus terpaksa menunjukkan senyum palsunya dihadapan semua penggemarnya.


Rendy pun mengucap syukur dengan ini. Ia segera meraih tangan Kirana kembali dan menggenggamnya lalu menariknya untuk keluar dari kerumunan ini.


Sedangkan Olivia sambil melirik mencari-cari keberadaan Rendy yang ternyata sudah tidak terlihat lagi.


Sialan! pergi kemana dia? Batin Olivia merasa geram.


"Ehm..maaf ya. Sudah cukup. Saya harus segera pergi, maaf permisi!" Ucap Olivia dengan sangat ramah menjaga image dihadapan para idolanya. Kemudian ia segera berlari menjauhi kerumunan itu dan langsung menuju lift yang pintunya terbuka. Ia masuk lalu pintu lift tertutup kembali.


Olivia mengambil masker dan topi didalam tasnya lalu ia segera memakainya. Ia tidak mau dikepung oleh segerombolan orang yang merupakan penggemarnya. Membuatnya harus kehilangan jejak Rendy dan wanita sialan yang kini sedang berada dekat dengan Rendy.


................