Because, I Love You

Because, I Love You
#BILYS3 270



Hari berlalu begitu cepat. Joe sudah pulih dan mulai aktif di sekolah. Kembali selalu bersama dengan Pelangi dan ketiga sahabatnya. Di samping itu, Joe mulai fokus mengejar pelajaran yang sudah tertinggal karena ujian akhir sudah di depan mata.


"Langi, aku pinjam buku pelajaran yang kau catat selama aku ketinggalan."


"Tidak gratis." Jawab Pelangi sembari memainkan sebuah pulpen di atas buku nya. Dia sedang menyelesaikan sebuah catatan yang di terangkan oleh guru di depan kelas tadi.


"Hemm... Dasar perhitungan, baiklah. Berapa harus ku bayar? Apakah dengan sebuah kecupan?" Jawab Joe menggodanya.


"Joe... Dasar genit." Pelangi melempar nya dengan buku catatan yang sejak tadi dia gunakan untuk mencatat.


"Dasar kaaaau, beraninya kau menggoda Princess cold kami." Tiba-tiba saja Lisa dan Jeni menjewer telinga Joe kanan dan kiri.


"Hentikan, jangan sakiti pangeran ku."


"Hahaha, aduh aduh hentikan. Ya ya, aku minta maaf. Kalian menjewer ku terlalu keras." Joe mengadu ketika para sahabat Pelangi menjewernya, begitupun Pelangi yang tertawa lepas melihat Joe kesakitan mengadu.


Bel jam istirahat berbunyi. Sontak semua siswa siswi berhamburan keluar, begitupun dengan Pelangi yang hendak keluar. Namun Joe menarik tangan Pelangi, membuat langkahnya terhenti.


"Haih, sudah lah. Kita duluan saja, mereka biarkan saja kelaparan." Ujar Jeni mengajak Lisa dan Lucas ketika melihat Joe dan Pelangi saling bertatapan dengan posisi tangan bergandengan.


"Ada apa Joe?" Tanya Pelangi dengan mendongakkan kepalanya, karena Joe lebih tinggi darinya.


Joe maju satu langkah untuk lebih dekat dengan Pelangi yang menatapnya.


"Aku..."


Joe menghentikan ucapannya lalu menarik tubuh Pelangi dalam dekapannya. Pelangi terkejut akan sikap Joe yang demikian, jantungnya seakan terhenti berdetak.


"Aku merindukan pelukan yang selalu menenangkan ini." Ucap Joe melanjutkan ucapannya yang tertahan tadi.


"Joe.. Aku..."


"Sebentar saja, biarkan aku tetap memelukmu seperti ini." Ucap Joe kembali menahan Pelangi dengan mempererat pelukannya lagi.


Pelangi menarik nafasnya dalam-dalam, ia sedikit kesal, namun mengingat hubungan mereka yang saat ini membali terjalin dengan baik sebagai sahabat. Sikap Joe kali ini akan Pelangi maklumi. Bukan kah sebagai sahabat juga di perlukan rasa saling menghargai, dan penuh kasih sayang.


Namun setelah puas memeluk nya, Joe meregangkan pelukannya pada tubuh Pelangi. Menyentuh dagu Pelangi dan diangkatnya untuk mendongak ke atas dengan menatap wajah Joe. Perlahan Joe hendak mengecup bibir Pelangi, dan itu membuat Pelangi tersadar lalu mendorong tubuh Joe sangat keras.


"Joe, apaan sih?" Bentak Pelangi dengan nada keras.


"Langi, maafkan aku. Aku... Aku..."


"Jangan sekali-kali kau melewati batasanmu Joe. Saat ini kau dan aku hanya bersahabat, tidak lebih. Ingat itu, jangan menyentuhku sembarangan."


"Aaaarght... Sial. Apa yang aku lakukan barusan?" Joe marah pada dirinya sendiri dan menjambak rambutnya dengan keras.


Kemudian Pelangi berlari keluar kelas dengan nafasnya yang memburu akibat menahan emosi yang meluap-luap mengingat apa yang akan Joe lakukan padanya tadi. Ia setengah berlari dengan menyeka air matanya, hatinya sungguh kesal dan di penuhi dengan amarah.


"Brengsek kau, Joe." Ujar Pelangi hingga langkahnya tiba di kantin. Ketiga sahabatnya sudah menunggu nya lalu dilihatnya Pelangi berjalan dengan ekspresi wajah nya yang merah padam. Lisa mengernyit melihat ke arah Jeni dan mengangguk mengisyaratkan tanya.


Dengan sedikit kasar Pelangi meraih sebotol air mineral milik Lisa yang baru di teguknya sekali tadi. Sehingga Lisa dan Jeni juga Lucas menatapnya dengan mulut menganga.


"Hei, Princes cold. Kau baik-baik saja?" Tanya Jeni. Setelah Pelangi menghabiskan 1 botol air mineral sekaligus, lalu meletakkan botol itu kembali di atas meja dengan dihempaskan cukup keras.


"Aaakh, aku sedang kesal." Teriak Pelangi, membuat beberapa siswa di dekat nya melihat kearahnya.


"Omo. Aaakh, kenapa kau marah disini? Kau membuatku terkejut." Teriak Lisa kemudian, sehingga Pelangi menolehnya dengan terkejut.


"Eh, sory. Sa, aku.. Aku lepas kontrol."


"Ada apa dengan mu, hah?" Tanya Jeni dengan nada serius.


"Lupakan. Aku lapar, Lucas. Pesan kan aku jus strawberry." Titahnya pada Lucas. Dengan sigap Lucas beranjak pergi untuk memesan satu gelas jus favorit Pelangi.


Tak lama kemudian Joe datang menyusul, dia duduk dengan ragu tepat di hadapan Pelangi. Lisa dan Jeni saling bertatapan kembali, setelah Pelangi membuang wajah untuk menghindar dari pandangan Joe.


"Langi, maafkan aku. Tolong jangan marah ya, pliss..." Ujar Joe pada Pelangi.


"Lupakan. Aku tidak ingin membahasnya lagi, Joe." Jawab Pelangi dengan nafas naik turun. Amarahnya belum juga reda setelah Joe akhirnya menyusul.


"Kalian bertengkar lagi?" Tanya Lisa.


"Tidak." Jawab Pelangi cetus.


"Aku bersalah, aku sudah kelewat batas tadi." Jawab Joe menjelaskan.


Lisa dan Jeni tercengang dengan mulut menganga hingga sendok makan yang mereka pegang sejak tadi terjatuh sendiri.


"Jangan bilang jika kalian di kelas tadi, sedang..."


"Lisa!!!" Bentak Pelangi menghentikan ucapan nya.


"Astaga. Iiiih, Princess cold. Lagi-lagi kau membentak ku." Ujar Lisa merengek.


Pelangi terdiam dengan memanyunkan bibirnya. Sementara Jeni sudah melempar tatapan tajam pada Joe.


"Jeen, ini... Ini tidak seperti yang kau pikirkan. Tidak ada hal yang terjadi, hanya salah paham saja." Jawab Joe dengan ketakutan.


Tak berapa lama kemudian Lucas datang membawa segelas jus strawberry pesanan Pelangi. Tanpa menunggu Lucas duduk kembali Pelangi sudah meraih jus tersebut di tangan Lucas.


Lalu kemudian Bel jam masuk pelajaran akhir berbunyi, dengan cepat Pelangi menyeruput jus nya. Karena ketiga sahabatnya sudah menyelesaikan makanan mereka. Joe hanya bisa terdiam menatap Pelangi yang bertingah demikian, mengabaikan dan dingin pada Joe.


Hingga jam pulang sekolah, Pelangi berjalan beriringan menuju halaman sekolah dengan ketiga sahabatnya sembari memutar-mutar kunci mobilnya. Dengan cepat kunci mobil miliknya di raih oleh Joe. Pelangi menghentikan langkahnya melihat Joe dengan geram.


"Kembalikan kunci mobilku, Joe." Ucap Pelangi dengan kesal.


"Ambil saja jika bisa. Hehe," Jawab Joe dengan menjulurkan lidahnya untuk mengejek Pelangi.


"Joe!!!" Pelangi berteriak.


Namun Joe berlari serta menari-nari mengabaikan Pelangi yang berteriak dengan bersungut-sungut.


"Jen, siapkan alat pendengarmu. Sepertinya akan ada peperangan dunia ke III sebentar lagi." Bisik Lisa pada Jeni. Lalu Lisa melirik ke arah Lucas, tanpa aba-aba dari mereka berdua Lucas sudah memasang alat earphone di kedua telinganya.


"Aaah, kita kalah cepat." Ucap Lisa mengeluh. Sementara Pelangi sudah berlari untuk mengejar Joe yang terus menghindar dengan menyembunyikan kunci mobil Pelangi.