Because, I Love You

Because, I Love You
#29



'Ting Tong Ting Tong!'


Rendy menekan bell apartemen entah milik Olivia atau Andreas atau milik mereka berdua. Yang jelas, Rendy ingin menemui Andreas saat ini. Setelah pagi tadi ia bicara dengan Olivia, ia juga ingin bicara dengan Andreas.


Rendy ingin tau apakah Andreas akan berterus terang kepadanya atau akan mencari alasan untuk menyembunyikan perselingkuhannya dengan Olivia kekasihnya.


Dua kali Rendy memencet bell, pintu apartemen terbuka dan muncullah Andreas yang hanya memakai celana pendek selutut dan bertelanjang dada.


"Rendy? Aku kira orang yang mengantar pesanan makanan." Ucap Andreas sedikit terkejut ketika mendapati Rendy yang datang. Karena Andreas sebelumnya memang telah memesan makanan. Ia mengira pesanan makanan yang dipesannya datang. Tapi ternyata bukan.


"Bisa kita bicara?" Tanya Rendy dengan wajah tanpa ekspresi menatap Andreas.


"Oh tentu. Masuklah!" Jawab Andreas dengan tersenyum lalu mempersilahkan Rendy masuk.


Tanpa sungkan, Rendy langsung masuk kedalam. Langkahnya terhenti ketika ia melihat ada pakaian wanita juga pria yang berserakan dilantai. Ia sangat mengenali pakaian siapa itu.


Hatinya kembali bergemuruh. Ia mengepalkan tangannya namun ia tetap bisa menahan segala amarahnya. Rasa sakit dan kecewa yang ia rasakan semakin dalam.


Rendy menghela nafasnya panjang untuk meredam segala rasa yang ada didalam hatinya.


"Sorry, aku belum sempat merapikan tempat ini. Biasanya aku manggil orang untuk membersihkan dan merapikan apartemenku ini karena memang aku nggak sempat." Ucap Andreas dengan sedikit panik karena Rendy melihat pakaian Olivia dan pakaiannya yang berserakan dilantai karena sebelum Rendy datang, ia baru saja selesai mandi setelah bercinta dengan Olivia. Ia segera memunguti semua pakaian yang berserakan tersebut dan membawanya masuk kedalam lalu ia keluar lagi.


Rendy hanya berdiri diam memperhatikan Andreas yang sedang memunguti semua pakaian yang berserakan dilantai.


"Beib, apa pesanan makanannya udah datang? Aku udah la..." Ucap Olivia dengan keras dari dalam kamar sambil berjalan keluar lalu langkah dan ucapannya terhenti dan ia terlihat sangat terkejut saat melihat Rendy yang sudah berdiri diruang tengah bersama Andreas.


"Re..Rendy? Kamu.." Olivia kini benar-benar sudah tertangkap basah.


Andreas hanya berdiri diam dan mengusap tengkuknya merasa sangat cemas sekaligus senang karena Rendy pasti akan benar-benar mengakhiri hubungannya dengan Olivia.


Rendy menoleh menatap Olivia lalu tersenyum. Senyum yang sangat dalam membuat Olivia semakin merasa gelisah dan takut karena tadi Rendy terlihat begitu marah, enggan menatapnya juga tersenyum kepadanya. Tapi saat ini, Rendy menunjukkan senyumnya. Senyum yang mampu membuat para kaum hawa tergila-gila kepadanya.


Meski hatinya terasa hancur, Rendy tetap harus bisa tenang dan bersikap seolah tidak terjadi apa-apa. Ia berusaha untuk menahan segala emosinya untuk tidak menghajar Andreas.


"Hai, Oliv!" Sapa Rendy terlihat santai. "Aku kesini ada urusan dengan Andreas." Lanjut Rendy.


"Ternyata ada kamu juga disini." Imbuhnya.


"Honey, aku disini karena..."


"Kamu nggak perlu lagi jelasin ke aku Oliv." Sahut Rendy menghentikan ucapan Olivia. "Aku kesini mau bicara dengan Andreas. Tapi kebetulan ada kamu juga disini, jadi aku langsung aja." Lanjut Rendy dengan serius menatap Olivia lalu beralih menatap Andreas.


"Ren, sebaiknya duduk dulu. Aku ambilkan minum untukmu." Ucap Andreas.


"Nggak perlu. Aku nggak akan lama kok." Jawab Rendy.


"Rendy, tolong kamu jangan salah paham ya? Aku disini..."


Lagi-lagi Olivia tidak bisa melanjutkan ucapannya karena Rendy menghentikannya.


"Kamu bisa diam? Aku mau bicara sama Andreas." Ucap Rendy seketika membuat Olivia terdiam dengan hati yang semakin gelisah.


Rendy sudah muak untuk mendengarkan kebohongan dari mulut Olivia. Ia sudah terlanjur merasa sakit hati dan kecewa.


"Andreas, aku tau kamu sejak lama menyukai Olivia. Mungkin sebelum aku kenal Oliv." Ucap Rendy dengan serius menatap Andreas.


"Ren, aku..."


"Aku belum selesai bicara." Rendy memotong ucapan Andreas yang terlihat bersalah.


"Aku udah menganggapmu sebagai teman baikku selama ini bahkan kamu udah aku anggap seperti keluargaku sendiri. Tapi aku nggak nyangka, kamu melakukan ini kepadaku? Kalau aja dari awal kamu bilang kalau kamu suka dengan Oliv, mungkin aku dan Oliv nggak akan pernah menjalin hubungan sampai pada akhirnya enatah siapa diantara kalian yang memulainya, intinya kalian berdua udah membuatku merasa sangat kecewa seperti ini." Ucap Rendy dengan menatap Andreas dengan wajah penuh kekecewaan yang mendalam.


"Ren..


"Honey..


Andreas dan Olivia memanggil Rendy secara bersamaan. Mereka terlihat bersalah dihadapan Rendy. Entah mereka sedang berakting atau memang mereka benar-benar merasa bersalah dengan apa yang mereka perbuat dibelakang Rendy selama ini.


"Dan kamu Oliv." Rendy menoleh menatap Olivia. "Selama ini aku berusaha untuk selalu percaya sama kamu. Aku juga selalu berusaha untuk mempertahankan hubungan kita meski harus membohongi orang tuaku." Lanjut Rendy dengan menatap Olivia dengan tatapan penuh kesedihan dan hancur. "Aku nggak nyangka. Wanita yang sangat aku cintai selama ini, dan teman yang udah aku anggap seperti keluarga sendiri, dibelakangku diam-diam menjalin hubungan selama ini." Lanjut Rendy dengan tersenyum miris.


"Ren, denger aku!" Sahut Andreas dengan menatap Rendy.


"Aku minta maaf untuk semua ini. Aku akui aku memang salah. Tapi kamu harus tau, aku melakukan ini juga demi kamu!" Lanjut Andreas dengan keras membuat Rendy malah terkekeh geli.


"Demi aku?" Tanya Rendy merasa lucu.


Olivia menatap Andreas dengan wajah panik. Namun ia masih terdiam.


"Asal kamu tau Ren! Dia yang selama ini kamu cintai, kamu pertahankan, sama sekali nggak pantas mendapatkan semua itu dari kamu!" Ucap Andreas dengan lantang seketika membuat Olivia melotot marah menatap Andreas.


"Andreas!" Bentak Olivia. "Kamu nggak berhak ngomong seperti itu kepada Rendy tentang aku!" Lanjutnya dengan mengepalkan tangannya.


"Kenapa? Apa kamu takut kalau Rendy tau kelakuan kamu yang sebenarnya diluar sana?" Tanya Andreas dengan tersenyum sinis menatap Olivia.


"Diam kamu!" Bentak Olivia kembali dengan penuh emosional.


"Sudah cukup!" Rendy pun membentak mereka berdua yang malah berdebat sendiri.


"Honey, kamu jangan dengerin dia! Dia memang sengaja mau merusak hubungan kita!" Ucap Olivia dengan keras sambil melangkah dan menggenggam tangan Rendy.


Andreas hanya diam dan tersenyum miring. Ia tidak perlu lagi banyak bicara karena ia sudah bisa menebak apa yang selanjutnya akan terjadi dengan hubungan Rendy dan Olivia setelah ini.


Rendy menyingkirkan tangan Olivia dan menatapnya. "Mulai saat ini, aku minta sama kamu untuk berhenti memanggilku 'honey'." Ucap Rendy dengan menatap lekat Olivia.


"A..apa maksud kamu?" Tanya Olivia dengan gagap dan melebarkan matanya.


"Aku rasa kamu cukup pintar dan sangat tau apa maksudku Oliv." Ucap Rendy dengan senyum tipisnya.


"Maaf, aku nggak bisa lagi melanjutkan hubungan kita. Aku juga minta maaf kalau selama ini belum bisa membuat kamu bahagia bersamaku." Lanjutnya dengan tersenyum dan mengusap sisi wajah Olivia dengan lembut untuk terakhir kalinya.


"Enggak! Aku nggak mau Ren! Aku cinta sama kamu! Aku cuma mencintai kamu Ren!" Pekik Olivia sambil menangkap tangan Rendy yang sedang mengusap sisi wajahnya. Ia menggenggamnya erat dan air matanya pun mengalir.


"Maaf Oliv. Tapi aku udah nggak bisa lagi melanjutkan hubungan ini. Bukankah ada Andreas yang selalu bisa menemanimu setiap saat?" Ucap Rendy dengan tersenyum dan terlihat sangat tenang.


"Enggak Ren! Dia cuma mau merusak hubungan kita! Aku cuma cinta sama kamu! Aku nggak mau hubungan kita berakhir. Aku nggak mau!" Ucap Olivia dengan emosional sambil terus menggenggam erat tangan Rendy seolah tidak ingin Rendy pergi meninggalkannya.


"Masalah dia atau siapa yang memang ingin merusak hubungan kita, itu tergantung dengan bagaimana hati kita Oliv. Kalau memang kamu bisa memegang kepercayaan dariku dan menghargai aku sebagai pacar kamu, harusnya kamu bisa menjaga hati dan diri kamu dengan baik hanya untuk aku. Tapi nyatanya, kamu nggak bisa dan kamu dengan mudah menerima Andreas untuk masuk dalam hubungan kita bahkan dibelakang aku selama ini kalian udah..." Ucap Rendy dengan panjang kemudian ia tidak sanggup lagi melanjutkan ucapannya.


Rendy menghela nafasnya panjang untuk meredam segala amarah, kesedihan dan rasa sakit juga kecewanya yang ia rasakan.


"Honey, aku mohon jangan bicara seperti itu. Aku minta maaf kalau aku salah. Aku janji akan memperbaiki semuanya. Tapi kamu harus percaya sama aku kalau aku hanya cinta sama kamu." Ucap Olivia lalu memeluk erat Rendy.


Rendy terdiam sejenak membiarkan Olivia memeluknya untuk yang terakhir kalinya sebelum ia pergi meninggalkannya dan mengakhiri hubungan ini.


................