
Setelah cukup dibuat kerepotan dengan segala drama Pelangi yang tiba-tiba saja mendadak takut untuk berada di dalam pesawat. Namun akhirnya selalu Irgy yang berhasil menenangkannya dan membuatnya kini nyaman duduk bersama kami di kursi VIP.
Pelangi mulai berceloteh dengan segala seruan hebohnya, dan Irgy selalu tenang dan sabar menghadapinya.
Setelah beberapa jam kemudian, rasanya tidak percaya saat kami tiba menginjakkan kaki di bumi yang sangat ingin aku rasakan. Ku hirup udara di kota yang dimana aku akan menemukan sebuah tempat yang paling ingin aku rasakan keindahannya yang menakjubkan. Yang banyak orang lainnya ingin berada di sekitarnya.
"Sayang, kita cek in hotel dulu ya. Kau harus istirahat sejenak, jika tidak kau akan kelelahan." Ucap Irgy setelah kita berada di dalam taxi. Aku mengangguk karena rasanya aku sudah mulai lelah ingin meregangkan segala otot di sekujur tubuhku.
"Mama, kita mau kerumah Lucky kan?" Tiba-tiba Pelangi kembali mengingat nama Lucky.
Aku terdiam sesaat dan memberikan isyarat agar Irgy yang menjawabnya ketika dia menoleh ke arah ku di belakang sopir.
"Ehm, kita akan hotel dulu sayang. Mama dan adik kembar sudah lelah, apakah Pelangi tidak lelah?" Ujar Irgy.
"Ehm, tidak pa. Pelangi ingin bermain dengan Lucky,"
"Iya deh.. Tapi kita ke hotel dulu ya," Jawab Irgy kemudian.
Pelangi mengangguk dengan cepat tanda menyetujui ajakan Irgy.
Tiba disebuah hotel Irgy sudah langsung menuju meja receptionis untuk melakukan cek in hotel. Sesaat kemudian Irgy mengajakku beserta Pelangi menuju kamar kami. Sesudah memasuki kamar yang begitu mewah dan lebar, Pelangi langsung menaiki ranjang lalu melompat-lompat di atasnya.
Aku dan Irgy mengabaikan nya sejenak untuk membereskan segala barang yang kami bawa sebagai perlengkapan kami selama liburan di berbagai tempat di kota ini. Rasanya sudah tidak sabar ingin segera pergi ke suatu tempat yang ingin ku tuju di kota ini.
Namun, kondisi ku saat ini tengah hamil bayi kembar. Yang mengharuskan ku untuk beristirahat lebih banyak dan terutama perihal makan dan nyemil. Aku sudah mulai uring-uringan ingin segera menelan dan mengunyah sesuatu.
Dalam sekejab pun, Pelangi sudah tertidur begitu saja di atas ranjang. Irgy langsung merubah posisi tidurnya setelah dia selesai lebih dulu membersihkan badan. Sedangkan aku masih sibuk mengunyah berbagai makanan yang di pesan melalui hotel mewah ini dan berkutat dengan ponselku.
"Sayang, taruh lah dulu itu ponsel." Ujar Irgy pada ku.
"Heh? Ehm, aku sedang menghubungi kak Rendy sejak tadi. Kenapa dia begitu sulit hanya sekedar membalas pesan singkatku saja, apa dia begitu sibuk? Menyebalkan."
Irgy hanya tersenyum menggelengkan kepalanya mendengar ocehan ku sembari mengeringkan rambut di kepalanya dengan handuk.
"Mandilah dulu, nanti kau bisa menghubunginya lagi. Mungkin kak Rendy benar-benar sibuk,"
"Aah, dia memang selalu menyebalkan." Jawabku dengan melempar ponsel di sofa. Kemudian beranjak menuju kamar mandi.
Setelah puas bermanja dengan sabun dan ruang kamar mandi yang tak jauh beda mewahnya dengan rumah ku, aku segera keluar dan untuk mengenakan baju khusus ibu hamil yang lagi trendy dan modis, sengaja ku membelinya untuk kehamilan ku yang kian membuncit.
"Sayang, apakah baju ini cocok dengan ku?" Tanya ku pada Irgy.
"Kau semakin menggemaskan. Hihi," Jawab Irgy cekikikan dengan mengedipkan salah satu matanya.
"Ih, katakan apakah cocok dengan ku?"
"Cih, mana ada yang tergoda dengan ibu hamil yang berbadan lebar begini " Jawab ku dengan bersungut-sungut.
"Memangnya kenapa dengan wanita hamil? Dia juga wanita bukan?"
"Huuuh, kau memang..."
Tok tok tok !!!
Tiba-tiba terdengar suara ketukan pintu di luar kamar kami, membuat ucapan ku terhenti seketika. Dan Irgy mengangkat kedua bahu nya setengah dengan senyuman lebar, ia merasa menang karena aku tidak bisa melanjutkan ucapan ku kembali.
"Siapa? Apakah kau punya janji dengan clien mu disini?"
Irgy menggelengkan kepala nya padaku, dengan wajah lugu. Seolah dia memang tidak mengetahui siapa yang datang ke kamar hotel kami menginap saat ini.
"Biar aku saja yang membukanya," Jawab ku dengan berjalan menuju arah pintu.
Setelah ku buka pintu, ini sungguh diluar dugaan. Aku sempat mematung, walau mereka sudah memeluk dan menciumi ku dengan riang gembira meski mereka yang sejak tiba di kota ini aku menghubungi mereka namun terabaikan. Dan aku ingin sekali berteriak tapi, ah...
"Kalian, kalian menyebalkan. Dan, dan bagaimana? Bagaimana kalian tiba-tiba disini? Bukan kah tempat kalian juga jauh kemari?" Tanya ku gelagapan.
"Eh, kalian sudah datang. Mari masuk dulu, sejak tadi aku sudah menunggu. Kalian begitu lama tiba disini, membuatku merasa tidak nyaman." Jawab Irgy dengan mempersilahkan masuk.
"Iih, sayang. Jadi kau sengaja mengundang kak Rendy dan kakak ipar? Tanya ku dengan mendecak sebal.
Tampak kak Rendy dan istrinya tertawa lepas melihatku yang masih kebingungan akan kedatangan mereka. Aku masih tidak percaya ini.
"Hihihi, suami mu sungguh mengesankan Fanny. Dia sudah menyiapkan ini semua ketika kami datang berkujung kerumah kalian saat itu. Dan sebenarnya kami sudah tiba disini malam tadi, dan berada di hotel yang sama dengan kalian." Kak Shishi mencoba menjelaskan padaku dan meredakan kesalku.
"Lalu Puteri kalian Yasmin dan juga si kembar?" Tanya ku masih dengan terheran-heran.
"Aah, mereka justru sudah mulai bosan dengan ajakan ku dengan Rendy. Mereka sudah terlalu sering mu ajak keliling kota ini." Jawab kak Rendy.
"Lagipula, kakak merencanakan ini semua bersama Irgy ialah demi kau Fanny. Jadi setelah ini kita bisa merasakan Babymoon bersama." Ucap kak Shishi kemudian, yang mencubit gemas kedua pipiku.
"Bolehkah aku menangis?" Tanya ku dengan air mata yang sudah membendung ku tahan.
"Ah ya ampun, adik ku yang manja ini. Kau pasti sangat terkejut dengan ini semua bukan? Ini adalah ide kakak dan Irgy suami mu. Dia sungguh laki-laki idaman, jika kakak terlahir sebagai wanita. Aku sudah pasti merebutnya darimu." Jawab kak Rendy menghampiriku dan memelukku, menepuk-nepuk bahuku dengan pelan. Aku tidak bisa lagi menahan haru kebahagiaan ini.
"Huwwaaaaaaa, aku sangat tidak percaya ini. Kalian membuatku kesal sejak tadi, apakah kalian sengaja ingin membuatku kesal dulu baru di berikan kebahagiaan seperti ini?"
"Hahaha, hey hentikan tangisan mu ini. Kau jadi terlihat semakin menggemaskan, jangan menganis lagi. Dan nikmatilah liburan mu kali ini, impian terbesarmu selama ini..."