
Selama ini memang publik belum pernah tau atau melihat siapa kekasih dari model cantik Olivia Alexandria. Jadi, hingga saat ini Rendy masih merasa aman karena belum ada yang mengenalinya sebagai kekasih Olivia.
Memang pada dasarnya, Rendy tidak suka mengumbar urusan pribadinya juga enggan harus berhadapan dengan kamera yang mengekspose hubungan percintaannya dengan Olivia yang merupakan seorang model sekaligus artis yang kini namanya sedang melambung.
Meski Olivia selalu menginginkan untuk memperkenalkan Rendy sebagai kekasihnya ke publik tapi Rendy menolaknya.
Rendy selalu mengingat pesan dari orang tuanya yang tidak menyukai dirinya berhubungan dengan Olivia.
Tapi kini, hubungan mereka sudah berakhir dan Rendy berharap, ia bisa segera lepas dan melupakan semua tentang Olivia.
"Pak Rendy maaf! Bisa lepasin tangan saya nggak? Saya mau ke toilet!" Ucap Kirana dengan kesal dan galak. Ia tidak peduli kalau Rendy adalah atasannya karena ini bukanlah dikantor melainkan ditempat umum.
"Maaf. Silahkan." Jawab Rendy sambil melepaskan genggaman tangan Kirana.
"Terimakasih." Ucap Kirana datar dan Kirana segera berjalan cepat menuju toilet.
Rendy menghela nafasnya lalu mengusap tengkuknya. Ia merasa bersalah karena melibatkan Kirana dalam masalahnya. Bahkan tadi ia mengatakan kalau Kirana adalah pacar barunya hanya untuk membuat Olivia berhenti mengejarnya.
Rendy berdiri dan bersandar didinding dekat toilet menunggu Kirana. Ia ingin meminta maaf dan ingin menjelaskan kepadanya. Ia tidak ingin membuat Kirana salah paham dan menambah masalah yang ada.
"Bos!" Seru Beni yang tiba-tiba menghampiri Rendy.
Rendy menoleh dan memicingkan matanya menatap Beni. "Kamu? Ngapain kamu disini? Dan darimana kamu tau kalau ada disini?" Tanya Rendy dengan tatapan menyelidik pada Beni.
"Maaf Bos. Tadi Pak Bagas menelponku. Karena beliau nggak bisa menelponmu. Ada hal penting Yang ingin disampaikan beliau kepada Anda." Jawab Beni dengan sopan dan penuh hormat.
"Papa? Papa menelponmu? Lalu Papa bilang apa sama kamu?" Tanya Rendy kembali sambil meraih ponselnya disaku jaketnya.
Ia sengaja mematikan ponselnya untuk menghindari panggilan telepon dari Olivia yang sejak semalam terus menelponnya hingga tadi ia harus bertemu lagi dengannya.
Rendy menyalakan ponselnya dan banyak sekali notifikasi pesan yang masuk dan panggilan yang tidak terjawab dari Papanya juga Olivia.
"Pak Bagas hanya menanyakan Anda Bos. Aku bilang kalau Anda sedang keluar jalan-jalan sendirian." Jawab Beni apa adanya.
Rendy hanya mengangguk sambil membuka dan membaca pesan dari Papanya. Ia mengabaikan pesan dari Olivia dan langsung menghapus semua pesan dari Olivia.
"O ya, Anda didekat toilet wanita sedang apa Bos?" Lanjut Beni bertanya dengan heran karena melihat Bosnya berdiri sendirian didekat toilet wanita.
Seketika Rendy tersadar dan ia melihat kearah toilet wanita. "Aku lagi nunggu Kirana. Tapi kenapa dia lama banget?" Jawab Rendy.
"Anda menunggu mbak Kirana? Tapi sepertinya toilet wanita sepi nggak ada orang didalam Bos." Ucap Beni sambil mencondongkan kepalanya melihat kearah toilet wanita yang memang sepi seperti tidak ada orang didalamnya.
Rendy mengernyitkan keningnya lalu melihat kearah toilet wanita. "Coba kamu cek kedalam." Titah Rendy yang membuat Beni terpaku sejenak dan melebarkan matanya.
"Tapi Bos, apa aku harus masuk kedalam?" Tanya Beni dengan tidak percaya kalau Rendy menyuruhnya untuk masuk kedalam toilet wanita hanya untuk mengecek apakah Kirana ada didalam atau tidak. Yang benar saja?
Rendy menghela nafasnya lalu terkekeh geli. "Lupakan! Mungkin dia udah kabur." Ucap Rendy sambil menepuk lengan Beni lalu berbalik dan berjalan sambil meraih ponselnya kembali dari saku jaketnya.
Beni mengikuti langkah Rendy sampai kelantai bawah dan menuju parkiran mobil. Rendy sedang menelpon Kirana dan tidak diangkat. Ia kembali menelponnya dan Kirana masih tidak mengangkatnya. Lalu Rendy mengirim pesan kepadanya.
[Kirana, saya tau kalau kamu nggak pergi ketoilet tapi kabur dari saya tadi. Terimakasih atas bantuannya malam ini. ~Rendy]
...
Ternyata ini nomor Pak Rendy? Aduh gawat nih! Dia pasti marah deh. Kalau sampai aku dipecat gimana dong?
Gumam Kirana dalam hati sambil menggigit bibir bawahnya merasa sangat cemas.
"Kenapa kamu Ki?" Tanya Rossa yang duduk didepan Kirana.
"Iya Ki. Kamu jadi aneh sejak Pak Rendy ngajak kamu tadi. Sebenarnya kamu sama Pak Rendy ada hubungan apa? Kalian seperti udah saling kenal sebelumnya." Sambung Yolanda yang menatap Kirana dengan serius ingin tau kenapa Pak Rendy mengajak Kirana pergi dan mengabaikan Olivia yang jelas-jelas tadi menyapanya dan mengejarnya.
"Iya Ki, kamu harus cerita ke kita supaya kita nggak salah paham. Bahkan Pak Rendy nggak peduli sama Olivia si model cantik yang lagi viral itu. Ini sebenernya ada apa sih Ki?" Lanjut Rossa yang juga ingin tau.
"Aku juga nggak tau Ros, Yol." Jawab Kirana juga masih bertanya-tanya dalam hati tentang Rendy dan wanita cantik tadi yang ternyata adalah model yang kini lagi viral disosmed.
Kirana memang tidak tau siapa Olivia tadi. Ia baru tau setelah Rossa dan Yolanda memberitaunya.
Tadi ketika Kirana ingin ketoilet, ia hanya pura-pura saja agar bisa lepas dari Rendy lalu diam-diam pergi meninggalkan Rendy yang sedang menunggunya. Ia sangat merasa bersalah tapi ia juga merasa sangat tidak enak dan sangat sungkan jika harus berjalan bersama seorang Rendy. Pria tampan bertubuh tinggi dan tegap yang merupakan pimpinan diperusahaan tempatnya bekerja.
Kirana sangat merasa tidak nyaman karena ia merasa tidak pantas berjalan bersama Rendy. Apalagi tadi Rendy sempat membuat jantungnya kembali berdegup kencang kerena seenaknya mengatakan kalau dirinya adalah pacar barunya? Yang benar saja?
Kirana sadar kalau Rendy mengatakan itu untuk membuat Olivia berhenti mengejarnya. Kirana juga tidak ingin merasa bangga dengan dirinya sendiri karena telah dianggap sebagai pacar barunya Rendy tapi hanya sesaat saja.
Siapa yang tidak mau menjadi pacar Rendy? Sudah tampan, kaya raya dan penerus perusahaan terbesar dikota ini. Siapapun pasti akan merasa sangat senang dan berbunga-bunga jika dianggap sebagai pacar oleh Rendy. Kirana pun sesaat merasa begitu senang karena ia juga termasuk wanita normal yang mengagumi pria tampan seperti Rendy.
Tapi Kirana cukup tau diri dan ia juga sadar siapa dirinya. Tidak mungkin Rendy serius dengan ucapannya tadi. Ia hanya butuh bantuan darinya untuk membuat Olivia berhenti mengejarnya saja. Maka dari itu, Kirana memutuskan untuk pergi begitu saja kabur dari Rendy karena ia juga tidak ingin menambah masalah yang ada.
"Nggak mungkin kalau kamu nggak tau Ki. Udah deh, kamu cerita aja. Kita janji nggak bakal ngumbar cerita dari kamu kok. Kami bisa dipercaya Ki." Ucap Rossa dengan serius menatap Kirana.
Kirana menghela nafasnya lalu mengangguk. Ia pun meneceritakan semuanya kepada Rossa dan Yolanda. Betapa terkejutnya mereka ketika Kirana menceritakan kejadian malam itu saat hampir saja kesuciannya direnggut oleh Bima.
"Oh astaga Kirana!" Pekik Rossa dan Yolanda bersamaan lalu memeluk Kirana.
"Ki, maafin aku ya. Kalau aja aku nggak pulang duluan, mungkin kamu nggak harus lembur dan..." Ucap Rossa dengan penuh bersalah pada Kirana sambil memeluk erat Kirana.
"Iya Ki, aku juga minta maaf karena mengambil cuti dan kamu ngerjain kerjaan kita sendirian sampai harus lembur dan si brengsek itu beraninya dia mau perkosa kamu?!" Sambung Yolanda dengan penuh bersalah lalu menjadi emosi kepada Bima. "Awas aja kalau sampai aku lihat dia! Aku bakal bikin dia nyesel!" Lanjutnya sambil mengepalkan tangannya penuh emosi.
"Udah, nggak apa-apa kok. Lagipula aku juga baik-baik aja." Ucap Kirana dengan tersenyum merasa senang dan bersyukur karena punya teman yang sangat baik dan perhatian kepadanya.
"Untung aja ada Pak Rendy. Kalau enggak..? Iiiih aku jadi emosi deh, pengen hajar si playboy brengsek itu!" Seru Rossa yang juga ikut emosi.
Kirana merasa lega karena ia bisa berbagi cerita kepada dua teman baiknya ini. Mungkin ia juga merasa beban pikirannya menjadi berkurang setelah bisa berbagi cerita kepada Rossa dan Yolanda.
Ia hanya tidak ingin kedua temannya ini akan menjadi salah paham dengannya ketika Rendy yang bisa mengenalnya dan tiba-tiba tadi mengajaknya pergi untuk meminta bantuan darinya.
Beruntung Rossa dan Yolanda adalah teman yang sangat baik yang bisa memberinya semangat untuk melupakan kejadian buruk yang pernah dialaminya dimalam itu.
................