Because, I Love You

Because, I Love You
#118



"O ya, kamu kenapa ada disini?" Tanya Rendy saat mengingat kedatangan Olivia tadi.


"Oh..aku barusan jenguk teman. Kebetulan pas keluar lihat kamu. Aku beneran nggak nyangka bisa ketemu kamu disini Ren."


"Kaaaak! Buruan ih!" Teriak Nayla sambil membuka kaca jendela mobil.


"Iya iya bawel!" Jawab Rendy dengan mendengus.


"Ren, boleh nggak aku dateng ke rumah kamu nanti malem setelah aku selesai pemotretan?" Tanya Olivia sambil menggenggam tangan Rendy.


Rendy tersenyum dan mengangguk. "Tentu. Nanti aku suruh Beni jemput kamu."


"Nggak perlu dijemput. Nanti biar asistenku yang nganter aku." Sahut Olivia dengan senyum makin mengembang.


"Ya udah terserah kamu." Ucap Rendy kemudian Olivia segera berpamitan karena managernya sudah memintanya untuk segera datang ke lokasi syuting.


...


Dalam perjalanan pulang, Nayla menjadi pendiam dan terus cemberut.


Rendy tau kalau adiknya ini sedang marah kepadanya karena membuatnya menunggu lama. "Nay, jangan marah kenapa sih? Kakak kan baru ketemu sama Oliv. Harusnya kamu ngertiin dikit dong gimana perasaan kakak." Ucap Rendy dengan halus.


Nayla menghela nafasnya dan bingung harus berkata apa. Sebenarnya, dia hanya merasa kesal dan marah dengan Olivia. Bukan dengan kakaknya.


Awalnya, Nayla begitu menyukai Olivia menjadi pacar kakaknya. Bahkan dia yang paling mendukung hubungan kakaknya dengan Olivia saat Papa Mamanya menentang hubungan mereka.


Tapi, setelah Nayla tau penyebab putusnya hubungan Rendy dengan Olivia, Nayla menjadi benci dengan Olivia.


"Nay." Panggil Rendy sambil mengusap kepala adiknya dengan sayang karena Nayla masih saja diam.


"Apaan sih kak!" Nayla menepis tangan kakaknya. "Lagian aku tuh nggak suka sama Olivia! Kakak juga harusnya ngertiin aku! Kakak lebih mentingin dia dan ngebiarin aku nunggu lama dimobil! Kakak tau kan, aku paling nggak suka nunggu!" Ucap Nayla panjang lebar dengan marah.


Rendy menghela nafasnya mencoba mengalah terhadap adik kesayangannya ini. "Ya udah, kakak minta maaf. Kakak lupa kalau kamu nggak suka nunggu."


Nayla pun mengatupkan bibirnya. Dia juga lupa kalau kakaknya sedang dalam masa pemulihan. Kemudian Nayla memeluk Rendy dengan manja. "Aku juga minta maaf ya kak, udah marah-marah sama kakak."


Rendy mengusap punggung adiknya dengan tersenyum. "Kenapa malah jadi kaya lebaran gini sih?" Ucapnya sambil terkekeh geli disusul dengan tawa Nayla sambil memukul dada bidang kakaknya.


"Kita mau makan direstoran apa dirumah aja?" Tanya Nayla setelah melepas pelukannya.


"Bibi pasti udah masak buat kita. Kita pulang aja. Makan dirumah." Jawab Rendy dan Nayla hanya mengangguk saja.


Sesampainya dirumah, aroma sedap dari masakah Bi Sumi langsung tercium diindera penciuman Rendy dan Nayla saat masuk kedalam rumah.


"Waaah wangi banget bau masakan Bibi. Aku jadi makin laper." Seru Nayla sambil mendorong masuk kursi roda Rendy.


"Kalian udah pulang? Kebetulan Bibi baru aja selesai nyiapin masakan kesukaan kalian. Ayo Non Den makan siang dulu." Ucap Bi Sumi dengan senyum sumringahnya selalu merasa senang kalau Nayla dan Rendy suka dengan masakannya.


"Siap Bi! Aku bisa gendut kalau gini..hehehe." Ucap Nayla dan Rendy hanya tersenyum maklum.


...


Dia merasa tidak yakin kalau dirinya ingin bertunangan dengan wanita cantik itu sedangkan dia masih mengingat kalau orang tuanya tidak menyukai hubungannya dengan Olivia.


'Tok Tok Tok!'


Ada suara ketukan pintu dari luar kamar. Kemudian pintu kamar terbuka dan muncul Beni yang masuk menghampirinya. "Bos, ini hape barumu." Ucapnya sambil menyodorkan paperbag berlogo apel kepada Rendy.


Rendy mengernyit sambil menerima paperbag itu dari tangan Beni. "Emangnya hapeku udah nggak bisa disservice ya?" Tanya Rendy sambil mengeluarkan box tempat hape barunya dari paperbag.


"Iya Bos. Hapemu yang lama rusak parah. Tapi, sim card dan memory cardnya aman dan aku udah memasukkan dihape barumu." Ucap Beni memberitau Rendy.


Ya! Sim card dan memory card. Rendy langsung menyalakan hapenya. Sudah pasti ada banyak nomor orang-orang penting didalam sim cardnya. Selain nomor kontak, Rendy juga tidak sabar ingin melihat isi memory cardnya. Disana pasti juga ada banyak foto dirinya dan juga orang-orang terdekatnya. Mungkin dengan melihat itu, akan membantu Rendy memulihkan ingatannya kembali.


Saat ponselnya baru saja menyala, Bi Sumi masuk kekamar dan menghampiri Rendy, memberi tau Rendy kalau Olivia sudah datang sedang menunggunya dibawah.


Rendy mengurungkan niatnya untuk mengecek ponselnya. Dia meletakkan ponselnya diatas nakas dan beranjak menemui Olivia.


"Rendy, kakimu?" Seru Olivia saat melihat Rendy sudah berjalan memuruni tangga tanpa bantuan Beni ataupun kursi rodanya.


"Kakiku baik-baik aja." Jawab Rendy dengan tersenyum kemudian Olivia langsung memeluk laki-laki tampan yang masih sangat dicintainya ini.


Beni yang mengikuti turun kebawah dia hanya melirik tidak suka pada Olivia. "Bos, aku pamit dulu." Pamit Beni yang diangguki oleh Rendy kemudian pergi.


"Kamu udah makan?" Tanya Rendy sambil mengajak Olivia duduk disofa ruang tengah rumahnya.


"Udah bareng timku setelah pemotretan tadi. Kamu sendiri udah makan? Kakimu beneran udah baik-baik aja?" Jawab Olivia dan balik bertanya setelah duduk lalu menatap kaki Rendy yang memang sudah terlihat baik-baik saja.


"Iya. Kamu nggak perlu khawatir." Jawab Rendy dengan tersenyum merasa senang diperhatikan seperti ini oleh kekasihnya.


Saat ini Rendy hanya mengingat kalau Olivia masih menjadi kekasihnya. Tapi, sejujurnya dalam hati Rendy, dia merasakan sesuatu yang aneh. Kenapa dia merasa biasa-biasa saja saat bertemu dengan Olivia. Seharusnya dia bahagia dan akan terus memeluk mungkin mencium wanita cantik disampingnya ini.


Semua rasa itu sama sekali tidak dirasakan oleh Rendy saat ini. Dia pun ingin menanyakan perihal hubungannya dengan Olivia. "Oliv." Panggilnya dengan lembut.


"Honey, kamu biasa memanggilku honey. Apa kamu nggak ingat? Bahkan kamu tidak menciumku seperti biasanya saat kita bertemu." Sahut Olivia sambil pura-pura merajuk pada Rendy.


"Oke, honey. Jadi, bisa kamu ceritakan bagaimana hubungan kita sebelum aku mengalami kecelakaan? Aku sama sekali nggak ingat kalau kita hampir tunangan." Tanya Rendy yang langsung membuat bibir Olivia mengatup.


Sial! Kenapa Rendy harus tanya hubungan kita sebelum dia kecelakaan? Batin Olivia mengumpat kesal. Karena Rendy sudah bersama Kirana dan Olivia sudah tidak punya kesempatan untuk mendekati laki-laki ini. Untuk tau kabarnya saja sangat sulit.


Tapi, dalam hati, Olivia merasa sangat senang karena punya kesempatan lagi untuk bersama Rendy. Olivia terus berharap agar Rendy tidak pernah mengingat Kirana lagi. Hanya mengingatnya saja sebagai wanita yang dulu sangat dicintainya.


"Eum honey, kita selalu menghabiskan waktu bersama hanya berdua saat kita ketemu. Kamu selalu sibuk dengan kerjaan kamu dan aku juga sibuk dengan aktifitasku. Tapi, kamu sering datang jemput aku saat kamu nggak sibuk dan kita melakukan hal yang sangat menyenangkan." Akhirnya Olivia menceritakan saat mereka dulu. Tentu saja Rendy mengingat itu.


................