Because, I Love You

Because, I Love You
#BILYS3 247



Lisa melipat wajahnya dan menunduk kesal, seperti apa cowok


yang di kejarnya itu, Tanya pelangi dalam hati.


Teeet… Teeet…


Tak berapa lama kemudian, bel masuk kelas kembali berbunyi.


Lisa bermalas-malasan beranjak berdiri, di susul oleh Pelangi dan Jeni.


Sementara Lucas berada di tempat lain dengan menemani Joe, Lisa berjalan dengan


langkah pelan sembari bersandar pada bahu  Pelangi.


“Haah… Rasanya aku kehilangan semangat ku, ini semua karena


pangeran itu. Terkadang dia baik dan manis, terkadang dia berubah jadi cuek dan


acuh, pendiam tanpa kata, tersenyum tidak.”


“Sudah sabar, dia hanya belum mengenalmu dengan dekat saja.


Jika dia sudah tahu bagaimana Lisa kami ini, hmm… dia akan mudah kau


taklukkan.” Jawab Pelangi berusaha menenangkan sahabatnya itu.


Ketika hendak memasuki ruang kelas, Joe berpapasan dengan


Pelangi secara dekat saling berhadapan. Membuat keduanya saling terhenti dan


menatap satu sama lain. Dengan cepat Pelangi memalingkan wajahnya. Sedangkan


Lisa dan Jeni sudah menyerangnya dengan tatapan buas.


“Apa lu, hah? Jangan coba berpikir kau akan menggoda


Princess cold lagi. Jangan sekalipun berharap!!!” Ujar Jeni dengan cetus


memberikan titah.


“Hum, betul. Jangan mengharap lagi deh, Lu.”


“Sa, Jen… Kenapa kalian selalu mencercaku demikian, apa


masalah kalian padaku hah?” Jawab Joe dengan cetus.


“Dasar tidak tahu malu, massih berani kau bertanya seperti


itu. Apa kau sudah tidak memiliki otak lagi, Joe?” Sahut Jeni dengan kasar.


“Hei, ayolah. Apa yang aku lakukan sih?”


“Diaaaam, kau!!! Cowok gak peka, cowok brengsek, cowok


munafik, cowok menyebalkan dan kau plinplan. Kau dengar itu???” Kali ini Lisa


berubah buas. Sehingga mengundang perhatian seluruh siswa di kelas. Sungguh


diluar dugaan, entah kenapa seolah dia sedang ingin meluapkan segala


kekesalannya sejak tadi.


“Wow, kau hebat Lisa.” Ucap Jeni menyeru memujinya.


“Sa, gue Cuma…”


“Ayo kita masuk, jangan buang tenaga kalian hanya untuk


Joe menarik  lengan Pelangi, membuat


Pelangi sedikit terhuyung.


“Jangan melewati batasan mu, Joe.” Pelangi menepis kasar


tangan Joe.


“Aku merindukan mu, Langi. Bisakah sebentar saja kau


bersikap manis seperti dulu?”


Pelangi mengabaikan kembali ucapan Joe, dengan memutar kedua


bola matanya jengah.


“Huh, rasain!!! Minggir lu,” Bentak Lisa dan Jeni dengan


menubruk tubuh Joe.


“Uuh, pangeran ku. Sabar ya, mereka hanya masih marah saja


padamu saat ini. Nanti mereka pasti akan baik kembali. Dengan  lembut Lucas mencoba meredakan hati Joe,


tampak Joe terlihat menggertakkan giginya dengan mengepalkan tangan.


“Lucas, kau tahu itu. Aku sangat merindukan hari-hari ku di


sekolah dengan Pelangi. Aku pun merindukan kebersamaan ketika bergabung bersama


kalian. Tidak bisakah aku tetap menjadi teman baik kalian?”


Lucas hanya menggelengkan kepalanya dengan ragu, merangkul


bahu Joe. Menepuknya perlahan, dan memapahnya untulk kembali masuk kelas.


************


POV


Abel sedang berjalan sendiri dengan mendorong troly di


tangannya. Ia sedang berbelanja beberapa kebutuhan bulanan untuk di dapurnya,


setelah puas dia berjalan menuju ke berbagai store butik pakaian dan


perlengkapan lainnya, memang sifat ini tidak pernah berubah dari dulu. Shopping


sampai berjam-jam hobynya.


Di sela keasyikannya memilih beberapa pakaian dalam,


seseorang merebut pakaian yang hendak di raihnya. Sontak membuat Abel menoleh


dengan tajam ke arah munculnya tangan itu di pakaian tersebut. Wanita cantik


dan anggun tersenyum padanya setelah saling menatap terkejut.


“Ups, sory. Kau juga menginginkan barang ini?” Tanya wanita


itu.


 **Hai semua\,mohon maaf karena part kali ini jauh lebih pendek\, Author butuh istrahat dulu sebentar. Seja dua hari ini sangat sibuk. lanjut nanti lagi ya\, salam manis untuk kalian...**