Because, I Love You

Because, I Love You
#BILYS3 316



Setelah akhirnya selesai sarapan pagi denga penuh kenikmatan, Lisa masih dibuat


penasaran dan keheranan melihat tingkah Pelangi yang berbeda dari sebelumnya.


Pagi ini dia begitu semangat dan seperti sedang berbunga-bunga. Dia berjalan menuju


lift sangat tergesa-gesa. Lalu kemudian Lisa berniat untuk mengintrogasi


Pelangi setelah tiba di dalam ruangan lift. Namun nihil, tak seperti biasanya


pula. Pagi ini, tiba-tiba saja ruangan lift di padati oleh tiga orang yang juga


penghuni dari apartemen tersebut. Dua orang wanita dan satu laki-laki


diantaranya.


Dan setelah


akhirnya keluar dari ruang lift, Pelangi pun masih sama, dia melangkah dengan


cepat. Sementara Lisa yang selalu mengenakan highthell berjalan hampir


saja terjatuh mengejar langkah Pelangi.


“Princess


cold, tunggu aku. Bisakah kau berjalan pelaan-pelan? Kaki ku sakit mengejarmu.”


Ujar Lisa mulai menggerutu. Pelangi hampir hilang kendali. Dia begitu semangat


karena ingin segera bertemu kembali dengan Lucky. Seketika dia menghentikan


langkahnya lalu menoleh ke belakang, dia merasa bersalah melihat Lisa yang


sepertinya sedang kesakitan berjalan.


“Lisa,


maafin aku. Aku begitu semangat sampai hampir meninggalkanmu.” Ujar Pelangi setelah


kini Lisa sampai di hadapannya.


“Hah,


katakan padaku. Ada apa? Apa kau ingin menemui seseorang sampai kau begitu


tergesa-gesa begitu, Princess cold.”


“E,eh..


ti-tidak. Aku hanya ingin sedang bersemangat saja, hehe. Ayo, kita jalan lagi.”


Pelangi masih enggan mengakui hal yang sebenarnya. Dan Lisa selalu dneganpolos


mudah mempercayaiya tanpa mempedulikan ekspresi yang sebenarnya. Mereka kembai


berjalan beriringan menuju kampus, di jalanan pinggiran kota.


Alam pagi


begitu segar setelah semalaman hujan mengguyur bumi di kota itu. Tak  lama kemudian pun mereka sampai di halaman


kampus. Lisa mulai berkeliaran memandang lalu lalang para mahasiswa dan mahasiswi.


Lisa pasti


sedang mencari Lucky. Dia begitu kebingungan, dan… aku…


“Ah, dimana


dia? Dia bilang akan menungguku di halaman kampus. Tapi mengapa belum datang?”


Betapa terkejutnya


Pelangi saat Lisa berkata demikian.


“Sa, siapa


yang kau maksud?” Pelangi tak bisa menahan dirinya lagi untuk tidak bertanya


untuk memastikan.


“Ehhem,


Kemali Lisa mendecak kesal, dia berpikir jika Pelangi sedang mengejeknya.


“Lucky?”


“Hihihi… aaah, jangan menyebut namanya langsung, jantungku semakin


berdetak kencang.” Ujarnya lagi dengan wajah tersipu malu. Pelangi hanya menyumbingkan


bibirnya, ada perasaan kesal dalam hatinya yang entah itu datangnya darimana.


“Pa,pagi!” Seserang datang menyapa mereka. Membuat Lisa dan


Pelangi gelagapan menoleh bersamaan ke arah datangnya suara itu.


“Hai, si cuek. Akhirnya kau datang juga, kau terlambat lima


menit.” Ucap Lisa langsung menyapanya dengan seyuman ceria. Lucky tersenyum,


namun tatapannya sekilas menatap lembut ke arah Pelangi.


“Ayo, antar aku ke ruang perpustakaan. Kau janji akan menemaniku


dan bersikap lebih ramah padaku hari ini.” ucap Lisa kembali dengan manja. Sedang


Pelangi masih berdiri tak bergeming, bahkan dia tak mengeluarkan kata satupun. Lucky


menatapnya lagi sesaat, meski Pelangi begitu acuh menatapnya pun sangat tajam.


“Princess cold, ayo kita ke perpustakaan sebelum jam perama


kuliah dimulai.” Ajak Lisa menarik tangan Pelangi untuk berjalan.


“Sa, kau saja yang pergi. Dia akan menemanimu, aku tidak


ingin mengganggu kalian.” Pelangi menepis pelan tangan Lisa yang merangkulnya barusan,


dan itu membuat Lisa terkejut akan sikap Pelangi kali ini. tidak seperti


biasanya dia menolak untuk pergi bersama dengannya kemanapun dia pergi terlebih


itu masalah urusan di kampus. Lisa mulai peka dengan cepat, yang dia pikirkan


mungkin karena adanya Lucky. Sebab selama ini Pelangi begitu tidak menyukainya.


“Aaah, jangan begitu. Pokoknya kau harus ikut, aku tidak mau


tahu.” Bantah Lisa memaksa.


“Sa, pliss. Aku tidak ingin mengganggu kalian pagi ini,


pergilah. Aku akan menunggumu di kelas lebih dulu.”


Kemudian Pelangi pergi begitu saja meninggalkan mereka, Lisa


semakin heran. Begitupun Lucky yang menatap punggung Pelangi,tanpa sedikitpun dia


ragu melangkah.


“Hemm… ada apa dengannya? Bukankah sejak dari apartemen dia


sangat semangat pergi dan tergesa-gesa untuk segera sampai di kampus? Aneh sekali.”


“Apakah dia sungguh begitu sejak pagi tadi?” tanya Lucky


kemudian. Lisa menolehnya dengan mata menyipit.


“Hemm.. kau juga pasti berpikir dia aneh bukan.” Tanya Lisa


kembali menoleh ke arah Lucky.


Lucky tersenyum mengangkat kedua bahunya setengah ke atas. Dengan


menaikkan kedua alisnya tinggi-tinggi.


Sedangkan dalam hati pelangi terus menggerutu lalu mengumpat


kesal sesekali. Entah mengapa dia sungguh kesal tiba-tia setelah tahu bahwa Lisa


dan Lucky janjian untuk bersama pagi ini.