Because, I Love You

Because, I Love You
#BILYS3 268



Hari-hari yang di lalui Pelangi dan Joe menjelang kenaikan kelas mulai sibuk di jalani. Hampir mereka jarang menikmati waktu berdua saja, mereka terlalu disibukkan untuk mempertahankan nilai dan peringkat dalam kelas. Terlebih lagi Pelangi, sebagai juara dan bintang kelas. Beruntung, Exelle tidak lagi mengusiknya selama ujian kenaikan kelas berlangsung. Karena sepertinya, ia pun demikian sibuknya.


Hari ini pengumuman, di sekolah semua murid tampak serius menunggu hasil ujian yang sudah mereka lalui. Seolah mereka sedang menanti keputusan sidang akhir, tatapan semua murid fokus hanya pada satu pandangan terhadap guru di depan kelas.


"Baik, anak-anak. Pertama-tama, bapak ucapkan selamat karena telah menyelesaikan ujian kalian dengan cukup baik. Kalian akhirnya akan naik kelas semua dengan nilai yang memuaskan,"


"Yeay, huhu... Akhirnya..." Sontak semua murid bersorak gembira ria.


"Sebentar, sebentar. Bapak belum selesai bicara."


Seketika mereka pun terdiam.


"Bapak ingin mengucapkan selamat juga kepada Pelangi, yang masih mampu mempertahankan prestasi nilainya sampai sekarang. Dan bapak sedikit di kejutkan oleh peraih peringkat terbaik ke dua."


Semua tampak kebingungan dan terheran-heran. Saling bertanya dan memuji serta menunjuk satu sama lainnya.


"Pelangi dan Joe, silahkan maju ke depan."


Kembali semua murid tampak berseru dan bersorak dengan tepukan tangan.


"Iiih, mereka sungguh pasangan yang patut diacungi jempol. Meski sudah berpacaran tapi mereka berhasil mendapatkan peringkat terbaik." Lisa mulai menatap mereka dengan tatapan matanya yang berbinar-binar, di susul oleh Lucas yang mulai bertingkah genit. Jeni hanya tersenyum tipis melihat mereka berdiri bersama di depan kelas.


Selamat, Joe. Akhirnya kau dengan Pelangi memang pantas bersama, berbahagialah selalu.


Bathin Jeni.


Joe dan Pelangi saling memandang satu sama lain, mereka tersipu malu. Kemudian mereka mendapatkan sebuah certificate penghargaan atas prestasi mereka sebagai peringkat terbaik di kelas dengan nilai sangat luar biasa.


"Ok. Anak-anak, seperti biasa. Setelah ini kalian akan libur panjang selama dua minggu,"


"Yaaaaah... bukan libur panjang dong, pak. Masa hanya dua minggu sih?" Ucap salah satu siswi protes.


"Hmm.. Boleh saja jika ingin libur panjang, tapi kalian langsung bapak nyatakan lulus tanpa ijazah. Kalian mau?"


"Aaah, bapaak." Seru beberapa murid kemudian.


"Ingat, anak-anak. Gunakan hari libur kalian sebaik mungkin, lakukan hal yang positif dan jangan lupa untuk tetap belajar. Karena disaat kalian sudah berada di kelas 12 nanti, kalian sudah tidak bisa lagi mrnikmati waktu santai. Segala pelajaran dan ujian serta uji praktek akan setiap hari menemani kalian."


Lagi dan lagi, semua murid berseru karena merasa perjuangan yang sebenarnya akan berlangsung setelah ini.


🌻🌻🌻


Di halaman sekolah, Pelangi dan ketiga sahabatnya berhenti sejenak. Mereka saling menatap satu sama lainnya, lalu berteriak sekeras mungkin saling merangkul dan melompat bahagia.


"Princess cold, selamat. Kau hebat, kau pantas menjadi panutan kami." Ucap Lisa memujinya.


"Sa, udah deh ah. Jangan berlebihan, kalian semua juga salah satu diantara yang terbaik. Aku bangga, kita semua berada dalam urutan 5 besar." Jawab Pelangi dengan senyuman bahagia.


"Semua juga berkat kerja keras mu yang selalu keras mengajak kami belajar bersama, bela-belain cuekin si pacar. Hihi, iya gak Sa?" Jeni mencoba menggodanya.


"Bettuul, Jeens. Beruntung aku tidak sampai tega merebut si kumis tipis diam-diam bersama ku menjalani hari-hari berdua."


"Heh, berani lu?"


"Ah, ih Jeens. Kau menakutkan, jangan melotot seperti itu." Lucas bersembunyi di belakang Lisa.


Pelangi tersenyum cekikikan menggelengkan kepalanya melihat tingkah para sahabatnya itu. Lalu kemudia dia di kejutkan oleh sebuah kecupan singkat di pipi kanannya, membuat ketiga sahabat nya itu terpaku dengan mulut menganga.


Dengan cepat Pelangi menoleh ke arah belakang, tampak Joe tersenyum manis mengedipkan kedua matanya. Lalu menunjukkan sebuah bucket bunga tepat di hadapan Pelangi.


"Hikzt, Jeens.. Hajar saja mereka. Hatiku sangat sakit menyaksikannya." Ujar Lucas mulai memainkan drama melownya.


"Tapi sepertinya tanpa kau suruh pun aku ingin melempari mereka dengan telur. Dasar kalian, huh." Jawab Jeni dengan wajah cemberut.


"Jadi ini, yang kau bilang ada urusan sebentar tadi?"


"Hemm.. Hehe,"


"Sejak kapan sih jadi so sweet gini, pakai bunga segala. Ehm, aku bahkan tidak menyiapkan hadiah apapun atas keberhasilanmu mendapat peringkat terbaik."


"Apa lagi yang ku butuhkan, Langi? Punya sahabat baik seperti mereka, sekolah yang elite, peringkat terbaik, dan pacar yang luar biasa selain cantik."


"Oh, Jen. Hatiku rasanya akan melompat keluar, mereka sengaja kembali bermesraan di depan ku." Lisa kembali menggerutu.


"Terimakasih, Joe." Ucap Pelangi dengan tersenyum manis dan tatapan penuh cinta.


"Ok, mari kita atur rencana untuk hari libur kita yang cukup lama memakan waktu kita. Huhuy," Ujar Jeni menyela untuk membuat mereka berhenti saling melempar kata mesra.


"Ah, ya. Sepertinya, aku akan menikmati suasana indah di London kali ini." Ujar Lisa menjelaskan.


"Aaakh.. dasar lu, Sa. Pasti hanya memburu tempat mewah untuk shoping." Jawab Jeni.


"Gue juga, ehm.. Papa ku sudah lebih dulu pergi ke New York. Aku harus menyusulnya untuk bertemu kakek dan nenek ku." Lucas menambahkan.


"Elu gimana, Jen?" Tanya Lisa.


"Ehm, jika kalian sudah memiliki planing liburan sendiri. Apa daya ku, sepertinya pun tahun ini aku harus menemani papa bermain golf."


"Hahaha, kalian sungguh sudah mengaturnya dengan sangat baik." Ucap Joe dengan tawa lepas.


"Lalu bagaimana dengan kalian?"


Pelangi dan Joe saling memandang satu sama lain.


"Ehm, kita belum memikirkannya." Jawab Joe dengan ragu.


"Aku.. Mungkin hanya dirumah saja, seperti biasa. Saat liburan sekolah, aku lebih memilih berdiam diri di kamar. Berkutat dengan ponsel, laptop, terkadang dengan membaca banyak ilmu kedokteran, main game, nonton tv, makan, tidur, lalu..."


"Fiuht... lihatlah, betapa membosankan liburan yang demikian. Ayolah, Princess cold. Jangan begitu, nikmati hari libur sekolah dengan menghabiskan waktu di tempat-tempat yang menyenangkan."


"Aku belum pernah mencobanya."


"Aku akan membuat liburan sekolah tahun ini lebih berarti untuk mu, Langi." Ujar Joe dengan menggenggam tangan Pelangi.


Belum terjawab tiba-tiba saja terdengar suara lantang menyap mereka dengan santai.


"Wah, apakah kalian sedang rapat tahunan? Hihihi, boleh aku bergabung?"


Ya ampun, dia lagi...


"Astaga. Dia lagi, mau apa lagi sih cowok gila ini.." Lisa mulai menggerutu setelah melihat kini sosok Exelle berjalan menghampiri mereka. Namun kali ini dia hanya sendiri datang.


"Gila lu, ya. Gak ada kapok-kapoknya udah gue peringatin elu, untuk jangan menginjakkan kaki di halaman sekolah ini lagi." Joe mulai menghujaninya dengan umpatan dan ancaman.


"Gue gak ada urusan sama elu, gue kesini hanya ingin melihat wajah cantik calon pacar gue." Jawab Exelle dengan santai, tanpa ragu dan enggan sedikitpun. Dengan penuh percaya diri, Exelle pun memberikan bucket bunga yang tak kalah indahnya.


"Iih, cantik banget bucket bunga itu. Ups," Ucapan Lisa terhenti setelah menyadari tatapan Joe dan exelle mulai tajam.