Because, I Love You

Because, I Love You
#BILYS3 315



Setelah melihat Lucky akhirnya pergi, kini giliran Pelangi


penuh kecemasan dalam hatinya untuk mencari alasan yang tepat pada Lisa. Sebab,


jika dia mengatakan dengan jujur malam ini dia rela basah kuyup untuk menemui


Lucky, lelaki yang membuat sahabatnya itu jatuh cinta. Tentu Lisa akan terus


menerornya dengan segala pertanyaan aneh.


Dengan langkah ragu dan pelan Pelangi hendak memasuki


apartemen setelah keluar dari ruang lift. Dia berjalan dengan langkah yang


sangat berat hingga kini ia masih berdiri sejenak depan pintu, menarik nafasnya


dalam-dalam lalu memencet tombol pintu nya dahulu agar pintu itu terbuka


untuknya.


“Eh, nona. Astaga, nona Pelangi darimna? Kenapa sampai basah


kuyup begini, non?” bibi Yasmin menyambutnya dengan cemas. Pelangi tahu jika


dia tiak akan mungkin tidur lebih dulu setelah melihatnya pergi tadi. Dengan


cepat bibi Yasmin meraih sebuah handuk kecil dari ruangan yang berbeda, lalu di


berikannya pada Pelangi. Lalu kemudian bibi Yasmin menuju ruang dapur untuk menyedu


teh hangat.


Jelang berapa menit kemudian bibi Yasmin sudah menghampiri


Pelangi kembali dengan segelas teh hangat. Pelangi yang masih berdiri di ruang


tamu melempar senyumannya untuk bibi Yasmin. Dia meraih segelas teh itu


kemudian lalu menyeruputnya, memejamkan matanya untuk menghirup asap wangi khas


teh tersebut.


“Makasih, Bi. Ehm, Lisa.. apakah sudah tidur?”


“Nona, jawab dulu pertanyaan bibi. Nona pergi kemana?


Mengapa sampai basah kuyup seperti ini?” bibi Yasmin terus bertanya tanpa


menjawab pertanyaan Pelangi dahulu.


“Emmh.. Aku, aku hanya ingin keluar dan menikmati air hujan


bi. Aku rindu masa kecilku, hehe.” Ujar Pelangi berbohong. Dia mencoba


menenangkan ekspresinya sendiri untuk mengalihkan bibi Yasmin agar


mempercayainya. Bibi Yasmin mengerutkan keningnya menatap wajah Pelngi sejenak.


Aku tahu, ada yang di sembunyikan oeh nona Pelangi. Tapi


apa itu? Apakah jangan-jangan dia memiliki pacar, dan sedang dalam masalah lalu


mencoba menyelesaikan di bawha hujan seperti film-film korea itu. Hihi, ah


sudahlah yang penting dia terlihat sungguh baik-baik saja bahkan lebih ceria


dan sepertinya sedang berbunga-bunga.


“Baiklah, nona. Sebaiknya kau mandi air hangat setelah ini,


lalu istirahat. Ah, satu lagi. Gunakan aroma lavender  agar nona lebih nyaman nantinya.” Ucap bibi


Yasmin setelah dia meyakini jika Pelangi sedang dalam suasan baik-baik saja,


meski masih di penuhi rasa penasaran bibi Yasmin menepisnya. Karena jam juga


menunjukkan sudah waktunya tidur.


Pelangi mengangguk lalu kemudian pergi menuu kamarnya


stealhh menghabiskan segelas teh hangat buatan bibi Yasmin. Dia berpikir jika


satu masalah selesai, kini giliran di alm kamar. Lisa sudah pasti menunggunay


untuk menghujaninya dnegan banyak pertanyaan. Dengan perlahan dia membuka pintu


kamarnya, namun tampak Lisa sudah tertidur dengan posisi yang menunjukkan bahwa


dia sudah sangat lelap.


“Hah, terimakasih Tuhan. Sudah membantuku, akhirnya aku bisa


memiliki waktu luang untuk berpikir lagi  bagaiman memberikan alsan yang pas pada Lisa.”


Ucap Pelangi pelan sembari berjalan menuju kamar mandi dengan langkah  berjinjit pelan agar tidak membangunkan Lisa.


Meski itu tidak mungkin, sebab Lisa pun termasuk ratu tidur kala dia sudah


waktunya tertidur.


Malam berganti pagi, tak seperti biasanya. Kali ini Pelangi


sudah bangun lebih dulu, dan langsung menuju kamar mandi. Sementara Lisa masih


bermain dalam mimpi indahnya. Setelah kini Pelangi sudah selesai siap-siap, dia


mencoba membangunkan Lisa dengan percikan air dari rambutnya yang masih setanga


basah, dia hendak akan mengeringkanya kemudian.


“Aaah, aku masih nagntuk siapa sih yang siram air ke muka


gue. Gue kibas nih, uuuh..” Lisa menggerutu sembari menendang-nendang


selimutnya. Pelangi pun tertawa cekikikan, lalu kali ini Pelangi semakin


menajdi-jadi menjahili Lisa agar segera bangun dengan menyalakan hair dryer di


dekat telinga Lisa. Sontak saja Lisa beranjak bangun kebingunan melihat sekitar


ruangan kamar. Tentu saj ini berhasil membuat Pelangi tertawa lepas.


“Kyaaaaaa… Princess cold, kau menjahiliku lagi!” pada


akhirnay Lisa berteriak karena menyadari ini perbuatan sahabatnya. Yang


dilihatnya saat ini sudah menutup kedua telinganya lebih dlu.


“sudah, mandi sana. Ini sudah pagi, mau sampai kapan kau


masih akan terus menari-nari di alam mimpi mu hah?” ujar Pelangi meledekinya.


Lalu kemudian Lisa melirik sebuah jam digital yang berada di dekatnya, tepat di


ats meja kecil yang tehiasi lampu tidur cantik.


“Eh, ya ampun. Princess cold, kau keterlauan! Kau


membangunkanku terlalu pagi. Aaah, nyebelin.” Decak pelan Lisa yang masih


berada diatas kasur.


“Udah ah, cepat ,mandi. Aku akan menunggu diluar, aku akan


membantu bibi Yasmin menyiapkan sarapan untuk kita.” Uajr Pelangi hendak pergi


keluar kamar stealh dia selesa merapikan rambutnya sejak tadi.


“Eh, tunggu! Semalam kemana kau pergi? Aku sangat khawatir


Princess cold. Diluar sedang turun hujan semalam, tapi kau malah pergi keluar.”


“Semalam au pergi ke mini market, ya. Aku pergi kesana hanya


sebentar. Tpai tia-tia sja aku ingin mandi hujan, jadi aku hujanan deh


sebentar. Hehe.” Jawab Pelangi meyakinkan. Untung saja, semalam sesaat sebelum


dia terlelap tidur dia sudah memilih alasan ini yang terakhir untuk menjelaskan


pada Lisa.


Mendengar jawaban itu Lisa tampak kebingungan


menggaruk-garuk kepalanya, dia berusaha percaya tapi itu terdengar aneh dan


juga sedikit konyol. Kemudian tanpa menunggu Lisa bertanya lagi Pelangi kembali


melangkahkan kaki keluar kamar.


 


 


 


 


 


 


 


 


 


 


 


*Halo, dengan author kembali menyapa kalian. Mulai saat ini, apapun mengenai pengumuman dan kapan update kapan terbit kapan juga author akan menulis kelanjutan Because, I love You s3, akan author umumin melalui IG baru author. Cus, di follow jangan sampai ketinggalan ya. Jangan lupa like dan votenya, apapun yang mau di tanya lanjut Dm ya. pasti aku balas! salam sayang untuk kalian.


Ig: Michella (ardhi_anna)