
Setelah melihat Lucky akhirnya pergi, kini giliran Pelangi
penuh kecemasan dalam hatinya untuk mencari alasan yang tepat pada Lisa. Sebab,
jika dia mengatakan dengan jujur malam ini dia rela basah kuyup untuk menemui
Lucky, lelaki yang membuat sahabatnya itu jatuh cinta. Tentu Lisa akan terus
menerornya dengan segala pertanyaan aneh.
Dengan langkah ragu dan pelan Pelangi hendak memasuki
apartemen setelah keluar dari ruang lift. Dia berjalan dengan langkah yang
sangat berat hingga kini ia masih berdiri sejenak depan pintu, menarik nafasnya
dalam-dalam lalu memencet tombol pintu nya dahulu agar pintu itu terbuka
untuknya.
“Eh, nona. Astaga, nona Pelangi darimna? Kenapa sampai basah
kuyup begini, non?” bibi Yasmin menyambutnya dengan cemas. Pelangi tahu jika
dia tiak akan mungkin tidur lebih dulu setelah melihatnya pergi tadi. Dengan
cepat bibi Yasmin meraih sebuah handuk kecil dari ruangan yang berbeda, lalu di
berikannya pada Pelangi. Lalu kemudian bibi Yasmin menuju ruang dapur untuk menyedu
teh hangat.
Jelang berapa menit kemudian bibi Yasmin sudah menghampiri
Pelangi kembali dengan segelas teh hangat. Pelangi yang masih berdiri di ruang
tamu melempar senyumannya untuk bibi Yasmin. Dia meraih segelas teh itu
kemudian lalu menyeruputnya, memejamkan matanya untuk menghirup asap wangi khas
teh tersebut.
“Makasih, Bi. Ehm, Lisa.. apakah sudah tidur?”
“Nona, jawab dulu pertanyaan bibi. Nona pergi kemana?
Mengapa sampai basah kuyup seperti ini?” bibi Yasmin terus bertanya tanpa
menjawab pertanyaan Pelangi dahulu.
“Emmh.. Aku, aku hanya ingin keluar dan menikmati air hujan
bi. Aku rindu masa kecilku, hehe.” Ujar Pelangi berbohong. Dia mencoba
menenangkan ekspresinya sendiri untuk mengalihkan bibi Yasmin agar
mempercayainya. Bibi Yasmin mengerutkan keningnya menatap wajah Pelngi sejenak.
Aku tahu, ada yang di sembunyikan oeh nona Pelangi. Tapi
apa itu? Apakah jangan-jangan dia memiliki pacar, dan sedang dalam masalah lalu
mencoba menyelesaikan di bawha hujan seperti film-film korea itu. Hihi, ah
sudahlah yang penting dia terlihat sungguh baik-baik saja bahkan lebih ceria
dan sepertinya sedang berbunga-bunga.
“Baiklah, nona. Sebaiknya kau mandi air hangat setelah ini,
lalu istirahat. Ah, satu lagi. Gunakan aroma lavender agar nona lebih nyaman nantinya.” Ucap bibi
Yasmin setelah dia meyakini jika Pelangi sedang dalam suasan baik-baik saja,
meski masih di penuhi rasa penasaran bibi Yasmin menepisnya. Karena jam juga
menunjukkan sudah waktunya tidur.
Pelangi mengangguk lalu kemudian pergi menuu kamarnya
stealhh menghabiskan segelas teh hangat buatan bibi Yasmin. Dia berpikir jika
satu masalah selesai, kini giliran di alm kamar. Lisa sudah pasti menunggunay
untuk menghujaninya dnegan banyak pertanyaan. Dengan perlahan dia membuka pintu
kamarnya, namun tampak Lisa sudah tertidur dengan posisi yang menunjukkan bahwa
dia sudah sangat lelap.
“Hah, terimakasih Tuhan. Sudah membantuku, akhirnya aku bisa
memiliki waktu luang untuk berpikir lagi bagaiman memberikan alsan yang pas pada Lisa.”
Ucap Pelangi pelan sembari berjalan menuju kamar mandi dengan langkah berjinjit pelan agar tidak membangunkan Lisa.
Meski itu tidak mungkin, sebab Lisa pun termasuk ratu tidur kala dia sudah
waktunya tertidur.
Malam berganti pagi, tak seperti biasanya. Kali ini Pelangi
sudah bangun lebih dulu, dan langsung menuju kamar mandi. Sementara Lisa masih
bermain dalam mimpi indahnya. Setelah kini Pelangi sudah selesai siap-siap, dia
mencoba membangunkan Lisa dengan percikan air dari rambutnya yang masih setanga
basah, dia hendak akan mengeringkanya kemudian.
“Aaah, aku masih nagntuk siapa sih yang siram air ke muka
gue. Gue kibas nih, uuuh..” Lisa menggerutu sembari menendang-nendang
selimutnya. Pelangi pun tertawa cekikikan, lalu kali ini Pelangi semakin
menajdi-jadi menjahili Lisa agar segera bangun dengan menyalakan hair dryer di
dekat telinga Lisa. Sontak saja Lisa beranjak bangun kebingunan melihat sekitar
ruangan kamar. Tentu saj ini berhasil membuat Pelangi tertawa lepas.
“Kyaaaaaa… Princess cold, kau menjahiliku lagi!” pada
akhirnay Lisa berteriak karena menyadari ini perbuatan sahabatnya. Yang
dilihatnya saat ini sudah menutup kedua telinganya lebih dlu.
“sudah, mandi sana. Ini sudah pagi, mau sampai kapan kau
masih akan terus menari-nari di alam mimpi mu hah?” ujar Pelangi meledekinya.
Lalu kemudian Lisa melirik sebuah jam digital yang berada di dekatnya, tepat di
ats meja kecil yang tehiasi lampu tidur cantik.
“Eh, ya ampun. Princess cold, kau keterlauan! Kau
membangunkanku terlalu pagi. Aaah, nyebelin.” Decak pelan Lisa yang masih
berada diatas kasur.
“Udah ah, cepat ,mandi. Aku akan menunggu diluar, aku akan
membantu bibi Yasmin menyiapkan sarapan untuk kita.” Uajr Pelangi hendak pergi
keluar kamar stealh dia selesa merapikan rambutnya sejak tadi.
“Eh, tunggu! Semalam kemana kau pergi? Aku sangat khawatir
Princess cold. Diluar sedang turun hujan semalam, tapi kau malah pergi keluar.”
“Semalam au pergi ke mini market, ya. Aku pergi kesana hanya
sebentar. Tpai tia-tia sja aku ingin mandi hujan, jadi aku hujanan deh
sebentar. Hehe.” Jawab Pelangi meyakinkan. Untung saja, semalam sesaat sebelum
dia terlelap tidur dia sudah memilih alasan ini yang terakhir untuk menjelaskan
pada Lisa.
Mendengar jawaban itu Lisa tampak kebingungan
menggaruk-garuk kepalanya, dia berusaha percaya tapi itu terdengar aneh dan
juga sedikit konyol. Kemudian tanpa menunggu Lisa bertanya lagi Pelangi kembali
melangkahkan kaki keluar kamar.
*Halo, dengan author kembali menyapa kalian. Mulai saat ini, apapun mengenai pengumuman dan kapan update kapan terbit kapan juga author akan menulis kelanjutan Because, I love You s3, akan author umumin melalui IG baru author. Cus, di follow jangan sampai ketinggalan ya. Jangan lupa like dan votenya, apapun yang mau di tanya lanjut Dm ya. pasti aku balas! salam sayang untuk kalian.
Ig: Michella (ardhi_anna)