Because, I Love You

Because, I Love You
#BILYS3 200



Pagi, di sekolah Pelangi.


Ketiga sahabat Pelangi seperti biasa menanti kedatangan Pelangi di depan pintu gerbang sekolah. Lucas dan Lisa menyapa Pelangi dengan ceria setelah dilihatnya Pelangi keluar dari mobil barunya dan melempar senyum pada mereka. Jeni menyusul Lucas dan Lisa dengan ragu menghampiri Pelangi.


"Pa-gi, Princess Cold." Sapa Lisa dan Lucas serentak dengan nada manja.


"Hem, pagi." Jawab Pelangi dengan singkat.


"Uuuuh, mobil baru niye." Ucap Lucas. Pelangi mencubitnya, lalu kemudian keluar sosok laki-laki yang sangat mereka kenal dari dalam mobil Pelangi.


"J-Joe?"


"Hai, selamat pagi.." Ujar Joe menyapa Lucas dan Lisa yang begitu terkejut melihatnya keluar dari mobil Pelangi.


"Hai, Jen." Sapa Pelangi kemudian pada Jeni.


"E,eh.. Pa-gi, Pelangi." Jawab Jeni dengan gugup, sementara Joe melambaikan tangannya dengan mengedipkan mata dengan senyuman khasnya menyapa Jeni. Namun Jeni menanggapinya dengan cuek dan mengabaikan Joe, tak seperti biasanya.


"Jadi kalian berangkat bareng nih?" Tanya Lisa mengalihkan kebingungan dari raut wajah Joe dan Pelangi.


"Ya. Aku mendapat tugas dari om Irgy untuk mengajari Pelangi menyetir mobil nya sendiri."


"Ehhem. Jangan bilang jika kalian sudah jadian ya,"


"Cih. Apaan sih, Sa? Ngaco deh lu," Jawab Pelangi dengan wajah tersipu merah.


"Memangnya kenapa jika kami sudah jadian, kalian mau ngucapin selamat? Hahaha."


"Joe, jangan mulai deh." Balas Pelangi membantah ucapan Joe.


"Aaah, kalian membuatku cemburu. Joe hanya milikku, si kumis tipis impian ku." Ujar Lucas merengek manja dengan menggigiti ujung jari nya.


"Hahaha, aku tetap milikmu baby." Jawab Joe dengan merangkul leher Joe menuju halaman sekolah.


"Dasar. Mereka itu memang cocok berdua, kenapa tidak pacaran beneran aja." Ujar Pelangi menggerutu.


"Hahaha, Princess Cold. Mulai bisa ngelawak niye,"


"Lihat saja, mereka itu. Eh, Jen. Ada apa dengan mu hari ini? Kau diam saja sejak tadi." Tanya Pelangi kemudian melihat ke arah Jeni yang sejak tadi berjalan di belakang Pelangi tanpa bersuara sedikitpun.


"Eh, ah.. Aku, aku baik-baik saja." Jawab Jeni salah tingkah, menggaruk-garuk bagian belakang kepalanya.


"Ehhem, Pelangi. Jadi gimana?" Tanya Lisa, mencoba mengalihkan kembali.


"Gimana apanya, Sa?"


"Kau dan Joe, apakah kedua orang tua kalian sudah menjodohkan kalian sejak kecil?" Tanya Lisa kembali seolah dia sengaja memberikan pertanyaan demikian tepat di hadapan Jeni.


Dan benar saja.. Seketika Jeni seperti sedang tersedak makanan, dia terbatuk-batuk hingga membuat Pelangi dan Lisa menepuk-nepuk punggung belakangnya.


"Jen, apaan sih. Elu kenapa? Ngunyah permen karet ya?" Tanya Lisa dengan cemas.


"Uhuk uhuk, uhuk uhuk.. Hah, Gapapa. Aku gapapa kok, sialan. Tiba-tiba permen karet yang ku kunyah tertelan begitu saja barusan."


"Ya ampun, kamu ih. Jeni, kebiasaan. Sudah berapa kali ku peringatkan berhenti mengunyah permen karet dan memainkannya di mulut mu, Jen."


"E,eh.. Kalian duluan saja ke kelas. Aku akan ke toilet dulu, ok." Jawab Jeni dengan tergesa-gesa.


"Tapi Jen, kau..."


"Aku baik-baik saja." Jawab nya setengah berteriak melambaikan tangan berlarian.


"Sa, ada apa dengan Jeni? Dia begitu aneh."


"Ah, ehm.. Hahaha, biasa. Lagi kedatangan tamu bulanan kali, udah lah. Jangan di pikirkan, aku saja yang akan menyusulnya ke toilet. Kau duluan ke kelas, ok Princess Cold."


Kemudian Lisa setengah berlari menyusul Jeni, meninggalkan Pelangi yang masih berdiri mematung. Setelah sampai di toilet, Lisa langsung memasuki ruangan untuk menghampiri Jeni yang tengah mencuci tangannya di wastafel.


"Jen,"


"Hemm.. Apa lagi, Sa? Tentang Joe dan Pelangi lagi?" Jawab Jeni setelah Lisa memanggil namanya dengan nada cetus.


"Gak nyangka gue, Jen. Elu beneran jatuh cinta sama Joe bukan? Dan elu cemburu melihatnya semakin dekat dengan Princess cold kita."


"Sa, apa gue salah jatuh cinta pada Joe hah?


"Jeen, pliss.. Nyadar, sejak kecil Joe hanya menyukai Pelangi. Gue bisa lihat dari sejak kedatangannya di sekolah ini, dan elu tahu itu. Elu lihat itu bukan?"


"Tapi Pelangi sudah menyuruhku untuk mengejar cinta pertama ku ini, Lisa." Jawab Jeni dengan lirih.


"Itu sebelum Pelangi tahu siapa Joe sebenarnya kan?"


"Katakan sama gue, Sa.. Apa itu berarti Pelangi akan mengkhianati persahabatan kita?"


"Jeni, jangan gila. Berpikirlah dengan jernih, jangan hanya karena satu laki-laki kau buta pada persahabatan kita yang sudah di bina sejak lama." Kali ini Lisa menaikkan nada bicaranya lebih lantang, membuat Jeni terhentak dan menundukkan wajahnya.


"Maafin gue, Sa."


"Hah, Jen. Sejak awal kita sudah membahas hal ini, dan selama ini sudah berapa lama kita menantikan agar Princesa cold kita tersenyum ceria dan berubah, tidak dingin lagi, tidak cuek lagi, dan selalu melempar senyumnya pada kita."


"Tapi Sa, gue gak bisa.. Gue cinta sama Joe, gue jatuh cinta sama dia Lisa."


"Oh ya ampun, segampang itu elu jatuh hati pada Joe yang jelas baru saja elu kenal Jen.. Sedangkan Joe dan Pelangi sudah saling mengenal sejak kecil, dan gue yakin elu mendengar semua ucapan Joe di malam pesta kemarin. Dia sudah menantikan ini begitu lama, Joe datang ke Indonesia hanya untuk Pelangi."


"Gue akan merebut hatinya, gue yakin Pelangi akan ngertiin gue. Dia akan mengalah demi persahabatan kita,"


Lisa terdiam dengan keteguhan hati Jeni mempertahankan hatinya yang telah jatuh cinta pada Joe sejak awal bertemu. Lisa menatap wajah Jeni dengan kekecewaan.


"Setega itu elu, Jen? Elu tahu selama ini, Pelangi begitu baik pada kita. Dan dia selalu mengalah dalam hal apapun demi keutuhan persahabatan kita, walaupun gue tahu dia ingin mendapatkan hak nya dalam persahabatan kita selama ini."


"Dan gue tanya sama elu, Sa. Apa elu juga setega itu sama gue, Sa? Elu nyuruh gue ngalah sedangkan Pelangi menang sebelum bertarung."


"Gila lu ya, Jen. Gue kecewa sama elu, Jen. Gue pikir hubungan persahabatan kita tidak akan pernah rusak hanya karena satu cowok saja. Tapi sepertinya elu belum mengutamakan persahabatan kita selama ini."


"Sa, berhenti nyalahin gue mulu. Joe bukan milik Pelangi, mereka belum ada ikatan bukan? Jadi bukan salah gue kan, Sa. Jika gue ingin mencobanya, hem?"


"Jen, gue sayang sama elu sebagai sahabat baik gue. Gue cuma gak mau elu akan terluka dan patah hati, di mata elu mungkin saat ini Joe dan Princess cold belum ada ikatan. Tapi sepertinya, hanya takdir yang mengetahuinya. Oleh sebab itu, Joe dan Pelangi kembali di pertemukan bukan?"


"Terserah kau saja, Sa. Apapun itu aku akan tetap mencoba merebut hati Joe,