Because, I Love You

Because, I Love You
#44



"Tadi Pak Rendy bilang ada yang ingin dibicarakan? Soal apa Pak?" Tanya Kirana saat didalam mobil perjalanan menuju perusahaan bersama Pak Presdir tampannya.


"Begini..." Ucap Rendy lalu menghela nafasnya sebelum melanjutkan ucapannya. "Saya butuh bantuan kamu lagi." Lanjut Rendy dengan menatap serius Kirana.


Kirana terdiam sejenak tampak berfikir. Kirana yang mengagumi sosok Pak Presdir tampannya ini, ia masih merasa cemburu ketika melihat Rendy berciuman dengan Olivia. Sangat konyol sih. Kirana bukan siapa-siapanya Rendy. Hanya karyawan diperusahaannya dan kemarin menjadi pacar pura-puranya saja.


Meski semalam Rendy telah menceritakan semuanya hingga ia melihat Rendy berciuman dengan Olivia, Kirana merasa kalau Rendy memang masih sangat mencintai Olivia dan menilai bahwa Rendy laki-laki yang munafiq.


Kirana ingin sekali menolak untuk membantu Rendy, tapi ia masih selalu mengingat kebaikan Rendy kepadanya. Terutama saat Rendy menyelamatkannya dari Bima malam itu.


"Bantuan masih seperti sebelumnya? Menjadi pacar pura-puranya Pak Rendy?" Tanya Kirana dan Rendy mengangguk.


"Tapi kali ini lebih serius. Apa kamu bersedia? Saya nggak akan maksa kamu. Kamu berhak menolak." Ucap Rendy penuh harap.


"Lebih serius? Maksudnya gimana Pak?" Tanya Kirana merasa tidak mengerti.


Rendy tidak langsung menjawab. Ia memalingkan wajahnya dan mengusap tengkuknya merasa gelisah lalu kembali menatap Kirana. "Ada paparazi yang merekam dan mengambil foto saya bersama Olivia kemarin. Berita tentang pacar Olivia yang selama ini menjadi pertanyaan media langsung terungkap. Dan sepertinya, Olivia sengaja melakukan itu semua setelah hubungan kami berakhir." Ucap Rendy dengan serius menatap Kirana.


"Saya masih nggak ngerti maksud Pak Rendy." Ucap Kirana masih merasa bingung.


Rendy menghela nafasnya panjang sebelum bicara kepada Kirana lagi. "Saya yakin setelah kamu ketemu dengan Olivia kemarin, kamu tau gimana dia. Dia sangat keras kepala dan selalu melakukan apa aja yang dia mau." Ucap Rendy yang membuat Kirana malah semakin bingung.


"Jadi, saya harus bantu Pak Rendy apa? Jadi pacar pura-puranya Bapak lagi dan ketemu sama Olivia lagi? Terus nanti Olivia nyosor Pak Rendy lagi dan saya hanya jadi obat nyamuk liatin Bapak sama Olivia gitu? Kalau tau akan seperti itu, lebih baik saya ikut jadi paparazi aja Pak." Ucap Kirana dengan keras terlihat begitu kesal. Kirana mendengus sambil bersedekap dan memalingkan pandangannya kearah jendela mobil.


Rendy mengerutkan keningnya menatap Kirana. "Kenapa kamu malah jadi marah sama saya?" Tanya Rendy dengan heran.


Seketika Kirana tersadar dan menjadi Salah tingkah.


"Emm..saya nggak marah kok Pak." Jawab Kirana sambil menoleh menatap Rendy kembali dengan menyengir.


Mobil mewah Rendy pun telah sampai di basement khusus untuk parkir mobil miliknya. "Kamu ikut saya!" Titah Rendy pada Kirana lalu segera keluar dari mobil.


"Hah?" Kirana terbengong lalu segera turun dari mobil. "Eh Pak, ikut kemana?" Seru Kirana sambil mengikuti langkah Rendy menuju lift yang langsung menghubungkan ke lantai dimana ruangan kantornya berada.


"Keruangan saya!" Jawab Rendy dengan ketus dan melirik sekilas pada Kirana.


Beni sejak tadi hanya diam dan menggelengkan kepalanya saja menyaksikan obrolan antara Bosnya dengan Kirana. Dalam hati ia menebak-nebak.


Beni bisa melihat dari sikap Rendy kalau sepertinya Rendy memang sudah tertarik dengan Kirana. Kalau tidak, tidak mungkin Rendy meminta bantuan kepada Kirana untuk menjadi pacar pura-puranya bahkan meminta Beni untuk mencari tau alamat rumah Kirana dan langsung mendatanginya.


Tidak cukup hanya itu. Pagi ini, Rendy juga menjemput Kirana dengan alasan ingin bicara lagi dengannya.


Pagi tadi, Rendy dikejutkan dengan telepon dari Papanya yang terdengar begitu marah kepadanya karena berita tentang Rendy yang berciuman dengan Olivia langsung tersebar dimedia. Bahkan dikoran dan majalah juga sudah tersebar.


Rendy yang merasa bersalah. karena dirinya sangat teledor tidak mengingat bahwa Olivia adalah publik figure yang kini sedang populer.


Banyak penggemar dan pengagum Olivia yang terus mendukung hubungan mereka. Tapi banyak juga haters yang menghujat dan memakinya mengatakan kalau Olivia wanita tidak bermoral, tidak tau malu, murahan dan lain sebagainya.


"Selamat pagi Pak." Sapa Siska dengan tersenyum manis namun senyumnya memudar seketika saat melihat siapa yang berjalan dibelakang Rendy.


Eh? Ini cewek ngapain ngintilin Pak Rendy?


Batin Siska melirik sinis pada Kirana.


"Pagi." Balas Rendy dengan wajah datarnya sambil terus berjalan melewati Siska.


Kirana hanya mengangguk dan tersenyum kepada Siska sambil berjalan mengikuti Rendy bersama Beni. Beni juga melirik sinis pada Siska.


"Aku harus tau kenapa Pak Rendy biarin cewek itu ngintilin dia!" Gumam Siska lalu ia berbalik dan melangkah cepat menuju pantry untuk membuatkan kopi untuk Rendy.


Setelah masuk kedalam ruangan kantor Presdir, Kirana terbelalak menatap takjub dengan ruangan ini.


Ya ampun! Ternyata ruangan Presiden Direktur sebagus ini?


"Silahkan duduk!" Rendy mempersilahkan Kirana duduk disofa.


Kirana segera duduk dan Rendy duduk disingle sofa. Sedangkan Beni tetap berdiri didekat single sofa yang diduduki Rendy dengan wajah tanpa ekspresinya.


"Emm..maaf Pak. Sebenarnya bantuan apa yang bisa saya lakukan untuk membantu Pak Rendy?" Tanya Kirana dengan gugup.


"Ok! Saya nggak mau lagi ngomong panjang lebar yang malah membuat kamu jadi bingung." Ucap Rendy. "Saya mau kamu jadi pacar saya." Lanjut Rendy dengan serius menatap Kirana.


"Jadi pacar pura-puranya Pak Rendy maksudnya?" Tanya Kirana mengingatkan Rendy.


"Pacar sungguhan." Jawab Rendy semakin menatap Kirana dengan wajah seriusnya.


"A..apa?!" Pekik Kirana dan seketika ia terbelalak karena terkejut. Jantungnya seakan berhenti berdetak. Bahkan ia merasa sulit untuk bernafas.


Beni pun merasa terkejut namun ia tetap mempertahankan wajahnya yang tidak berekspresi seperti patung. Hanya berdiri diam mendengarkan.


Bener kan? Bos memang tertarik dengan mbak Kirana.


Batin Beni.


"Tapi kalau kamu keberatan, kamu berhak menolak." Ucap Rendy yang masih menatap Kirana.


Meski ia merasa terpaksa melakukan ini, tapi hatinya mengharuskannya untuk melakukan ini. Menjadikan Kirana sebagai pacarnya sungguhan. Bukan pura-pura lagi. Ia hanya ingin meyakinkan media kalau apa yang dikatakan Olivia yang menyebut dirinya adalah kekasihnya selama ini itu tidaklah benar karena sekarang ini ia sudah punya kekasih, yaitu Kirana.


"Maaf Pak. Bukannya saya mau menolak Bapak. Hanya saja, saya nggak mau menambah masalah." Ucap Kirana berusaha dengan tenang. "Olivia terlihat sangat mencintai Pak Rendy. Begitu juga dengan Bapak kan? Pak Rendy juga masih mencintainya?" Lanjutnya bertanya dengan pelan dan sedikit terdengar bergetar. "Saya nggak mau punya pacar yang nggak cinta sama saya tapi masih mencintai mantan pacarnya." Imbuhnya dengan serius menatap Rendy.


................