Because, I Love You

Because, I Love You
#94



"Tuh kan bener! Dasar cewek nggak tau diri! Keganjenan banget dia!"


"Aku yakin kalau dia pake pelet buat menjerat Pak Rendy."


"Bisa jadi. Secara dia karyawan satu-satunya yang nggak ada menarik-menariknya sama sekali. Nggak mungkin Pak Rendy yang super ganteng, super keren dan tajir melintir bisa mau sama cewek macam dia! Dasar cewek kampungan nggak sadar diri!"


Dua karyawan wanita yang tadi sempat melihat Kirana masuk kedalam lift khusus Presdir ternyata mencurigai kalau Kirana punya hubungan dengan Presdir tampan idola mereka. Dan baru saja mereka kembali melihat Kirana keluar dari lift itu lalu mereka diam-diam mengikuti arah langkah kaki Kirana yang ternyata menuju basement parkiran khusus milik Presdir. Mereka sangat terkejut saat Rendy menghampiri Kirana yang berdiri disamping mobil sport mewah milik Rendy. Terlihat denga jelas mereka saling melempar senyum satu sama lain lalu Rendy membukakan pintu mobil untuk Kirana.


"Kamu mau ngajak makan dimana sih Mas?" Tanya Kirana sambil menoleh menatap Rendy yang sedang fokus menyetir.


"Kamu maunya makan dimana?" Tanya balik Rendy sambil sekilas menoleh.


"Kok balik tanya sih? Kan kamu yang ngajakin."


Rendy hanya tersenyum dan tak lama mobil berbelok masuk ke parkiran restoran mewah.


"Ayo turun."


Rendy sudah membukakan pintu untuknya. Mengulurkan tangan dan Kirana meraihnya lalu turun dari mobil dengan tersenyum nyengir. "Makasih pacar aku."


Rendy hanya tersenyum geli dengan tingkah Kirana yang menurutnya sangat imut dan apa adanya. Mereka pun segera berjalan masuk kedalam restoran tersebut.


Rendy menyadari kalau ada orang yang diam-diam sedang mengintainya. Orang itu mungkin wartawan.


Rendy pun merangkul Kirana sengaja ingin memperlihatkan kepada wartawan itu dan mengalihkan berita tentang hubungan dia dengan Olivia yang sebelumnya sudah menyebar dan menggantikan dengan topik baru bersama Kirana.


Rendy sangat tidak suka jika hubungan dengan sang mantan masih selalu diungkit. Mereka sudah putus. Sudah berakhir. Untuk apa masih dibahas dan parahnya semua orang mengira kalau hubungan mereka masih berlanjut. Tentu saja Rendy merasa sangat terganggu. Apalagi sekarang dia sudah melabuhkan hatinya pada seorang gadis kampung yang mungkin akan membuat semua orang iri.


Bagaimana tidak iri? Banyak yang jauh lebih menarik dari Kirana. Tapi, kenapa Rendy memilih gadis kampung yang sama sekali tidak menarik itu?


Rendy menarik kursi untuk Kirana. Kirana merasa sangat tersanjung diperlakukan bak putri raja oleh Rendy. Wajahnya merona dan terus tersenyum dengan hati yang berbunga-bunga juga merasa malu karena banyak pengunjung yang memperhatikannya. "Makasih Mas."


Pelatan menghampiri meja mereka dengan membawa buku menu.


"Kamu pesan aja apa yang mau kamu makan." Ucap Rendy sambil melirik kearah Kirana yang terlihat bingung melihat-lihat isi dalam buku menu itu.


Kirana hanya mengangguk dan segera membacakan menu yang dipilihnya. Pelayan mencatat pesanan Kirana dan juga Rendy. Kemudian segera pergi dengan membawa catatan ditangannya.


"Ki?"


"Hmm? Kenapa Mas?"


Rendy menghela nafasnya sebelum bicara. "Aku cuma mau kasih tau kamu sesuatu biar kamu nggak kaget."


Kirana mengerutkan keningnya merasa tidak mengerti. "Kasih tau apa?"


"Nggak lama lagi, akan banyak orang yang tau tentang hubungan kita." Rendy terus menatap dan memperhatikan perubahan raut wajah manis Kirana.


Kirana terdiam sejenak tampak berfikir. "Mas, kamu ini bagai cenayang deh. Aku udah nggak keberatan kalau banyak orang yang tau dengan hubungan kita. Cuma, aku takut aja pekerjaanku jadi terganggu nantinya karena pasti banyak karyawan kamu yang menghujat aku.


Setidaknya, dia merasa sedikit berani untuk menghadapi masalah yang mungkin tidak lama lagi datang kepadanya. Tapi, Kirana tetap berharap semoga itu tidak akan pernah terjadi.


Pelayan yang tadi mendorong troli mengantarkan pesanan mereka lalu menatanya diatas meja kemudian segera pergi setelah mempersilahkan dan mengucapkan "selamat menikmati" kepada Rendy juga Kirana.


Mereka makan siang dengan diselingi candaan dari keduanya.


Selesai makan siang bersama, Rendy membayar dan segera mengajak Kirana pergi untuk kembali ke perusahaan lagi.


"Kita foto dulu bentar." Rendy merangkul Kirana setelah mereka berada didalam mobil.


"Eh Mas, kamu nggak berniat mau nyebarin foto kita di sosmed kan?" Tanya Kirana dengan wajah paniknya sambil menepis lengan Rendy yang merangkulnya.


"Kamu ini kenapa sih sayang? Panik banget. Udah ayo nggak usah bawel!"


Lagi-lagi jantung Kirana berdegup cepat saat Rendy memanggilnya dengan sebutan "sayang". Wajahnya kembali merona dan dia hanya bisa diam patuh saat Rendy merangkul dan mengambil beberapa foto bersama bahkan Rendy mengecup pipi Kirana membuat Kirana melotot karena terkejut.


"Aku mau kirim ke Mamaku. Dia sama bawelnya seperti kamu." Ucap Rendy sambil menunduk menatap layar ponselnya yang menunjukkan hasil jepretannya foto berdua dengan kekasih barunya ini.


"Eeeh Mas! Jangan dikirim!" Pekik Kirana sambil menahan memegang tangan Rendy.


Rendy mengernyit menoleh menatapnya. "Kenapa lagi sih? Ini Mamaku yang minta dikirimin foto kamu. Mama masih belum percaya kalau aku sama Olivia udah putus. Aku cuma mau Mama dan Papaku tau kalau aku udah punya kamu sekarang, bukan Olivia."


"Tapi, aku malu Mas. Kalau orang tua kamu nggak suka gimana?" Kirana semakin merasa cemas. Dia selalu mengingat siapa dirinya yang hanya gadis kampung.


Dia hanya cemas kalau orang tua Rendy langsung menentang hubungan dirinya dengan Rendy. Mengingat cerita dari Rendy kalau orang tuanya tidak menyukai Olivia. Jelas saja membuat mental Kirana menciut. Olivia sang model terkenal yang begitu cantik saja tidak disukai oleh orang tua Rendy. Apalagi dirinya yang hanya gadis kampung dengan penampilan sangat sederhana seperti ini?


Rendy tersenyum ketika langsung mendapat pesan balasan dari Mamanya. Dia menunjukkan pesan balasan tersebut kepada Kirana yang terlihat begitu cemas. "Nih,kamu lihat!"


Kirana menoleh dan membaca pesan balasan dari Mamanya Rendy yang berisi : "Cantik dan manis. Mama harap, setelah Mama dan Papa kembali nanti, kamu langsung ajak dia kerumah dan kenalin ke Mama juga Papa."


Kirana melebarkan matanya dan mulutnya menganga terlihat terkejut dengan pesan balasan dari Mamanya Rendy. Ternyata tadi Rendy mengirimkan foto ke Mamanya saat Rendy mencium pipinya.


"Mas!" Pekik Kirana sambil memukul lengan Rendy. "Kamu kenapa kirim fotonya yang itu sih?" Imbuhnya dengan cemberut karena merasa sangat malu.


"Astaga Kirana! Kenapa emangnya?" Rendy menatap heran.


"Ya kan malu akunya Mas. Ntar Mama kamu mikir yang enggak-enggak gimana?"


Rendy terkekeh geli lalu menyentil kening Kirana.


"Aduh aww! Mas! Sakit ih!"


"Udah ya! Nggak usah berburuk sangka. Nanti aku kasih tau kamu sesuatu yang bikin kamu nggak bakal bisa tidur." Kemudian Rendy menyalakan mesin mobilnya dan melajukannya dengan wajah Kirana yang menatap Rendy penuh tanda tanya.


................