
*
*
*
Jungkook pov
Aku jeon jungkook, siswa kelas 2-1. Kalau ada yang penasaran seperti apa hidupku, kukatakan tak ada yang spesial dari hidupku. Aku anak tunggal. Keluargaku termasuk keluarga terpandang karna itu keluargaku adalah keluarga yang perveksionis.
Jungkook harus pintar, jungkook harus sopan, jungkook harus aktif, jungkook harus sempurna. Dari kecil itu tuntutan hidupku. Memuakkan ? iya. Tapi aku masih bersyukur karna aku punya teman-teman yang menyenangkan. Aku juga punya seseorang yang ku cintai.
Seseorang itu bernama lalisa, kami bertemu saat kelas satu SMA. Saat itu kami ada dikelas yang sama. Lisa gadis yang ceria, ramah, dan aktif. Dan entah kenapa aku sangat suka melihat tawanya. Tapi sayangnya itu cinta sepihakku. Karna gadis itu lebih memilih sahabatku, taehyung. Tentu saja, taehyung lebih tampan dari ku. Dia juga laki-laki yang aktif dan suka bercanda bukan sepertiku yang kaku.
Jungkook pov end
_____
Kriiiiiiiing
(anggep aja itu bel pulang sekolah ya)
Semua anak sudah berhamburan keluar kelas. Tapi yura masih di kelas merapikan buku, memasukkannya ke dalam loker. Hari ini dia mendapatkan banyak buku dari perpustakaan dan tidak mungkin dia memasukkan semua ke dalam tas dan membawanya pulang. Sebenarnya dikelas itu masih ada orang lain selain dirinya. Masih ada taehyung dan jungkook menunggu lisa yang sedang piket.
Lisa sudah selesai piket mereka bertiga bersiap keluar. Tapi melihat yura yang masih sibuk dengan lokernya membuat lisa berhenti. "Yura-ya perlu bantuan ?"
"Ah aniya, ini hampir selesai, kalian duluan saja nanti aku menyusul." mereka bertiga melenggang keluar kelas lebih dulu.
_____
Mereka berjalan dilorong, sampai jarak sekitar 100m dari pintu kelas jungkook ingat bahwa buku catatan matematikanya ketinggalan di kelas.
"sebentar, sepertinya aku meninggalkan sesuatu di kelas." setelah berkata seperti itu jungkook berlari kembali ke kelas meninggalkan lisa dan taehyung di lorong berdua.
Jungkook berjalan keluar kelas berbelok ke lorong, tapi sesaat setelah ia berbelok ia melihat pemandangan yang sangat tidak ingin ia lihat. Diujung lorong ia melihat taehyung dan lisa yang sedang berciuman. Jungkook benci, dia benci saat tubuhnya berkhianat seperti sekarang. tubuhnya tetap diam tak mau bergerak. terdiam kaku melihat pemandangan dua orang yang sedang bermesraan didepan sana. padahal hatinya sangat muak. tapi yang bisa ia lakukan hanya diam sambil menggepalkan tangan.
Yura yang ada di belakang tubuh tegap jungkook binggung kenapa jungkook hanya diam mematung di tengah jalan. Yura mencondongkan tubuhnya melihat ada apa di depan sana. Dan akhirnya ia mengerti kenapa jungkook tidak melangkah sejengkal pun karna di depan sana ada taehyung dan lisa yang sedang asik melumat bibir satu sama lain.
Yura menarik jungkook sampai sang empu berbalik. Memeluk leher jungkook, menarik kepala jungkook agar menunduk dan bersembunyi di bahunya. Jungkook tidak menolak sama sekali. Dia hanya diam. Yura mengelus punggung jungkook dengan gerakan vertikal lalu berbisik di telingga jungkook
"jangan dilihat. kalau cuma bikin sakit hati, mending gak usah dilihat."
Setelah mengatakan itu yura melepaskan pelukannya pada jungkook lalu berjalan lebih dulu kearah lisa dan taehyung. Sedangkan jungkook dia masih mematung ditempatnya. Jungkook binggung kenapa dia diam saja dipeluk oleh orang yang tidak dia kenal, padahal dia tipe orang yang sulit untuk akrab dengan orang baru. Dan yang membuatnya semakin binggung adalah kenapa pelukan anak baru itu sangat nyaman.
_____
Yura pulang bersama kakak tercintanya. Tentu saja. Yoongi itu overprotektif garis bawahi itu. Selama perjalanan pulang yura hanya diam masih kesal pada yoongi yang memaksanya duduk bersama bangtan saat makan siang tadi.
"Kamu masih kesel sama kakak ?" Yura hanya menanggapi dengan gumaman.
"kakak minta maaf, oke ?" Lagi lagi hanya dibalas gumaman oleh yura.
"Kakak masakin spageti spesial buat makan malam, gimana ?" Mata yura langsung berbinar mendengar tawaran yoongi. Ia mengangguk lucu seperti anak anjing. Bukankah yoongi itu kakak yang luar biasa. Ia bisa membaca yura dengan sangat baik.
Yura dan yoongi memang tak tumbuh bersama tapi biasanya saat liburan musim panas yoongi akan datang mengunjunggi adik dan mamanya di jepang. Yoongi itu hanya terlihat dingin di luar saja. Tapi aslinya dia selalu memperhatikan orang orang disekitarnya.
Mereka sampai di rumah. Yura turun sedangkan yoongi memarkirkan mobil ke bagasi. Di rumah sangat sepi papa mereka bekerja. Hanya ada 2 orang asisten rumah tangga yang berlalu lalang. Yura langsung berlalu ke kamarnya. Ganti baju dan menidurkan tubuh lelahnya di ranjang. Memandanggi langit langit kamar.
Yura menghela nafas panjang, memikirkan betapa berani tindakannya tadi. Apa yang harus ia lakukan besok saat bertatap muka dengan jungkook. Ah bodohnya harusnya dia tidak ikut campur. Bukannya dari awal dia sudah bertekad untuk tidak ikut campur urusan jungkooknya. Heol jungkooknya bahkan jungkook sendiri pun tidak ingat padamu yura. menggelikan.
*
*
*