Because, I Love You

Because, I Love You
#82



Setelah bertemu Andreas dan membicarakan tentang permasalahan yang sedang dialami Olivia, Rendy mengajak Andreas pergi bersamanya ke New York sore ini.


Rendy kembali ke perusahaan lebih dulu. Dia membereskan pekerjaannya dulu sebelum ditinggal pergi.


Beni menghubungi Rendy kalau semua keperluannya sudah disiapkan olehnya. Jadi, Rendy bisa langsung menuju bandara tidak perlu pulang.


Setelah menyelesaikan pekerjaannya, dia mandi kemudian beranjak pergi. Saat keluar dari ruangan kantornya, Siska menghentikan langkahnya.


"Pak Rendy!"


Rendy berhenti dan menoleh. Siska menghampirinya. "Pak, apa sudah mau berangkat? Tapi, saya belum bersiap."


Rendy mengernyitkan keningnya menatap Siska. "Untuk apa kamu bersiap?" Tanyanya merasa bingung.


"Loh, bukannya sore ini kita ada perjalanan bisnis dadakan ke New York ya Pak?" Jawab Sisak dengan tersenyum lebar.


Rendy mendengus sinis. "Emang saya bilang gitu? Dan yang mau ngajak kamu itu siapa? Saya ada urusan lain!" Ucap Rendy kemudian melanjutkan langkahnya, tapi dia menoleh lagi pada Siska. "O ya, kamu cancle dulu jadwal meeting dan pertemuan saya selama seminggu kedepan." Lanjutnya kemudian kembali melangkah dan pergi.


Rendy meminta supir perusahaan untuk mengantarnya kebandara dan meminta supir tersebut membawa kembali mobilnya ke rumahnya.


Sesampainya dibandara, ponselnya berdering dan Rendy merasa ragu untuk menerima panggilan telepon dari Papanya. Tapi, dia tetap harus menerima panggilan telepon dari Papanya.


"Ya Pa, ada apa?"


"Kamu lagi dimana Rend?" Tanya Bagas.


"Aku...dibandara Pa." Jawab Rendy sedikit ragu karena dia harus berbohong lagi.


"Bandara? Apa kamu ada perjalanan bisnis? Tadi, Sony bilang kamu mendadak ada perjalanan bisnis ke amerika."


Sebelumnya, Rendy memang mengatakan kepada Pak Sony kalau dirinya ada perjalanan bisnis dadakan dan meminta Pak Sony untuk mengurus perusahaan selagi dirinya pergi.


"Hmm, iya Pa." Jawab Rendy dengan penuh rasa bersalah karena terpaksa berbohong lagi kepada Papanya.


"Ya sudah, kamu hati-hati. Papa cuma mau ngabarin kamu kalo Mama kamu sakit. Dia kangen sama kamu."


"Apa? Mama sakit? Terus, gimana sekarang keadaan Mama, Pa?" Tanya Rendy merasa terkejut dan penuh rasa khawatir terhadap Mamanya, wanita pertama yang dicintainya didunia ini.


"Sudah membaik. Dia cuma kangen sama anak sulung kesayangannya. Ya sudah, Papa cuma mau ngabarin kamu itu aja. Kamu nggak perlu khawatir."


"Oke Pa. Salam buat Mama. Bilang kalo Rendy juga kangen banget sama Mama. Rendy selalu menunggu kalian kembali kesini."


Kalau sampai orang tuanya tau, Rendy pergi ke New York hanya ingin menolong Olivia, mungkin orang tuanya akan sangat marah dan kembali kecewa. Apalagi saat ini Mamanya sedang sakit.


Tapi, Rendy tidak bisa membiarkan Olivia dalam masalah yang serius diluar sana meski dia bisa memberi perintah kepada Beni tanpa dirinya harus turun tangan.


"Rend!" Seru Andreas yang berjalan menghampirinya dengan cepat.


"Andreas, sebaiknya kita berangkat sekarang."


Mereka segera berjalan menuju pesawat dan Beni sudah lebih dulu sampai disana.


...


Setelah menempuh perjalanan yang lumayan lama, Beni mengantar Rendy dan Andreas ke sebuah penginapan yang tempatnya tidak jauh dari tempat dimana Olivia disekap oleh Axel mantannya.


Beni sengaja membawa Bosnya ke penginapan kelas menengah kebawah agar tidak dicurigai oleh orang-orang Axel.


Kini mereka bertiga sedang duduk disofa didalam kamar yang berisi tiga tempat tidur untuk mereka beristirahat sambil meminum minuman kaleng.


"Ben, aku nggak mau nunggu lama. Kita langsung aja temui laki-laki itu!" Ucap Rendy yang sudah tidak sabar untuk menolong Olivia.


Bukan maksud Rendy ingin segera membawa Olivia keluar dari tempat Axel. Tapi, Rendy tidak ingin terlalu lama meninggalkan perusahaannya hanya untuk mengurusi masalah mantan kekasihnya ini.


Kalau saja Olivia tidak menghubunginya, mungkin dia tidak akan berada disini sekarang ini.


"Bos, sebaiknya sekarang kalian beristirahat dulu. Aku sudah menyusun rencana untuk membawa Olivia keluar dari tempat Axel. Lagi pula, jangan terlalu gegabah. Ini bukan dinegara kita." Ucap Beni dengan tenang.


"Apa rencanamu?" Tanya Andreas yang juga merasa tidak sabar lagi ingin segera bertemu Olivia.


Mereka bertiga pun sedang membicarakan rencana untuk bisa menolong Olivia.


"Kebetulan, malam ini ada acara peragaan busana di gedung hotel yang tidak jauh dari tempat ini. Dan menurut informasi, Olivia juga akan menjadi model dalam peragaan busana itu." Ucap Beni lalu menghela nafasnya sebelum lanjut bicara. "Dan sebaiknya, biar aku dan Andreas aja yang pergi kesana Bos. Kamu tunggu ditempat yang udah aku siapkan."


"Ben, nggak mungkin aku nggak ikut kalian! Aku yang ngajak kalian kesini untuk menolong Oliv. Kenapa aku harus diem aja nunggu kalian?" Rendy langsung membantah Beni.


"Bukan gitu Bos. Kalo Axel tau kamu datang dan mau bawa Olivia, masalah ini pasti akan tambah besar dan itu juga pasti akan berpengaruh dengan Pradipta Grup." Ucap Beni berusaha menasehati Bosnya.


"Beni bener Rend. Serahin ini ke aku dan Beni." Sambung Andreas sambil menepuk pundak Rendy.


................