Because, I Love You

Because, I Love You
#72



Rendy menggenggam tangan Kirana dan mereka berjalan keluar dari lift menuju ruang pertemuan.


"Mas tunggu!"


Kirana menahan tangan Rendy. Rendy dapat merasakan tangan Kirana yang menjadi dingin dan sedikit gemetar.


"Ada apa?" Tanya Rendy sambil menoleh menatap Kirana.


Kirana menggelengkan kepalanya pelan sambil menggigit bibir bawahnya.


Rendy kembali melangkah bersama Kirana masuk kedalam ruang pertemuan. Begitu masuk, semua mata tertuju kearah mereka berdua. Kamera juga langsung mengarah kepada mereka.


"Eh lihat! Pak Rendy dateng!"


Semua orang mulai berbisik membicarakan mereka berdua.


"Siapa perempuan itu?"


"Siapa dia?"


"Mungkin pacar barunya Pak Rendy kali."


"Bisa jadi."


"Ternyata cantik juga pacar baru Pak Rendy."


"Iya. Tapi kalo menurutku masih cantikan Olivia sih."


"Tapi, aku merasa nggak asing deh liat dia."


"Nggak asing gimana?"


"Kayak pernah liat, tapi dimana gitu."


"Perasaan kamu aja kali."


Semua orang saling membicarakan mereka berdua. Sepertinya mereka tidak mengenali wajah Kirana.


Kirana yang mendengarnya langsung menundukkan wajahnya menghindari tatapan semua orang. Dia merasa cemas dan panik.


Rendy bisa merasakan kecemasan dan kepanikan Kirana saat ini.


"Angkat wajah kamu. Tunjukin dong kalo pacarku ini gadis yang pemberani." Ucap Rendy diselingi kekehan bermaksud untuk menghilangkan kecemasan dan rasa panik Kirana tapi malah langsung mendapat pukulan didada bidangnya oleh Kirana.


"Udah, jangan tegang. Aku yakin nggak ada yang ngenalin kamu, termasuk semua karyawan disini. Kamu percaya aku." Ucap Rendy dengan berbisik ditelinga Kirana sambil merangkul pinggangnya.


Tubuh Kirana seketika menegang ketika Rendy melingkarkan tangan dipinggangnya. Darah ditubuhnya juga berdesir. Jantungnya berdetak tidak beraturan. Dan seperti ada banyak kupu-kupu didalam perutnya.


Kirana kemudian mengangkat wajahnya dan menatap Rendy. Ketampanan dan senyum Rendy seketika membuatnya seperti terhipnotis. Dia pun tersenyum dan mengangguk pelan. Dia percaya dengan ucapan Rendy.


Mereka berdua berjalan masuk dengan beriringan dan sudah seperti pengantin saja.


Rendy membantu Kirana duduk. Dia masih tetap berdiri dan menatap semua orang yang berada didalam ruang pertemuan ini lalu tersenyum.


"Selamat sore semuanya!" Seru Rendy menyapa semua orang dengan penuh wibawa.


Saat ini, semua kamera menyala dan mengarah kepadanya. Acara live ini langsung ditayangkan diseluruh stasiun televisi.


Kirana selalu memalingkan wajahnya, menghindari sorotan kamera yang mengarah kepadanya. Dia hanya tidak ingin ada yang mengenali wajahnya dan membuat heboh isi perusahaan Pradipta.


"Baiklah, langsung saja. Tapi mohon maaf sebelumnya, saya tidak akan menerima pertanyaan-pertanyaan apapun dari kalian. Saya mengadakan konferensi pers ini hanya ingin mengklarifikasi saja tentang gosip saya dengan Olivia yang beredar beberapa hari ini yang sudah sangat mengganggu saya." Lanjut Rendy tanpa ragu sedikitpun.


"Saya tegaskan, saya dengan Olivia Alexandra tidak ada hubungan apa-apa! Dan saya akan memberitau kelian semua...."


Rendy tersenyum dan merangkulnya lagi. "Saya akan memberitau kalian, kalau saya sudah punya calon istri yang menurut saya jauh lebih baik dari wanita manapun." Seru Rendy lalu menoleh dan tersenyum pada Kirana.


Sontak Kirana terbelalak menatapnya tidak percaya.


Calon istri? Ini Rendy punya rencana apa lagi? Bukannya, Kirana hanya membantunya untuk menjadi pacarnya saja? Kenapa jadi calon istri?


"Waaaah..." Sorak semua orang dengan takjup. Banyak juga yang merasa iri.


"Yaaah..aku patah hati deh."


"Ternyata bener, dia pacar Pak Rendy."


"Calon istri kali."


"Tapi, sebelum janur kuning melengkung, Pak Rendy masih bisa diperebutkan kan?"


"Idih, ngarep banget sih?!"


Kirana sudah merubah raut wajahnya menjadi marah. Tapi, dia harus menahan kemarahannya sampai acara ini selesai. Dia harus minta penjelasan kepada Rendy.


Menurutnya, Rendy benar-benar semakin menyebalkan dan selalu semaunya sendiri. Tidak peduli dengan bagaimana perasaan Kirana.


Meski dalam hati kecilnya, Kirana merasa tersanjung karena Rendy memujinya, tapi dia tidak mau harus selalu menuruti kemauan dia yang baginya hanya omong kosong saja.


Mungkin Kirana akan senang kalau saja hubungan ini benar-benar serius dan tulus terucap dari mulut Rendy.


Rendy bisa dengan mudah mengumumkan bahwa dirinya adalah calon istrinya? Apa dia sudah tidak bisa berpikir lagi kalau saja tiba-tiba hubungan mereka bermasalah dan harus berakhir, pasti semua orang akan membicarakannya lagi kan?


"Baiklah. Hanya ini saja yang ingin saya sampaikan. Saya tidak mau lagi mendengar ada gosip yang membicarakan tentang hubungan saya dengan Olivia."


Ada salah satu reporter yang berteriak menanyakan tentang ciuman Rendy dengan Olivia diparkiran restoran waktu itu.


Rendy sepertinya sudah melupakan kejadian itu. Jadi dia tidak membahasnya. Dan tiba-tiba ada seorang reporter yang membuatnya ingat kembali.


"Maaf, saya sudah bilang tidak menerima pertanyaan apapun. Jadi, cukup sekian dan terimakasih banyak atas kehadiran kalian semua!"


Rendy pun langsung mengakhiri acara ini. Dia juga sengaja tidak menyebut nama Kirana untuk melindungi privasinya. Karena semua orang disini tidak ada yang mengenali perubahan wajah Kirana setelah di make over sedemikian rupa.


Kirana sudah dikaruniai wajah yang cantik dan manis tanpa make-up. Wajah polosnya tidak pernah di make-up. Setelah didandani oleh make-up artis handal, tentu saja akan sangat berbeda.


Rendy saja sampai terperangah dan hampir tidak mengenali Kirana saat melihat Kirana sudah di make over seperti ini.


Beni dan para anak buahnya membubarkan semua orang dan media untuk tidak banyak bertanya lagi.


Rendy pun segera membawa Kirana pergi keluar dari ruang pertemuan dan mengajaknya menuju ruangan kantornya dilantai paling atas. Karena Rendy masih ada sedikit pekerjaan.


"Mas, kamu apa-apaan sih? Kenapa ngomong ngawur tadi?" Ucap Kirana sambil menghempaskan tangan Rendy ketika masuk kedalam ruangan kantornya.


"Yang mana yang ngawur?" Tanya Rendy pura-pura tidak tau lalu duduk dikursi kebesarannya.


"Nggak usah pura-pura nggak tau gitu deh! Kamu tadi bilang kalo aku calon istri kamu, maksudnya apa coba? Kamu mau nambahin masalah aku?" Kirana merasa sangat kesal dan ingin sekali marah dengan Rendy.


"Udah ya. Kita bicara lagi nanti. Aku mau nyelesaiin kerjaanku dulu. Kamu tunggu aku bentar!" Ucap Rendy Yang sengaja tidak ingin membahas tentang apa yang udah dia katakan kepada media tadi.


Kali ini aku mau beneran serius sama kamu, Ki.


Batin Rendy sambil membuka dokumen didepannya.


................