
"Makan yang banyak biar kamu lebih berisi nggak kurus seperti ini!" Ucap Rendy terlihat sangat perhatian membuat Olivia menggenggam erat sumpitnya dan mengeraskan rahangnya menahan rasa cemburu juga emosinya.
Seharusnya dirinyalah yang diperlakukan seperti itu oleh Rendy. Bukan wanita lain! Tapi, Olivia harus bisa menahan segala rasa yang ada dalam hatinya saat ini. Meski merasa tidak berselera makan karena melihat Rendy yang terus memberi perhatian kepada Kirana, Olivia tetap makan dengan perlahan.
"Kamu coba ini. Ini enak." Ucap Rendy sambil mencapit yakiniku lalu menyuapi Kirana.
Kirana tertegun sejenak namun ia teringat kalau ia sedang berperan sebagai pacar pura-puranya Rendy. Ia pun membuka mulutnya dan Rendy memasukkan yakiniku kedalam mulut Kirana dengan tersenyum terlihat begitu tulus dan Kirana pun ikut tersenyum sambil mengunyah.
"Gimana? Enak?" Tanya Rendy.
"Hmm. Enak banget." Jawab Kirana. "Emm..Mas Rendy juga harus cobain ini. Ini juga enak loh." Kirana pun membalas menyuapi Rendy dan Rendy tidak menolaknya. Ia memegangi tangan Kirana yang sedang menyodorkan karage lalu membuka mulutnya dan Kirana menyuapi karage kemulut Rendy dengan tersenyum.
"Enak kan?" Tanya Kirana.
"Hmm. Enak karena kamu yang nyuapin." Ucap Rendy dengan tersenyum.
'Klunting!'
Tiba-tiba terdengar suara benda terjatuh dilantai membuat Kirana dan Rendy menatap kearah Olivia bersamaan.
Terlihat dengan jelas wajah Olivia yang sedang menahan marah. Olivia benar-benar tidak tahan lagi melihat kemesraan Rendy dengan Kirana didepan matanya hingga ia menjatuhkan sumpitnya.
"Sorry, aku nggak sengaja menjatuhkan sumpitku." Ucap Olivia berusaha untuk tetap bersikap tetang lalu membungkuk dan mengambil sumpitnya.
"Mas, aku udah kenyang." Ucap Kirana pada Rendy lalu ia melihat jam dilayar ponselnya ternyata sudah hampir jam dua siang. Meski Rendy sedang bersamanya saat ini, ia merasa cemas karena Yolanda dan Rossa telah mengirim pesan kepadanya dan menunggu penjelasan darinya besok karena mereka tau kalau Kirana tidak kembali ke kantor.
Kirana menghela nafasnya. Ia tidak bisa berbuat apa-apa saat ini karena ia sudah menyanggupi untuk membantu Rendy hingga masalah pribadi Pak Presdir tampannya ini selesai. Ia tidak membalas pesan dari Yolanda juga Rossa. Ia memasukkan ponselnya kembali kedalam tasnya.
"Aku juga udah kenyang. Setelah ini, aku akan anter kamu pulang." Ucap Rendy sambil melihat jam tangan yang melingkar dipergelangan tangannya. "Aku masih ada rapat dan harus balik ke perusahaan." Lanjut Rendy dengan menatap kembali Kirana.
"Ehem!" Olivia berdehem dengan keras karena merasa dirinya seperti tidak terlihat. "Aku harap kamu masih ingat dengan janji kamu tadi sebelum aku pergi dari kantormu Ren!" Lanjut Olivia mengingatkan Rendy.
Rendy tidak menjawab. Ia lalu menoleh menatap Kirana sekilas dan mengalihkan pandangannya kearah lain.
"Kenapa kamu diam Ren? Kamu takut?" Tanya kembali Olivia dengan tersenyum miring karena tidak mendapat jawaban dari Rendy dan melihat Rendy seperti sedang kebingungan.
Rendy berdehem lalu mengusap tengkuknya. Ia memang merasa kebingungan sekarang. Bagaimana membuat Olivia bisa percaya dan berhenti mengejarnya.
"Apa ini belum cukup bikin kamu percaya?" Tanya Rendy dengan menatap Olivia.
"Kamu jangan bikin aku seperti orang bodoh yang bisa langsung percaya gitu aja sama kamu Ren! Kalau kamu memang beneran pacaran sama perempuan ini, cium dia didepanku sekarang juga!" Ucap Olivia dengan keras dan penuh tantangan.
"Uhuk uhuk uhuk!"
Seketika Kirana tersedak minumannya mendengar ucapan Olivia yang tidak masuk akal menurutnya.
Olivia tersenyum sinis menatap Kirana yang tersedak lalu ia mencibirnya. "Apa aku membuatmu kaget sampai tersedak?"
"Cukup Oliv! Aku udah muak denganmu! Untuk hubunganku dengan Kirana, itu bukan urusanmu! Sebaiknya kamu urus aja dirimu sendiri dan berhenti menggangguku!" Tegas Rendy dengan menatap tajam Olivia.
"Rendy tunggu!" Seru Olivia sambil mengejar Rendy tapi Rendy sama sekali tidak menghiraukannya.
"Pak Rendy, lepasin tangan saya Pak!" Ucap Kirana yang masih mengikuti langkah Rendy yang cepat. Ia merasakan kakinya masih sedikit sakit dan ditarik oleh Rendy yang berjalan dengan langkah lebar dan cepat seperti ini membuatnya kesulitan untuk mengimbangi langkah Rendy.
Rendy yang juga tidak menghiraukan Kirana, Kirana menarik paksa tangannya dan 'Brukkk!' ia jatuh terjungkal kebelakang. "Aaawh!" Pekiknya dan Rendy langsung berhenti lalu berbalik menatap Kirana.
"Astaga!" Gumam Rendy dan menghela nafasnya karena melihat Kirana terjatuh lagi. Ia merasa antara kasihan juga kesal.
"Ayo bangun!" Lanjut Rendy sambil mengulurkan tangannya untuk diraih oleh Kirana tapi Kirana menepisnya.
"Saya bisa sendiri!" Ucap Kirana dengan ketus lalu bangkit berdiri sendiri dan mengusap sikunya yang lecet.
Rendy melirik kearah belakang Kirana dan melihat Olivia yang langkahnya sudah mendekat. Rendy pun menarik kembali tangan Kirana dengan lembut dan melihat luka lecet disikunya.
"Apa ini sakit?" Tanyanya dengan mengernyit.
Kirana yang ingin menghempaskan tangan Rendy mengurungkan niatnya karena melihat Olivia sudah berdiri didekatnya.
"Ren! Terserah kalau kamu mau pergi! Tapi jangan harap aku akan berhenti untuk terus menemui kamu! Aku nggak peduli kamu pacaran sama dia atau siapapun itu, aku nggak peduli dan aku juga nggak akan pernah percaya dengan hubungan kalian ini!" Ucap Olivia dengan keras penuh emosi.
Asisten sekaligus manager Olivia yang melihat Olivia segera turun dari mobil dan menghampirinya. Begitu pun dengan Beni yang juga turun dari mobil dan menghampiri Bosnya.
"Terserah! Kamu pikir aku juga peduli sama kamu? Aku sama sekali nggak peduli. Kamu mau percaya atau enggak, itu bukan urusanku!" Balas Rendy dengan acuh. "Ayo kita pergi!" Ucap Rendy sambil menoleh menatap Kirana dan merangkulnya.
"Mbak Oliv, ayo sebaiknya kita juga pergi." Asisten sekaligus manager Olivia juga mengajaknya pergi. Tapi Olivia masih merasa belum puas dengan pertemuannya dengan Rendy.
"Rendy tunggu! Aku masih mau bicara sama kamu!" Ucap Olivia sambil meraih lengan Rendy dan memeluknya.
"Maaf Mbak, jangan memaksa Bos Rendy lagi!" Ucap Beni berusaha menghentikan Olivia.
"Kamu jangan ikut campur! Minggir sana?!" Bentak Olivia dan mendorong Beni.
Rendy menghela nafasnya lagi untuk tetap bersabar dan menahan emosinya. "Ben, kamu antar Kirana ke mobil!" Titah Rendy pada Beni.
"Kamu tunggu dimobil dulu." Lanjut Rendy pada Kirana yang diangguki Kirana lalu melepaskan Kirana dan Kirana bersama Beni berjalan menuju mobil mewah milik Rendy.
Beni membukakan pintu mobil untuk Kirana tapi Kirana tidak berniat masuk kedalam mobil. Ia berdiri diam disamping mobil mewah milik Rendy, tatapannya terus memperhatikan Pak Presdir tampannya yang sedang bersama Olivia.
Beni juga hanya diam tidak bicara apapun. Tapi ia merasa kasihan dengan Kirana.
Sepertinya, mbak Kirana beneran suka sama Bos.
Batin Beni sambil melirik sekilas pada Kirana.
................