Because, I Love You

Because, I Love You
Aku ingin membencimu



***


Setelah kejadian jam yang terjadi istirahat tadi, jam pelajaran selanjutnya yura tak masuk kelas. Dia memilih untuk menenangkan diri sambil tidur di uks. Matanya agak merah dan jidatnya terasa agak hangat efek menangis tadi. Karna itu dia menggunakan alasan bahwa dia tak enak agar bisa bebas tidur di uks. Dasar tidak kakak tidak adik sama saja hobi tidur.


_______


Dikelas seseorang merasa agak bersalah dan takut diwaktu yang bersamaan. Kalian bisa tebak siapa ? Ya orang itu jungkook. Merasa bersalah karna membentak yura saat jam istirahat tadi. Dan takut apabila yoongi tau kalau dia menyakiti yura pasti hyungnya itu akan marah besar. Pasalnya yoongi pernah bercerita bahwa yura adalah harta yang sangat berharga untuknya.


Jungkook punya banyak pertanyaan di kepalanya. Kenapa yura izin tak ikut kelas. Apa yura terluka saat jungkook mendorongnya tadi ? Apa dia harus menenggok yura ke uks ? Jungkook menggeleng brutal, tidak, kenapa dia harus merasa bersalah. Gadis itu kan yang salah. Dia yang memancing emosi jungkook. Jungkook berulang kali meyakinkan dirinya sendiri bahwa ini bukan salahnya, bukan.


_______


Ke esokan paginya yura masuk kelas seperti biasa. Jam pertama mereka adalah kelas bahasa. Di depan kelas lee saem menerangkan tentang 'belajar menulis paragraf dengan sudut pandang yang berbeda'.


"Baiklah, apa semuanya paham ?" Dan dibalas 'ne' dengan serentak oleh semua murid.


"Oke sekarang tuliskan satu paragraf dengan kata kunci hitam, dan tunjukan sudut pandang paling berbeda yang kalian punya." Dan semuan siswa sibuk menunduk dan menulis.


"Waktu habis, sekarang saya mau taehyung bacakan tulisan kamu."


Taehyung pun berdiri dan mulai membacakan tulisannya "aku punya mobil warna hitam. aku bawa jalan jalan. Jalan-jalan sama lisaku tersayang." setelah taehyung membacakan tulisannya kelas riuh dengan sorakan 'huuu' karna kalimat taehyung yang menurut mereka menjijikan.


"Sudah diam. Ada yang lain yang mau mencoba membacakan tulisannya. Ya park jimin coba bacakan punyamu" jimin langsung berdiri tersenyum bodoh kearah teman*nya lalu mulai membaca


"Aku punya teman. Temanku bernama mingyu. Kulitnya hitam, dekil, hidup lagi." Mendengar tulisan jimin beberapa siswa tertawa, dan lee saem hanya geleng* kepala.


"Baiklah ada yang lain. siswa pindahan siapa namamu ?" Yura menunjuk dirinya sendiri dan lee saem mengangguk.


"Nama saya min yura saem"


Yura berdiri, berdehem sebelum mulai membaca tulisannya


"Hitam, semua hitam. Setelah hati dimana aku melihatmu menatap orang lain dengan penuh cinta. Setelah hari itu, hanya ada hitam yang terlihat oleh mataku." Setelah yura kembali duduk kelas riuh dengan suara 'oow' . Tapi diantara suara riuh itu ada seseorang yang sedang menatap yura dengan tatapan marah.


Lee saem tersenyum "apa kamu baru saja putus yura-ya ? Tulisanmu melankolis sekali. Tapi tulisanmu itu bagus. Kamu bisa melihat hitam dengan sudut pandang yang berbeda. Bagus." yura hanya tersenyum kecil mendengar pertanyaan dan pujian lee saem. 'Putus dengan siapa ? pacar saja tak punya' batin yura. Kalau boleh jujur mungkin benar dia sedang patah hati sekarang. patah hati bahkan sebelum kisah cintanya dimulai. konyol.


______


Saat bel istirahat berbunyi, Yura belum selesai menyalin catatan tadi, jadi dia meminta yang lain pergi dulu dan menyusul setelah catatannya selesai. Kelas sudah sepi hanya ada dia sendiri. Saat catatan yang perlu dia salin selesai, yura meregangkan otot nya, membereskan buku lalu bersiap kekantin. Tapi saat pintu kelas dia buka didepan pintu ada jungkook yang berdiri sambil melipat tangan didepan dada.


Jungkook mendorong yura sampai yura mundur beberapa langkah. Setelah itu jungkook menutup pintu. Jungkook menarik dan membenturkan yura ke tembok mengukung yura diantara tangannya.


"Puas menghina dan mengolok perasaanku nona sok tau ?" Yura binggung, kapan dia menghina jungkook


"Menghinamu ? Kapan aku.."


"Kapan ? Kau bilang kapan ? Jelas* kau menghinaku tadi. Tulisanmu itu, itu olok olokanĀ  untukku bukan ?." Jungkook bicara dengan nada yang bersungut sungut. Yura menghela nafas lelah. Dia jenggah melihat tatapan marah jungkook padanya. Kali ini dia tak akan diam saja dengan perlakuan jungkook. Dia tidak salah, dia sama sekali tak berniat menghina atau mengolok perasaan jungkook.


Yura muak, dia dorong tubuh jungkook yang sedang mengukungnya sampai jungkook mundur beberapa langkah.


"Memuakkan, berhenti bersikap seolah kau satu*nya orang yang sedang patah hati di dunia ini jeon. Menggolokmu kau bilang ? Aku tak pernah berniat mengolokmu, aku sedang mengolok olok diriku sendiri. Puas ?" Nafas yura naik turun berusaha mengendalikan amarahnya. Setelah itu yura melenggang pergi ke luar kelas.


Jungkook diam mematung. Tatapan terluka yura membuatnya merasa bersalah. 'Apa benar gadis itu tak berniat menghinanya ?. Dia bilang mengolok dirinya sendiri, jadi apa mungkin gadis sok tau itu juga sedang patah hati seperti dirinya' tanya jungkook dalam hati.


***