
Beni kembali terpaku mendengar pertanyaan dari Bosnya ini. Olivia?
Beni berharap, Rendy akan menggubungi Kirana. Ternyata, yang ditanyakan Rendy malah Olivia.
Mungkin, Rendy balum sepenuhnya mengingat masa lalunya sebelum kecelakaan yang menimpanya. Beni saja masih diragukan oleh Rendy karena Rendy belum mengingat asisten prdibadi kepercayaannya ini, apalagi Kirana?
Dan parahnya, kenapa Rendy malah mengingat Olivia?
...
Keesokan paginya.
Setelah sarapan, Rendy ditemani Nayla dan diantar oleh Beni kerumah sakit untuk memeriksa kakinya. Selain mengalami amnesia, kaki Rendy juga terluka. Tapi, untung saja tidak parah.
Rendy masih bisa berjalan kembali setelah benar-benar pulih nanti.
Rendy menjalani pemeriksaan keseluruhan karena Nayla memaksanya. Nayla hanya khawatir karena kakaknya ini masih sering merasakan sakit kepala.
"Dok, kenapa kakak saya ini cuma ingat masa lalunya aja?" Tanya Nayla ketika Rendy masih belum mengingat Beni meski sudah diperkenalkan kembali oleh Papanya setelah dia terbangun dari koma.
Hanya sekedar tau saja, belum mengingat seberapa mereka dekat.
"Bengini, pasien mengalami gangguan daya ingat terkait peristiwa masa lalu yang masih melekat pada ingatannya. Jadi, dia hanya dapat mengingat peristiwa yang sudah berlalu saja." Jawab dokter memeberi penjelasan.
...
Selesai menjalani pemeriksaan, Nayla ingin mengajak Rendy jalan-jalan. Tapi, Rendy menolak. Dia tidak mau jalan-jalan dengan memakai kursi roda. Bukan karena dia malu, hanya saja dia merasa tidak nyaman. Apalagi harus merepotkan adiknya yang harus mendorongnya saat jalan-jalan.
"Ayo dong kak, kakak itu butuh udara segar diluar. Jangan terus mengurung diri dikamar. Nggak bosen apa?" Rengek Nayla dengan manja.
"Dek, kalau kamu mau jalan-jalan ya udah sana pergi sendiri atau minta Beni temeni kamu." Jawab Rendy sambil berdecak karena Nayla ini masih saja seperti anak kecil kalau punya kemauan.
"Nggak mau ih! Ntar dikiranya aku pacar dia lagi. Ogah pake banget!" Seru Nayla kemudian melirik Beni dengan sinis.
"Loh kenapa? Emangnya Beni udah punya pacar? Atau istri mungkin?" Tanya balik Rendy sambil menoleh kearah Beni yang hanya diam dengan tatapan datar.
"Ahahaha! Dia? Punya pacar? Nggak mungkin kak! Apa lagi istri! Lebih nggak mungkin lagi! Ahahaha!" Seru Nayla sambil tertawa terbahak membicarakan Beni yang hanya diam saja dengan tatapan dingin menatapnya.
"Kenapa nggak mungkin? Kalau dilihat-lihat, dia tipe kamu benget kan?"
"Iiiih apaan sih kak! Udah udah! Kenapa malah jadi bahas Beni si beruang kutub sih? Nyebelin banget! Udah ah, kalau nggak mau jalan-jalan ya udah kita pulang aja! Nggak usah ngomongin si beruang kutub!" Seru Nayla dengan emosi yang ketika membicarakan Beni.
Nayla segera mendorong kursi roda kakaknya menuju parkiran mobil.
Beni terpaku sejenak lalu menyeringai dan mendengus. "Apa dia bilang? Beruang kutub? Lalu dia sendiri apa? Roro jonggrang kali ya? Dasar!" Gumamnya dengan pelan menggerutu dan membalas mengatai Nayla.
"Rendy!"
Mereka bertiga menoleh bersama kesumber suara yang memanggil Rendy.
"Oliv?" Seru Rendy dengan tersenyum ketika melihat Olivia yang kemudian berjalan cepat kearahnya.
"Astaga! Jadi bener ini kamu? Kamu baik-baik aja?" Tanya Olivia dengan menatap haru bisa melihat Rendy kembali setelah dia tidak tau kabar Rendy setelah kecelakaan itu.
"Seperti yang kamu lihat. Aku kangen banget sama kamu." Jawab Rendy dengan tersenyum kemudian meraih tangan Olivia dan menggenggamnya erat.
Tanpa berpikir, Olivia melepas genggaman tangan Rendy lalu memeluknya dengan senyum kebahagiaan. "Aku juga kangen banget sama kamu Ren."
Nayla dan Beni hanya saling tatap dengan tatapan terkejut sambil. melongo menyaksikan drama didepan mata mereka.
"Ehem ehem!" Nayla sengaja berdehem keras karena berasa tidak dianggap disana. "Huh, kenapa mendadak jadi panas gini ya cuacanya? Padahal tadi masih sejuk." Gumamnya sambil mengibas-ngibaskan tangannya didepan wajahnya dengan sombong.
Beni hanya mengulum senyumnya melihat tingkah Nayla.
"Eh, dia ini.." Oliva menegakkan tubuhnya dan menunjuk pada Nayla.
"Dia Nayla, adek aku. Dia emang suka bawel. Kamu nggak usah peduliin omongannya." Sahut Rendy memberitau Olivia karena memang seingat Rendy, dia belum pernah mempertemukan Olivia kepada adiknya ataupun orang tuanya.
Nayla berdecak merasa kesal sambil melirik sinis pada Rendy. "Udah deh kak, ayo pulang! Katanya mau pulang?" Gerutu Nayla dengan cemberut.
"Hallo Nayla, aku...."
"Aku udah tau! Nggak perlu pake kenalan segala!" Sahut Nayla dengan ketus kemudian segera berbalik membuka pintu mobil bagian belakang dan masuk tidak menghiraukan uluran tangan Olivia yang bermaksud ingin mengajak berjabat tangan. "Buruan kak, panas nih!" Teriak Nayla setelah masuk dan duduk didalam mobil kemudian menutup pintunya dengan keras.
Sialan! Umpat Olivia dalam hati.
"Maafin adek aku. Dia emang gitu. Tapi, sebenarnya dia anak yang baik dan manis." Ucap Rendy dengan lembut pada Olivia saat mendapati wajah yang kesal dari Olivia.
"Oh..nggak apa kok Ren. Aku ngerti. Mungkin karena kita belum kenal dekat aja." Ucap Olivia dengan tersenyum.
Eh tunggu! Kenapa Rendy jadi lembut gini sama aku? Batin Olivia yang tiba-tiba tersadar dengan sikap Rendy kepadanya.
Olivia kemudian menoleh kearah Beni dan ingin bertanya kepadanya. Tapi, sebelum dia bertanya, Beni sudah dengan sendirinya memeberitau dia. "Bos, mengalami amnesia. Dia hanya mengingat masa lalunya aja." Ucapnya dengan wajah tanpa ekspresi.
"Astaga. Ren, itu artinya, kamu nggak ingat sama Ki....." Seketika Olivia menghentikan ucapannya dengan terkejut sekaligus merasa sangat senang.
"Ki apa?" Tanya Rendy.
"Em maksud aku, kita yang mau tunangan." Jawab Olivia dengan senyum penuh kemenangan. Ya, aku yakin kalau Rendy nggak ingat sama perempuan kampung itu dan hanya ingat denganku! Kekasih yang sangat dicintainya! Lanjut Olivia dalam hati penuh percaya diri.
"Tunangan?" Tanya Rendy dengan mengernyit menatap Olivia.
Dasar Licik! Wanita ini bener-bener seperti ular! Dia mau memanfaatkan kondisi Bos yang masih amnesia!
Batin Beni dengan mengepalkan tangannya menahan emosinya.
"Eum, iya honey. Mungkin kamu nggak ingat. Waktu itu, sebenarnya kamu mau dateng ke acara pertunangan kita. Tapi, tiba-tiba kamu mengalami kecelakaan saat diperjalanan." Jawab Olivia sambil menunduk dan berating menangis.
Mengingat bahwa Olivia adalah model sekaligus pemain film layar lebar, baginya hanya berakting menangis itu sangat mudah sekali dilakukannya.
Rendy yang tidak bisa melihat orang yang dicintainya bersedih, dia percaya-percaya saja. Dia menarik tangan Olivia lalu memeluknya lagi. "Udah, jangan nangis. Aku minta maaf. Semua itu musibah dan aku sama sekali nggak menginginkan musibah itu."
Aku harap, Bos akan semakin membencimu saat ingatannya benar-benar pulih!
Batin Beni semakin geram dengan tingkah Olivia yang menurutnya begitu menjijikkan dan tidak tau malu.
................